Informasi Pekalongan

Informasi Pekalongan Berbagi Informasi Sekitar Pekalongan.

Kok biso-bisone kepikiran ngene bupatimu.Diduga Tidak Mau Keluarkan Gaji untuk Karyawan, Sejumlah Pekerja Kafe Milik Fad...
19/06/2026

Kok biso-bisone kepikiran ngene bupatimu.

Diduga Tidak Mau Keluarkan Gaji untuk Karyawan, Sejumlah Pekerja Kafe Milik Fadia Arafiq di Bigbos Didaftarkan Sebagai tenaga Outsourching atau tenaga alih daya di Pemkab Pekalongan.

Seperti yang diutarakan Yusril Eko Riyadi (25) yang mengaku sudah menjadi barista di Bigbos Selama 3 Tahun usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Pekalongan Kota pada Jumat (19/6/2026) siang. Yusril mengaku kaget dirinya terdaftar sebagai Outsourching saat menjalani pemeriksaan KPK.

Dok. Rohadi

Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Buaran Resmi Jadi Tersangka.Kamera đź“· Pekalongan Berita
28/05/2026

Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Buaran Resmi Jadi Tersangka.

Kamera đź“· Pekalongan Berita

Kalian jangan lupakan ini ya ,
28/05/2026

Kalian jangan lupakan ini ya ,

27/05/2026

Ponpes atau Padepokan?
Kyai / Dukun ?

Polresta Jogja menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Umbulharjo,...
26/04/2026

Polresta Jogja menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Sabtu (25/4) malam. Para tersangka terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 pengasuh.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengatakan penetapan dilakukan setelah gelar perkara. Polisi masih mendalami motif para pelaku.

“Untuk sementara kami tetapkan 13 orang sebagai tersangka,” ujarnya Sabtu (25/4/2026) malam.

Kasus ini mengungkap praktik pengasuhan yang jauh dari kata layak. Dari 103 anak yang pernah dititipkan, sebanyak 53 anak terverifikasi mengalami kekerasan fisik dan verbal.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Rizky Adrian, menyebut korban mayoritas berusia sangat rentan, mulai dari bayi 0–3 bulan hingga balita di bawah dua tahun.

“Anak-anak ditempatkan di ruangan sempit. Satu kamar ukuran 3x3 meter diisi hingga 20 anak. Ada yang diikat tangan dan kakinya, bahkan muntah dibiarkan,” ungkapnya.

Temuan medis memperlihatkan luka melepuh, bekas cubitan, cakaran, hingga luka di punggung dan bibir. Sejumlah anak juga mengalami gangguan pernapasan.

Saat ini, operasional daycare dihentikan dan lokasi dipasangi garis polisi. Polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka.

Sc

16/04/2026

Nah Lho! Akhirnya Damai, Tapi Kok Dompet Juru Parkir Kayak Kena Cabe Level Satuan?

​PEKALONGAN, Warta Desa – Masih ingat drama "palang pintu" di Mie Gacoan kemarin yang bikin pengacaranya sampai curhat ke DPRD Kota Pekalongan soal keamanan investasi? Nah lho! Ternyata, tensi tinggi itu akhirnya mendingin juga di ruang Sat Intelkam Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (16/4).

​Setelah sempat "adem-adem panas", para pihak—mulai dari perwakilan juru parkir (jukir) warga lokal, manajemen pusat, sampai calon vendor e-parking—duduk bareng buat bagi-bagi "kue" parkir.

​Sentilan: Gaji 75 Ribu, Cukup Buat Apa di Zaman "Gacoan"?
​Mediasi yang katanya berlangsung alot itu akhirnya menelurkan kesepakatan: Vendor e-parking tetap jalan, tapi warga lokal nggak dibuang ke laut. Mereka tetap diberdayakan di outlet Imam Bonjol dan Urip Sumoharjo.

​Tapi tunggu dulu...
​Gaji per Hari: Rp75.000,- per orang.
​Logikanya: Kalau sehari dapat 75 ribu, sebulan (anggap 30 hari kerja tanpa libur demi dapur ngebul) cuma kantongin sekitar 2,2 jutaan.
​Waduh, kalau dibandingin sama omzet ribuan porsi mie yang lewat tiap hari, kok rasanya gaji segitu kayak cuma dapet "remah-remah pangsit goreng" ya? Padahal kemarin jukir sempat teriak soal kemajuan Gacoan. Nah lho! Majunya bareng-bareng atau jukirnya yang jalan di tempat nih?

​Sentilun: Vendor Tetap Tahta, Warga Dapat Jatah "Piket"
​Meskipun katanya "pemberdayaan warga", statusnya tetap di bawah ketiak vendor. Pihak ketiga tetap pegang kendali sistem, sementara warga lokal jadi eksekutor lapangan dengan tarif flat.

​“Istilah kata ini kata Bapak Jukir kemarin itu buat kemajuan Gacoan... Caaakkksss!” begitu bunyi salah satu celetukan di media sosial.
​Ya, semoga saja "kemajuan" yang dimaksud bukan cuma buat yang punya modal makin tajir, tapi juga buat warga sekitar yang sudah rela pasang badan jagain motor pelanggan dari panas dan hujan.

​Kondisi Terakhir
​Dengan kesepakatan ini, polemik resmi berakhir damai. Polisi tenang, vendor senang, manajemen nggak perlu lagi pusing lapor DPRD, dan pelanggan bisa kembali makan mie level iblis tanpa takut motornya disandera warga.

​Tapi ya itu tadi, Nah lho! Dengan gaji 75 ribu sehari di tengah harga beras yang lagi hobi "mendaki gunung", apakah jukir kita bakal benar-benar happy atau malah cuma bisa senyum getir sambil ngatur barisan motor? Kita lihat saja nanti, apakah damai ini permanen atau cuma "gencatan senjata" sampai ada kenaikan tarif parkir berikutnya!

​Semoga awet damainya, biar mienya nggak makin pedas karena bumbu konflik!

catatan: berita ini mengandung sentilan sentilun dan gaya bahasa satir. Baca pelan pelan aja.

sc mediapekalongan

Gerobak gerobak para pedagang di Sragi terbakar misterius.đź“· : gobel
12/04/2026

Gerobak gerobak para pedagang di Sragi terbakar misterius.

đź“· : gobel

28/03/2026

Festival Balon Pekalongan Kota 2026

21/03/2026

Insiden kecil terjadi di Jalan Imam Bonjol, Pekalongan pagi ini (21/3). Sebuah mobil polisi yang sedang melintas terkena ledakan petasan kecil. Tidak ada laporan kerusakan serius, namun warga dihimbau untuk tidak menyalakan petasan di jalur lalu lintas. *Pekalonganinfo

Address

Pekalongan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Informasi Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share