22/08/2022
Sedikit Pingin Meluruskan Tulisan Dalam Screenshot Ini, Yaitu Bahwa Tolok Ukur Serius Atau Tidaknya Seseorang Dalam Berhijrah Bukan Dilihat Dari Banyaknya Hafalannya Akan Tetapi Dilihat Pada Perubahan Sikap, Akhlak dan Bersihnya Hati Dari Dendam, Dengki dan Hasad...
Memang Benar Alangkah Baiknya Bagi yang Sudah Berhijrah Agar Memperbaiki Bacaan Al-Qur'an dan Mulai Memperbanyak Hafalannya Namun yang Perlu Diketahui Adalah Pada Dasarnya Kemampuan dan Kesibukkan Masing-masing Insan Tidaklah Sama Terlebih Dalam Menghafal Al-Qur'an..
Belum Lagi Ada yang Sudah Lama Berhijrah Namun Selama Bertahun-tahun Belum Menemukan Guru yang Membimbing Untuk Menghafal Al-Qur'an, Tentu Saja Tidak Bisa Langsung Kita Katakan Tidak Serius Dalam Berhijrah..
Lalu Bagaimana Dengan Mereka yang Baru Berhijrah Memasuki Usia Senja dan Baru Memulai Belajar Membaca Al-Qur'an Apakah Bisa Dikatakan Hijrahnya Tidak Serius??, Tentu Tidak Bisa Digeneralisir..
Karena Jika Melihat Banyaknya Hafalan, Maka Betapa Banyak Orang-orang Dari Kalangan Khawarij Bahkan Missionaris yang Notabenenya Adalah Non-Muslim yang Hafal Al-Qur'an 30 Juz (Bukan Cuma Juz 30)..
Kalau Boleh Jujur, Bahkan Saya Pun Dulu Mulai Menghafalkan Al-Qur'an Saat Belum Mengenal Manhaj Salaf yang Mulia Ini...
Sebagai Pengajar Al-Qur'an InsyaaAllãh Saya Sudah Faham Betull Macam-macam Kesulitan yang Dialami Banyak Orang Dalam Menghafal Al-Qur'an Meskipun Hanya Juz 30 Misalnya, Karena Memang Tidak Semua Orang Mendapatkan Taufiq Dari Allãh Berupa Kemudahan Dalam Menghafalkan Al-Qur'an Terlebih Untuk Mendapatkan Guru yang Aqidah dan Manhaj-nya Lurus Dalam Membimbing Hafalan Al-Qur'an.
Src: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid024mri6at8hyKUjH5K9Cwsab7cqXvzJRvYy3Upop2wwNK2YTj4CU2YaXhFbcD9qLbFl&id=100002293997644