15/10/2025
AI Search Belum Mengubah Strategi Marketing Secara Signifikan?
Ketika AI mulai naik daun di tahun 2023β2024, dunia marketing sempat heboh.
Kita ramai-ramai bilang:
βSEO is dead!β
βSekarang eranya GEO (Generative Engine Optimization)!β
Banyak yang yakin bahwa perilaku user akan berubah total, dan strategi marketing pun harus dirombak besar-besaran.
Namun, setelah dua tahun berjalan, faktanya tidak sedramatis itu.
π Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sebagian besar bisnis masih berfokus pada KPI klasik:
β
Website visibility
β
Organic traffic
β
Conversions
Belum muncul KPI baru yang benar-benar dirancang untuk mengukur dampak AI search terhadap hasil marketing.
Perubahan memang ada, tapi sifatnya penyesuaian kecil, bukan revolusi besar.
π€ Kenapa Bisa Begitu?
1οΈβ£ Kontribusi traffic dari AI search masih sangat kecil β sekitar 0,1% dari total traffic website.
2οΈβ£ SEO tetap jadi sumber traffic dominan, bersaing ketat dengan direct traffic.
3οΈβ£ Data dari AI Overview belum bisa diisolasi di tools analitik seperti GA4.
4οΈβ£ Sulit mengukur dampak langsung dari performa di AI search terhadap leads atau penjualan.
π‘ Tapi GEO Tetap Layak Diperhatikan
Walau dampaknya belum besar, AI search tidak bisa diabaikan.
Beberapa bisnis mulai merasakan manfaatnya sebagai sumber leads baru.
Langkah sederhana untuk mulai mengukurnya:
βTanyakan ke pelanggan: dari mana mereka pertama kali tahu tentang bisnis Anda?β
Dari situ, kita bisa melihat apakah AI search mulai memberi kontribusi nyata atau belum.
π§ Kesimpulan
πΉ AI search belum mengubah strategi marketing secara signifikan.
πΉ Namun, awareness terhadap GEO tetap penting sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
πΉ Karena cepat atau lambat, AI akan menjadi bagian dari perjalanan pengguna sebelum mereka mengunjungi website kita.
π’ Bagaimana menurut kamu?
Apakah bisnis kamu sudah mulai menyesuaikan strategi untuk menghadapi era AI search?
Yuk share pendapatmu di kolom komentar π