16/07/2026
Banyak pemimpin kehilangan pengaruhnya, bukan karena kurang kompeten. Tetapi karena cara mereka berkomunikasi.
Seorang pemimpin setiap hari memberikan arahan, koreksi, keputusan, dan feedback.
Namun pertanyaannya...
Apakah komunikasi kita membuat orang ingin bertumbuh?
Atau justru membuat mereka takut berbicara?
Di sinilah pentingnya komunikasi asertif.
Komunikasi asertif bukan berarti berbicara keras.
Bukan juga selalu mengalah.
Tetapi mampu menyampaikan pesan dengan jelas, tegas, penuh rasa hormat, dan berorientasi pada solusi.
Pemimpin yang baik tidak menyerang pribadi.
Ia membahas perilaku.
Ia tidak menghakimi.
Ia mengajak melihat fakta.
Karena feedback terbaik selalu dibangun di atas data, observasi, dan tujuan yang jelas, bukan asumsi atau emosi sesaat.
Salah satu teknik sederhana yang bisa digunakan adalah Feedback Burger.
🥖 Awali dengan apresiasi yang tulus.
🥩 Sampaikan fakta, dampak, dan area yang perlu diperbaiki secara objektif.
🥖 Tutup dengan dukungan, harapan, dan kepercayaan bahwa orang tersebut mampu berkembang.
Orang mungkin lupa apa yang kita katakan.
Tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana cara kita membuat mereka merasa.
Pemimpin yang hebat bukan yang paling banyak berbicara.
Tetapi yang mampu membangun kepercayaan melalui setiap kata yang diucapkan.
Menurut Anda, mana yang lebih sulit: memberikan feedback atau menerima feedback?
Simpan postingan ini sebagai pengingat, dan bagikan kepada rekan atau pemimpin yang ingin membangun tim dengan komunikasi yang lebih sehat.