16/04/2026
Nah Lho! Akhirnya Damai, Tapi Kok Dompet Juru Parkir Kayak Kena Cabe Level Satuan?
​PEKALONGAN, Warta Desa – Masih ingat drama "palang pintu" di Mie Gacoan kemarin yang bikin pengacaranya sampai curhat ke DPRD Kota Pekalongan soal keamanan investasi? Nah lho! Ternyata, tensi tinggi itu akhirnya mendingin juga di ruang Sat Intelkam Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (16/4).
​Setelah sempat "adem-adem panas", para pihak—mulai dari perwakilan juru parkir (jukir) warga lokal, manajemen pusat, sampai calon vendor e-parking—duduk bareng buat bagi-bagi "kue" parkir.
​Sentilan: Gaji 75 Ribu, Cukup Buat Apa di Zaman "Gacoan"?
​Mediasi yang katanya berlangsung alot itu akhirnya menelurkan kesepakatan: Vendor e-parking tetap jalan, tapi warga lokal nggak dibuang ke laut. Mereka tetap diberdayakan di outlet Imam Bonjol dan Urip Sumoharjo.
​Tapi tunggu dulu...
​Gaji per Hari: Rp75.000,- per orang.
​Logikanya: Kalau sehari dapat 75 ribu, sebulan (anggap 30 hari kerja tanpa libur demi dapur ngebul) cuma kantongin sekitar 2,2 jutaan.
​Waduh, kalau dibandingin sama omzet ribuan porsi mie yang lewat tiap hari, kok rasanya gaji segitu kayak cuma dapet "remah-remah pangsit goreng" ya? Padahal kemarin jukir sempat teriak soal kemajuan Gacoan. Nah lho! Majunya bareng-bareng atau jukirnya yang jalan di tempat nih?
​Sentilun: Vendor Tetap Tahta, Warga Dapat Jatah "Piket"
​Meskipun katanya "pemberdayaan warga", statusnya tetap di bawah ketiak vendor. Pihak ketiga tetap pegang kendali sistem, sementara warga lokal jadi eksekutor lapangan dengan tarif flat.
​“Istilah kata ini kata Bapak Jukir kemarin itu buat kemajuan Gacoan... Caaakkksss!” begitu bunyi salah satu celetukan di media sosial.
​Ya, semoga saja "kemajuan" yang dimaksud bukan cuma buat yang punya modal makin tajir, tapi juga buat warga sekitar yang sudah rela pasang badan jagain motor pelanggan dari panas dan hujan.
​Kondisi Terakhir
​Dengan kesepakatan ini, polemik resmi berakhir damai. Polisi tenang, vendor senang, manajemen nggak perlu lagi pusing lapor DPRD, dan pelanggan bisa kembali makan mie level iblis tanpa takut motornya disandera warga.
​Tapi ya itu tadi, Nah lho! Dengan gaji 75 ribu sehari di tengah harga beras yang lagi hobi "mendaki gunung", apakah jukir kita bakal benar-benar happy atau malah cuma bisa senyum getir sambil ngatur barisan motor? Kita lihat saja nanti, apakah damai ini permanen atau cuma "gencatan senjata" sampai ada kenaikan tarif parkir berikutnya!
​Semoga awet damainya, biar mienya nggak makin pedas karena bumbu konflik!
catatan: berita ini mengandung sentilan sentilun dan gaya bahasa satir. Baca pelan pelan aja.
sc mediapekalongan