jhon.yono properti

jhon.yono properti menawarkan perumahan murah
tanpa melibatkan bank dan tidak mengandung ribah

lancar bejo manfaat barokah
27/08/2024

lancar bejo manfaat barokah

Tahu Sumedang Unggul sidoarjo
Akan loncing tanggal 27 Agustus 2024
Lokasi depan warkop tengulunan bos ku
Buka jam 03 00 sore

Solusi Mudah Memiliki Rumah hanya di MOJOKERTO (dekat EXIT Tol SUMO)Rumah Murah Type 30/60Uang Muka hanya 2,5 jutacicila...
22/03/2019

Solusi Mudah Memiliki Rumah hanya di MOJOKERTO (dekat EXIT Tol SUMO)
Rumah Murah Type 30/60
Uang Muka hanya 2,5 juta
cicilan 800 ribuan
Unit sudah terjual 50% dalam waktu 3 bulan
Buruan Dapatkan Rumah Impian Anda sebelum kehabisan
Progres pembangunan sudah berjalan
saat ini sudah melakukan menguruk lokasi,pembangunan pintu masuk dan membangun rumah contoh
-------------------------------------------------------------
0Km dari Jalan, Bebas Banjir, 7 menit dari Exit Tol SUMO, 10 menit dari Kantor Polisi dan Pasar, 10 menit dari Alun-Alun 5 menit ke RS Basoeni
Dekat Sekolahan SD,SMP,SMA
untuk info lebih jelasnya dan konsultasi
tlepon atau wa
081330302955
bisa langsung Klik link Berikut untuk terhubung langsung sama Admin kami
http://bit.ly/2XYqIwe
http://bit.ly/2XYqIwe
http://bit.ly/2XYqIwe

terimakasih

Perumahan Subsidi bergaya CLUSTER angsuran hanya 800 rb an  type 30/60(6x10) harga terjangkau bagi semua kalangan proses...
09/07/2018

Perumahan Subsidi bergaya CLUSTER
angsuran hanya 800 rb an type 30/60(6x10)
harga terjangkau bagi semua kalangan proses mudah dan cepat Hanya di Mojokerto bisa cash,Kpr,Inhouse (syarat lebih mudah dan cepat) klik link berikut untuk terhubung langsung dengan admin kami
http://bit.ly/MinatPerumahanSubsidi Wa kami 081282754556

07/07/2018

Semakin ditunda semakin mahal harganya.kalau sekarang bisa kenapa harus menunda-nunda sampai nilainya semakin mahal.Dp awal hanya 2,5juta sudah dapat rumah baru

TENTANG BAHAYANYA RIYA' (PAMER)Tahukah Bahaya Riya'Ketahuilah wahai saudaraku, marilah kita merenung sejenak. Dalam kehi...
03/05/2018

TENTANG BAHAYANYA RIYA' (PAMER)

Tahukah Bahaya Riya'

Ketahuilah wahai saudaraku, marilah kita merenung sejenak. Dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa berusaha mengerjakan amalan ibadah yang tujuannya untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Namun ketahuilah,

ketika kita beramal seperti sholat, puasa, zakat, sedekah, dll, maka upayakanlah untuk senantiasa ikhlas sehingga apa yang kita amalkan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah, bukan karena riya' seperti beramal dengan tujuan ingin dapat pujian dari orang lain, ingin di anggap sebagai oang yang dermawan, ingin di anggap sebagai orang yang alim, dll.

Riya' sangat bahaya sekali-wahai saudaraku, baik terhadap individu, masyarakat maupun umat seluruhnya. Oleh Sebab itu riya' dapat menggugurkan amalan dan melemparkannya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah. Maka dari itu kita senantiasa berlindung kepada Allah dari sifat riya' dan berusaha menjahui sifat tersebut baik secara niat dalam hati, ucapan maupun dalam perbuatan.

Lalu apa saja bahaya dan dampak negatif riya' :

1. Riya' lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada al-Masih Ad-Dajjal.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عن أبي سعيد الخذري قال خرج علينا رسول الله صلى الله عليه و سلم ونحن نتذكر المسيح الدجال . فقال: ( ألا أخبركم بما هو أخوف عليكم عندي من المسيح الدجال ؟ ) قال قلن بلى . فقال ( الشرك الخفي أن يقوم الرجل يصلي فيزين صلاته لما يرى من نظر رجل ) رواه بن ماجة: 4204 وحسنه الألباني

yang artinya: "Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan sesuatu yang lebih aku takuti atas kalian daripada Al-Masih Ad-Adajjal? Itu adalah Syirik khofi, yaitu seseorang yang berdiri sholat kemudian dia memperindah sholatnya karena ingin di perhatikan orang lain". (Hasan HR Ibnu Majah (4204), di Hasankan oleh al-Albani).

2. Riya' akan menyebabkan pelakunya di adzab di neraka.

Oleh sebab itu, orang yang pertama kali akan di adzab di neraka adalah orang yang riya' dengan ilmunya (Qori'), orang yang riya' dengan jihadnya, dan orang yang riya' dengan sedekahnya.

orang yang beramal kebaikan seperti inilah yang bukan karena keikhlasan kepada Allah, akan tetapi karena adanya riya' semata.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ فَقَالَ لَهُ نَاتِلُ أَهْلِ الشَّامِ أَيُّهَا الشَّيْخُ حَدِّثْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِىءٌ. فَقَدْ قِيلَ.
ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ. قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ. وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ. فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِىَ فِى النَّارِ ».
Yang artinya:
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: "saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisap pada hari Kiamat ialah seseorang yang mati syahid,

lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, lantas Dia bertanya: 'Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hamba-Ku? Dia menjawab: 'Saya berjuang dan berperang demi Engkau ya Allah sehingga saya mati syahid.' Allah berfirman: 'Dusta kamu,

sebenarnya kamu berperang bukan karena untuk-Ku, melainkan agar kamu disebut sebagai orang yang berani. Kini kamu telah menyandang gelar tersebut.' Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.

Dan didatangkan p**a seseorang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, Allah bertanya: 'Apa yang telah kamu perbuat? '

Dia menjawab, 'Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca Al Qur'an demi Engkau.' Allah berfirman: 'Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur'an agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu,

kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang laki-laki yang di beri keluasan rizki oleh Allah, kemudian dia menginfakkan hartanya semua, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas.'

Allah bertanya: 'Apa yang telah kamu perbuat dengannya? ' dia menjawab, 'Saya tidak meninggalkannya sedikit pun melainkan saya infakkan harta benda tersebut di jalan yang Engkau ridlai." Allah berfirman: 'Dusta kamu,

akan tetapi kamu melakukan hal itu supaya kamu dikatakan seorang yang dermawan, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu.' Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka." (lihat Hadits Muslim (6499) dengan matan yang panjang)

3. Riya' dapat menggugurkan pahala.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

(((...كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ))) (264)

yang artinya:
"..Seperti orang-orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah,

kemudian batu itu di timpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir". (QS. Al-Baqarah: 264)

4. Riya' Mewariskan kehinaan, kerendahan dan terbukanya aib bagi pelakunya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ جُنْدُبًا الْعَلَقِىَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ يُسَمِّعْ يُسَمِّعِ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِى يُرَائِى اللَّهُ بِهِ ». متفق عليه

yang artinya: "Barangsiapa yang sum'ah, maka Allah akan membongkar sum'ahnya. Dan barangsiapa yang berbuat riya', maka Allah akan membongkar riya'nya. (Shohih HR Bukhori dan Muslim)

5. Riya' akan menambah keburukan dan kesesatan.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (10) ))) )))

Yang artinya:
"Dalam hati mereka (orang-orang munafik) ada penyakit, lalu Allah tambahkan penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta". (QS.al-Baqarah: 10).

Para ulama' tabi'in seperti Ikrimah dan towus ibnu kaisan menafsirkan makna:"Dan hati mereka ada penyakit" maksudnya adalah penyakit riya'.

Maraji': Nurul Ikhlas Wadz-Dzulumati Irodatid-Dunya bi amalil Akhirah Karya: Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani.
(Lilik Ibadurrohman)

Hati adalah sumber kebaikan dan kejelekan timbul. sesuai dengan sabda nabi saw, "ingatlah,sesungguhnya di dalam jasad te...
02/05/2018

Hati adalah sumber kebaikan dan kejelekan timbul. sesuai dengan sabda nabi saw, "ingatlah,sesungguhnya di dalam jasad terdapat sepotong daging, apabila daging itu baik, maka baiklah semua jasadnya.dan ingatlah, daging itu adalah hati. "hati adalah anggota batin yang berada dalam jasad.ukuran seorang manusia tergantung pada hati dan akalnya. hati adalah anggota yang paling mulia dan di sebut qalb (hati) karena di dalamnya pikiran cepat timbul dan berubah, sebagai mana seorang penyair mengatakan "tiadalah manusia di sebut insan, melainkan karena lupanya, dan tiadalah hati di sebut qalbu, melainkan berubah-ubahnya," sesungguhnya baik dan rusaknya badan itu mengikuti baik dan rusaknya hati karena hati adalah tempat mulainya gerakan-gerakan badan dan kehendak-kehendak jiwa. kehendak yang baik timbul karena hati selamat dari penyakit-penyakit batin, seperti hasud, kikir, dengki, dan sombong.sebaliknya , kehendak yang rusak timbul karena hati tidak selamat dari hal-hal tersebut. dalam gerakan badan, hati seperti seorang raja dan jasadnya (anggota-anggotanya) seperti rakyat. tidak di ragukan lagi, rakyat itu baik jika rajanya baik, dan rakyat akan rusak jika rajanya rusak. begitu p**a, hati itu seperti mata air dan jasadnya seperti sawah/ladang. jika airnya tawar, maka tawarlah tumbuh-tumbuhannya, dan jika airnya asin, maka asinlah tumbuhannya.

Source: http://www.mediametafisika.com/2013/04/7-cara-membersihkan-hati.html
Disalin dari WWW.MEDIAMETAFISIKA.COM | kontent ini memiliki hak cipta.

Perasangka Baik Membersihkan HatiSaudaraku...., bukannya  berperasangka baik itu adalah suatu usaha untuk melapangkan da...
01/05/2018

Perasangka Baik Membersihkan Hati
Saudaraku...., bukannya berperasangka baik itu adalah suatu usaha untuk melapangkan dan membersihkan hati? Sebaliknya, bukankan berperasangka buruk itu menyesakkan dadamu? Membuat pikiranmu sibuk serta emosimu susah untuk engkau kendalikan?

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :

“Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak s**a. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan p**a tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak p**a ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.”

[HR. ِAl-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482]

💔 10 FAKTOR KERASNYA HATI 💔Berkata Syaqiq bin Ibrahim,''Suatu ketika Ibrahim bin Adham melewati pasar Bashrah, sehingga ...
03/04/2018

💔 10 FAKTOR KERASNYA HATI 💔

Berkata Syaqiq bin Ibrahim,

''Suatu ketika Ibrahim bin Adham melewati pasar Bashrah, sehingga orang-orang berjubel mengerumuninya, mereka berkata, ''Wahai Abu Ishaq sesungguhnya ALLAH berfirman di dalam kitab-NYA
''Berdoalah kalian kepada-KU niscaya akan AKU kabulkan''. (QS. al-Mu'min : 60)
Sedang kami telah berdoa sekian lama namun belum juga dikabulkan.''

Maka Ibrahim bin Adham berkata,
''Wahai penduduk Bashrah, sungguh hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara.

🍂 Yang pertama, kalian mengenal ALLAH namun kalian tidak menunaikan hak-NYA.

🍂 Kedua, kalian membaca KitabuLLAH namun kalian tidak beramal dengannya.

🍂 Ketiga, kalian mengaku cinta kepada RasuluLLAH shallALLAHu 'alaihi wasallam, namun kalian meninggalkan sunahnya.

🍂 Keempat, kalian mengklaim diri kalian musuh setan, namun justru kalian selaras dengan mereka.

🍂 Kelima, kalian mengatakan bahwa kalian menghendaki surga, namun kalian tidak pernah beramal untuknya.

🍂 Keenam, kalian bergumam bahwa kalian takut api neraka, namun justru kalian menawan diri kalian untuknya.

🍂 Ketujuh, kalian yakin bahwa kematian adalah suatu keniscayaan, akan tetapi kalian tidak pernah mempersiapkan diri untuknya.

🍂 Kedelapan, kalian terlalu sibuk dengan aib saudara-saudara kalian, namun lalai dan acuh dengan aib kalian sendiri.

🍂 Kesembilan, kalian telah memakan nikmat yg telah dianugerahkan Rabb kalian, namun kalian tidak pernah mensyukurinya.

🍂 Kesepuluh, kalian telah sering menguburkan jenazah, namun tidak memetik pelajaran darinya.''

(Hilyatul Auliya, Abu Nu'aim. Maktabah Syamilah)

FAIDAH - FAIDAH

🍀 Sebab-sebab lembutnya hati bisa didapatkan dengan mengamalkan ''Mahfum mukhalafah'' (lawan makna) dari 10 hal diatas.

Yaitu :
👉 Mengetahui hak-hak ALLAH atas hamba-NYA.
👉 Mengamalkan al-Qur'an
👉 Mengamalkan sunah
👉 Menjauhi makar setan
👉 Beramal untuk meraih surga
👉 Menjauhi dosa
👉 Memperbanyak bekal akhirat
👉 Banyak muhasabah introspeksi diri
👉 Banyak bersyukur
👉 Banyak mengingat mati

🍀 Kerasnya hati membuat kepekaan kita (dalam berbuat baik) menjadi tumpul.

🍀 Kerasnya hati bisa membuat do'a-do'a yang kita panjatkan tertolak.

🍀 Terlalu sibuk mencari-cari kesalahan saudara-saudara kita kaum muslimin dapat menyebabkan hati kita keras.

🍀 Kadang sumber permasalahan datang dari diri kita, bukan orang lain.

Mudah-mudahan ALLAH tabaraka wata'ala memudahkan kita untuk bisa mengamalkan nasehat yg berharga tersebut, serta melembutkan hati kita sekalian.

APA YANG KITA PIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADISuatu hari, Rasulullaah SAW menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. ...
02/04/2018

APA YANG KITA PIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI

Suatu hari, Rasulullaah SAW menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda:
«لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
_“Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu"_.
Orang itu menjawab:
كَلَّا، بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ، أَوْ تَثُورُ، عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، تُزِيرُهُ القُبُورَ
_“Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur"_.
Mendengar keluhan orang itu, Rasulullaah SAW bersabda:
«فَنَعَمْ إِذًا»
_“Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya”_.
(HR. Bukhari [3616, 5656, 5662, 7470).

Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullaah SAW.

Perhatikan pesan-pesan Rasulullaah SAW berikut ini:
«إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ» (حديث حسن رواه الترمذي [2396]، وابن ماجه [4031]).
_“Sesungguhnya besarnya balasan bersama besarnya ujian (bala’), dan sesungguhnya Allah SWT jika mencintai suatu kaum, maka Dia menguji (menurunkan bala’) kepada mereka, oleh karena itu, siapa yang ridha, maka keridhaan itu bermanfaat baginya. Dan barangsiapa mensikapinya dengan ketidak s**aan (mengeluh), maka ketidak s**aan (keluhan) itu akan menjadi miliknya"_.
(Hadits hasan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi [2396] dan Ibnu Majah [4031])

« ... وَمِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَا قَضَى اللَّهُ ... » (إسناده ضعيف، رواه أحمد [1444]، والترمذي [2151]).
_" … Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAAH ... "_.
(Isnadnya dha’if, diriwayatkan oleh Ahmad [1441] dan at-Tirmidzi [2151])
🔹 Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.
🔹 Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.
🔹 Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal.
🔹 Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.
🔹 Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.
🔹 Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat.

Inilah, _The Law of Attraction_, Hukum Tarik Menarik, merupakan Sunnatullaah yang berlaku di alam semesta

_You are what you think_ (Anda adalah apa yang Anda pikirkan).

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.

Tugas kita hanya 2, yaitu : *Berusaha optimal* dan *berdo'a*.

Sedangkan selanjutnya itu Kuasa ALLAAH SWT.

Tersebut dalam hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: «أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ»، قُلْتُ: "بَلَى". قَالَ: «لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ» قَالَ: " أَحْسِبُهُ قَالَ: «يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ أَسْلَمَ عَبْدِي وَاسْتَسْلَمَ» (رواه أحمد [10736]).
_Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya nabi saw. bersabda: “Maukah akutunjukkan kepadamu satu gudang dari sekian banyak gudang simpanan surga?”. Saya (Abu Hurairah) menjawab: “ya”, Rasulullah saw. bersabda: Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah adalah gudang itu”. Abu Hurairah berkata: “dan saya menduga, Rasulullah saw. bersabda: “ALLAAH berfirman: " hamba-Ku (yang mengucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah) ini telah menyerahkan dan memasrahkan urusannya kepada-Ku"_.
(HR. Ahmad [10736]).

Jadi, pikirkan yang baik-baik, berkatalah yang baik, bertindaklah yang baik-baik, dan Insyaa Allaah yang datang juga yang baik-baik!

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Allaah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin..

IkhlasMakna IkhlasSecara bahasa, ikhlas berarti bersih dari kotoran dan merubah sesuatu menjadi bersih dan tidak kotor. ...
01/04/2018

Ikhlas
Makna Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas berarti bersih dari kotoran dan merubah sesuatu menjadi bersih dan tidak kotor. Maka, orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan sesembahan yang lain serta tidak riya’ dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan sesembahan yang lain. Memurnikan niat dari segala kotoran yang merusak hati dan jiwa .

sebagian memiliki pendapat yang berbeda- beda tentang makna ikhlas, di antaranya ialah:

1. Ikhlas ialah mengkhususkan tujuan semua perbuatan hanya kepada Allah semata, bukan kepada yang lain .
2. Mentauhidkan Allah –subhanahu wa ta’ala– dalam bentuk ketaatan .
3. Melupakan segala bentuk penglihatan terhadap makhluk dengan cara selalu melihat kepada sang pencipta.

Ikhlas merupakan syarat dikabulkannya suatu amalan sholih selama amalan itu tidak menyalahi apa saja yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad –shalallahu ‘alaihi wa sallam– . Allah –subhanahu wa ta’ala– telah memerintahkan kepada kita semua untuk beribadah kepadanya dengan rasa Ikhlas, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah –subhanahu wa ta’ala-,

وَمَا أُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاء

“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah , dengan Ikhlas menaatinya semata- mata karena (menjalankan) agama” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ikhlas, merupakan satu kata yang mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilaksanakan. Salah satu ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.”.

Niat adalah pengikat amal. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi teramat sangat penting dan akan membuat hidup ini menjadi lebih mudah, indah dan jauh lebih bermakna.

Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya, hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan bukan hanya itu, ingatkah kita akan sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa beramal harus diniatkan hanya untuk Allah?

Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda:

عَنْ أَمِيْرِ اْلُمْؤمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بنِ اْلخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللِه يَقُُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالِّنيَاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِِلىَ اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Amiril mukminin Abi Hafsoh Umar bin Khattab –radhiyallahu ‘anhu– dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “ Sesungguhnya segala amal pekerjaan itu [diterima atau tidaknya di sisi Allah] hanyalah tergantung kepada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang telah diniatkannya, maka barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya,maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang berhijrah untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Itulah balasan yang diberikan oleh Allah –subhanahu wa ta’ala– kepada siapa saja yang melakukan suatu amalan kebaikan yang diiringi dengan rasa ikhlas kepada Allah, maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang sangat menggiurkan. Begitu p**a sebaliknya, barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak diiringi dengan rasa ikhlas kepada Allah, maka amalan tersebut tidak akan membuahkan suatu pahala kebaikan, walaupun amalan tersebut adalah amalan-amalan yang diperintahkan oleh Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam– . Karena suatu amalan tidak akan diterima oleh Allah kecuali dengan 2 hal, Ikhlas dan sesuai dengan apa-apa yang telah di ajarkan oleh Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam-.

Ikhlas merupakan pondasi utama seorang mukmin, apabila seseorang tidak ikhlas kepada Allah, ataupun mengharapkan agar seseorang melihatnya ataupun mengharapkan berbagai bentuk pujian yang disanjungkan kepadanya (yang lebih di kenal dengan sebutan riya’), maka amalan tersebut di hadapan Allah tidak ada artinya sedikitpun.

Yang dimaksud dengan riya’ adalah ketika seorang muslim memperlihatkan amalannya kepada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk kenikmatan dunia lainnya. Riya’ merupakan salah satu diantara cabang-cabang kemusrikan, sebagaimana yang di sabdakan oleh Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam– :

أَخْوَفُ ماَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِرْكُ الْلأَصْغَرُ – قَالُوا يَا رَسُوْلَ اللهِ : وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ . قَالَ : الرِّيَاءُ

“Yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu ?”, beliau menjawab, “yaitu Riya’ “. (HR. Ahmad, At-Thabrani dan Al-Baghawi dalam syarhu sunnah).

Riya’ merupakan suatu penyakit hati yang dapat menyelinap dan memasuki kepada hati siapa pun, entah orang yang berilmu, berkedudukan dan sebagainya. Karena riya’ merupakan bentuk perbuatan yang tidak terlihat wujudnya, karena terletak di dalam hati seseorang. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah agar senantiasa terhindar dari perbuatan Riya’.

Salaf dan ikhlas

1. Ya’kub pernah berkata, “Seseorang yang ikhlas ialah orang yang menyembunyikan segala bentuk kebaikan yang diamalkannya sebagaimana seseorang menyembunyikan segala bentuk kemaksiatan yang telah diperbuat.”
2. Ayyub pernah berkata : “Mengikhlaskan niat yang dikerjakan oleh seseorang lebih sulit dari pada bentuk amalan yang diniatkannya.”
3. Fudhail bin Iyyad pernah berkata : “Meninggalkan sesuatu amal karena suatu kepentingan manusia adalah bentuk Riya’. Dan mengerjakan sesuatu karena manusia adalah bentuk kesyirikan. Sedangkan ikhlas adalah ketika kamu di jauhkan oleh Allah dari dua perkara tersebut.”

Address

Gempol Joyo Gempol Pasuruan
Pasuruan
1557

Opening Hours

Monday 08:00 - 22:00
Tuesday 08:00 - 22:00
Wednesday 08:00 - 22:00
Thursday 08:00 - 22:00
Friday 08:00 - 22:00
Saturday 08:00 - 22:00
Sunday 08:00 - 22:00

Telephone

+62 812-8275-4556

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when jhon.yono properti posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to jhon.yono properti:

Share