20/12/2018
*HEPI MEAL Mengapa Makanan Organik Sangat Baik untuk Bayi?*
Pemberian nutrisi kepada bayi harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan bayi. Saat bayi berusia 0-6 bulan, nutrisi terbaik untuk bayi adalah ASI ekslusif. Setelah itu, pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun didampingi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Bayi berusia 6-9 bulan diberikan MPASI berupa bubur/makanan yang dihaluskan. Selanjutnya, pada usia 9-12 bulan, bayi sudah dapat diberikan makanan rumah yang dipotong kecil-kecil. Pada umur 1 tahun, anak sudah mulai dapat diberikan makanan rumah biasa.
Secara garis besar bahan makanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu bahan makanan organik dan bahan makanan nonorganik. Suatu bahan pangan dapat dikategorikan ke dalam bahan pangan organik bila diproduksi dengan menggunakan sistem pertanian organik, tanpa memakai pestisida/herbisida buatan dan pupuk kimia, atau bukan merupakan tanaman yang dimodifikasi secara genetik.
Berikut merupakan beberapa alasan mengapa bahan makanan organik lebih baik diberikan untuk bayi dan anak:
Kandungan senyawa antioksidan dari sayur organik lebih banyak sebesar 10-50% dibandingkan sayur biasa.
Bahan pangan organik cenderung memiliki kandungan yang lebih tinggi dibandingkan bahan pangan konvensional, sehingga rasanya pun lebih enak.
Ada kecenderungan lebih tingginya kandungan protein, vitamin C, zat besi, magnesium, dan fosfor pada bahan pangan organik dibandingkan dengan bahan pangan biasa.
Makanan organik lebih mudah dicerna dan diserap oleh saluran percernaan bayi serta lebih jarang menimbulkan intoleransi/alergi.
Makanan organik dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi dengan baik, asalkan dilakukan pemilihan jenis makanan, pengolahan dan pemberian makan dengan tepat.
Nah, banyak sekali alasan mengapa makanan organik sangat baik untuk bayi. Oleh kerena itu, pilihlah bahan makanan organik untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya!