25/04/2026
Kebijakan pemeriksaan kesehatan bagi calon mahasiswa baru di Universitas Tadulako dinilai memberatkan mahasiswa yang berasal dari daerah kepulauan, khususnya Kabupaten Banggai Kepulauan.
Ketua Umum Mahasiswa Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan Palu Nasrun, menilai kebijakan tersebut berdampak langsung pada beban ekonomi mahasiswa luar pulau.
Menurut Nasrun, biaya pemeriksaan kesehatan sebesar Rp65.000 bagi calon mahasiswa memang kecil. Namun yang lebih mahal justru ongkos tranportasi pulang pergi dari.
Ia menjelaskan, mahasiswa dari Banggai Kepulauan harus menanggung biaya perjalanan pulang-pergi dari daerah asal menuju Palu yang jika menggunakan transportasi rental dapat mencapai Rp300.000 sekali jalan atau sekitar Rp600.000 untuk pulang-pergi.
Selain itu, mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan dari desa menuju Salakan, lalu melanjutkan perjalanan ke Luwuk, hingga akhirnya tiba di Palu. Biaya hidup selama berada di Palu selama beberapa hari juga menjadi beban tambahan.
“Jika semuanya diakumulasikan, total pengeluaran yang harus ditanggung bisa mendekati Rp1.000.000. Hal ini tentu menjadi pertimbangan serius karena kebijakan tersebut secara tidak langsung memberatkan mahasiswa, khususnya yang berasal dari daerah kepulauan dengan keterbatasan akses dan kondisi ekonomi yang berbeda,” ujar Nasrun.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako Prof Amar ST MT IPU, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kewajiban pemeriksaan kesehatan tersebut bukan kebijakan baru, melainkan telah diberlakukan sejak tahun sebelumnya.
“Iya, diwajibkan sama seperti tahun lalu, agar terdata dengan baik riwayat kesehatan mahasiswa karena mereka diasuransikan untuk kecelakaan. Jadi kalau terjadi apa-apa sudah ketahuan riwayat kesehatannya,” jelas Prof Amar.