Kabar Minang

Kabar Minang Postingan di akun ini merupakan postingan yg di share dari akun instagram

PENGUMUMAN !!!BAGI SELURUH PENGENDARA JALAN LINTAS SUMATERA🙌🏻Ada Pengalihan Arus Lalu Lintas Dikarenakan Adanya Jalan LO...
02/03/2025

PENGUMUMAN !!!

BAGI SELURUH PENGENDARA JALAN LINTAS SUMATERA🙌🏻

Ada Pengalihan Arus Lalu Lintas Dikarenakan Adanya Jalan LONGSOR Di Dekat Perbatasan PROV. SUMBAR - PROV. JAMBI.

Dihimbau Kepada Seluruh Pengendara Agar Tetap Berhati - Hati Dan Patuhi Aturan Belalu Lintas.

Repost

07/03/2020

. .
Sebuah Nasehat atau Renungan dari Bapak Camat Tanjung Mutiara, Hidayatul Taufik kepada Siswa/i di MTSn 5 Agam Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Satu kendaraan Avanza tercebur ke perairan Selat Sunda dari atas kapal feri KMP Nusa Putera yang bertolak dari Pelabuhan...
19/06/2019

Satu kendaraan Avanza tercebur ke perairan Selat Sunda dari atas kapal feri KMP Nusa Putera yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (18/6).

Koordinator SAR PT ASDP Pelabuhan Merak, Banten Radmiadi dihubungi Selasa malam, membenarkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.35 WIB, dimana penumpang asal Kota Padang yang akan pulang ke Kota Tanggerang.

"Iya benar, kronologinya KMP Nusa Putera berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, berangkatnya pukul 15.12 WIB dari dermaga enam, setengah jam setelah berlayar kejadian ada mobil penumpang yang jatuh ke laut," kata Radmiadi.

Radmiadi mengaku pertama kali mendengar kabar itu dari penumpang yang berada dalam kapal KMP Nusa Putera. Sehingga untuk memastikannya, pihaknya menghubungi petugas pemantau lalu lintas kapal berlayar (STC) Pelabuhan Merak.

"Dan dibenarkan oleh petugas STC, disebutkan ada kejadian mobil Avanza kecemplung ke laut di sekitar Pulau Prajurit," kata Radmiadi.

Menurut dia, lokasi jatuhnya kendaraan minibus itu berada di laut Selat Sunda wilayah Provinsi Lampung, tepatnya sekitar Pulau Prajurit atau sekitar empat mil dari Pelabuhan Bakauheni.

Mengenai penyebabkejadian itu, dugaan sementara mobil itu bisa jatuh dari dek dua kapal ke laut karena tidak digunakan rem tangan oleh sopirnya.

"Mobilnya maju dan menumbukreling kapal dan kemudian jatuh ke laut," ujarnya.

Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kata Radmiadi lagi.

Mengenai identias kendaraan disebutkan kendaraan jenis Avanza Warna hitam Plat B 1087 CKB. (*)
📌sumber:

Dua pekerja mengebor beton taman di jalan Khatib Sulaiman, Padang, Selasa (18/6/2019).Pemerintah Kota Padang merehabilit...
19/06/2019

Dua pekerja mengebor beton taman di jalan Khatib Sulaiman, Padang, Selasa (18/6/2019).
Pemerintah Kota Padang merehabilitasi taman dan trotoar agar jalan tersebut lapang dan arus lalu lintas lancar, sehingga jalan Khatib Sulaiman tidak lagi menjadi penyumbang kemacetan.
Foto :


Selamat pagi Ranah Minang.Sumatera Barat alamnya yang sangat mempesona. Punya tumbuhan yang hijau dan udara yang bersih,...
19/06/2019

Selamat pagi Ranah Minang.
Sumatera Barat alamnya yang sangat mempesona. Punya tumbuhan yang hijau dan udara yang bersih, membuat kamu akan betah berlama-lama liburan di sini. Apalagi kamu yang tinggal di kota dengan tingkat polusi yang tinggi, kamu perlu berkunjung ke Sumatera Barat untuk menyegarkan hati dan pikiranmu
-
-
🌏Padang Mangateh, Payakumbuh Sumatera Barat
📌repost from:

Rencana pengaktifan kembali jalur Kereta Api (KA) dari Stasiun Simpang Haru menuju Stasiun Pulau Aia di kawasan Kota Tua...
18/06/2019

Rencana pengaktifan kembali jalur Kereta Api (KA) dari Stasiun Simpang Haru menuju Stasiun Pulau Aia di kawasan Kota Tua Padang, Sumatra Barat (Sumbar) bakal dilakukan tahun 2019 ini. Dengan begitu, bangunan sepanjang rel KA tersebut akan segera dibongkar.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Catur Wicaksono mengatakan, terdapat sekitar 238 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sepanjang jalur KA Simpang Haru – Pulau Aia. Menurutnya, penggunaan lahan di sepanjang rel kereta itu berstatus sewa. Sewa lahan dengan PT KAI. Sedangkan sewa lahan tersebut telah diputuskan sejak 1 Januari 2019 lalu.
“Kami telah memutus kontrak per 1 Januari lalu. Saat ini, tidak ada lagi status sewa menyewa lahan,” katanya saat dihubungi, Selasa (18/6/2019).
Catur mengatakan, sebelum ditertibkan, akan diberikan dulu sosialisasi kepada warga yang menyewa lahan di sepanjang jalur kereta api itu. Saat ini, pihaknya bersama Divre II, Pemko Padang dan Pemprov Sumbar masih melakukan rapat untuk menetapkan kapan pastinya dimulai sosialisasi.

Setelah sosialisasi, bagi yang tidak mengindahkan akan diberikan surat peringatan (SP). “Mekanismenya mulai dari sosialisasi. Setelah itu akan ada lagi tahapan-tahapan berikutnya. Serta ada tahapan peringatan 1, 2 dan 3,” katanya.

Soal ganti rugi, berdasarkan informasi dari pihak Divre II mengacu kepada Surat Keputusan (SK). Dimana, nominal ganti rugi Rp150 ribu/meter.

Saat ini, petugas baru melakukan pengukuran di beberapa area. Sedangkan untuk sterilisasi rel kereta api masih belum dilakukan karena menunggu tahapan yang masih berjalan.
📌sumber: .id



SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Sempat kabur usai mencuri emas di Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solo...
18/06/2019

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Sempat kabur usai mencuri emas di Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, ibu tiga anak berinisial A (36) berhasil diciduk petugas dalam pelariannya di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu 16 Juni 2019.

Tersangka diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Solok Kota di kawasan Tanah Kareh Gurun Panjang, Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan Barang Bukti hasil pencurian. "Tersangka sudah kita amankan bersama sejumlah barang bukti hasil pencurian," ungkap Kapolres Solok kota, AKBP Dony Setiawan, Senin 17 Juni 2019.

Sebelumnya, diduga lantaran sakit hati dituduh menggelapkan uang hasil penjualan minyak, A (36) yang mengaku warga Nagari Sumani, Kabupaten Solok nekat memukul pemilik rumah tempatnya menumpang tinggal, ES (43) dengan sebatang besi.

Akibatnya, korban yang merupakan warga Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak tak sadarkan diri. Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk menggasak perhiasan emas dan uang milik korban.

Dari keterangan korban kepada polisi, tersangka mengambil kalung, gelang dan cincin yang senilai 25 emas yang dipakai korban saat itu. Bersamaan dengan itu, tersangka juga menggasak handphone samsung lipat dan uang tunai dari dalam tas korban sebanyak Rp.120.000.

Kejadian itu bermula saat tersangka meminta korban untuk memperbaiki kompor gas elpiji yang dilaporkan rusak. Tanpa menaruh curiga, korban pun mengecek. Baru saja membungkuk, tersangka memukul kepala bagian belakang korban dengan sebatang besi.

Korban langsung roboh. Kondisi rumah yang dalam keadaan sepi diamanfaatkan oleh tersangka untuk menguras harta milik korban dan langsung kabur. Usai kejadian, datang sejumlah warga dan membawa korban ke rumah sakit. "Selain sakit hati, motif tindakan pencurian dengan pemberatan yang dilakukan tersangka juga dipicu desakan ekonomi lantaran tidak punya uang untuk menafkahi tiga anaknya," tutup Kapolres.
📌sumber: klikpositif.com

Dua pemuda, warga Kenagarian Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Tomi (18) dan yopi (21), harus dilarikan ke Rumah Sakit...
18/06/2019

Dua pemuda, warga Kenagarian Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Tomi (18) dan yopi (21), harus dilarikan ke Rumah Sakit Sungai Dareh ( RSUD) Pulau Punjung lantaran dikeroyok belasan pemuda di Jembatan Cable Stayed Sungai Dareh, Senin ( 17/6) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar lokasi berduyun duyun ke RSUD guna menyaksikan peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun Singgalang menyebutkan, kejadikan tersebut berawal dari saat korban sedang santai di Jembatan Cable Stayed Sungai Dareh. Kemudian salah satu korban dipanggil oleh seorang pelaku pengeroyokan yang diduga adalah warga Kenagarian Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.
Mendapat panggilan tersebut korban tidak curiga, bahkan korban sempat berkomunikasi dengan pelaku.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sempat menghampiri sejumlah pemuda tersebut dan bertanya kepada pelaku. Apakah semua aman-aman saja. Pelaku pun menjawab kondisi aman. Setelah itu, korban berbalik ketempat semula sembari mengambil motor hendak pergi. Namun pelaku dan rekan- rekannya sekitar 20 orang kembali mendekati korban, dan terjadilah perkelahian. Melihat kejadian tersebut sejumlah warga yang berada di lokasi kejadi berusaha melerai pengeroyokan tersebut. “Kami tidak tahu persis permasalahnnya. Bahkan korban nyaris dilempar ke Sungai. Beruntung ada warga yang cepat mengamankan kedua korban tersebut”, jelas saksi mata ini.
📌sumber:



Address

Padang
25000

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Minang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kabar Minang:

Share