Ponorogo Komunitas Online

Ponorogo Komunitas Online Forum Komunitas dan Informasi Online Ponorogo. Media aspirasi warga dan menciptakan suasana kampung Ponorogo dimanapun berada. matur nuwun.

Perhatian untuk para member :
- Halaman ini merupakan sarana diskusi umum.
- Halaman ini sangat berguna jika semua anggota dapat saling membantu dalam mendapakan informasi yang dibutuhkan.
- Komunitas ini merupakan komunitas bersama jadi harap menjaga sopan santun dan etiket dalam berdiskusi
- Semua anggota diharapkan berpartisipasi aktif dalam memberikan tanggapan dan respon terhadap topik diskusi tertentu.
- Semua anggota diwajibkan membaca aturan umum ini dan etiket forum, serta menghormati karyawan lainnya.
- Mohon sekiranya untuk TIDAK meng-IKLAN-kan sesuatu apapun kecuali tentang wilayah PONOROGO!
- DILARANG MENAWARKAN BARANG ( JUAL BELI ) DALAM BENTUK APAPUN!
- DILARANG saling MENGHUJAT MENGOLOK ataupun sejenis yang bisa menimbulkan isu SARA! bagi sedulur yang berminat menjadi Donatur/Sponsor, silakan salurkan donasi anda ke Rekening Bank POzone

atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Fahd A Rafiq “Hat-trick” Kasus Korupsi, Dokter Tirta Sentil Budaya Rakus dan Fee ProyekKembali berurusan dengan Komisi P...
16/09/2026

Fahd A Rafiq “Hat-trick” Kasus Korupsi, Dokter Tirta Sentil Budaya Rakus dan Fee Proyek

Kembali berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fahd El Fouz Arafiq alias Fahd A Rafiq menjadi sorotan. Perkara terbaru yang menyeretnya berkaitan dengan dugaan rasuah dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor.

Perkara ini juga disebut sebagai “hat-trick” bagi Fahd karena menjadi kasus ketiga yang menyeret namanya dalam perkara korupsi.

Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan dari dokter dan figur publik Dokter Tirta.

Dalam pernyataannya, Dokter Tirta tidak hanya menyoroti soal besarnya uang yang diduga berputar dalam perkara korupsi. Ia justru mempertanyakan mentalitas orang yang masih terus mengejar kekayaan melalui komisi atau fee proyek, meskipun secara materi sudah memiliki banyak.

Menurut Dokter Tirta, di luar sana masih banyak masyarakat yang harus bersusah payah bekerja keras hanya untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang relatif kecil. Sementara itu, praktik korupsi dapat membuat seseorang memperoleh uang dalam jumlah sangat besar melalui proyek dan fee.

Ia kemudian mengingatkan bahwa persoalan tersebut bukan hanya mengenai uang.

Ada persoalan mengenai contoh dan budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dokter Tirta menggambarkan kekhawatirannya apabila generasi muda melihat pejabat atau orang yang memiliki kekuasaan justru mendapatkan kekayaan melalui korupsi.

Bisa muncul pemikiran:

“Buat apa susah payah bekerja keras? Lihat yang di atas, pejabat saja korup.”

Menurutnya, pola pikir seperti itu berbahaya karena dapat membuat korupsi perlahan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Dokter Tirta juga menyinggung soal rasa cukup.

Ia mempertanyakan untuk apa seseorang terus mengejar kekayaan hingga puluhan, bahkan ratusan miliar rupiah jika kebutuhan hidup sebenarnya sudah terpenuhi.

“100 M, 200 M, meh kanggo opo duitmu?” demikian nada sindirannya.

Ia menilai persoalan tersebut pada akhirnya berkaitan dengan kerakusan, ketamakan, dan hilangnya rasa cukup.

Pesan Dokter Tirta kemudian diarahkan kepada generasi setelah kita.

Menurutnya, manusia hanya sementara hidup di dunia. Setelah itu, generasi berikutnyalah yang akan meneruskan kehidupan.

Karena itu, perilaku orang-orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketika kerja keras dan kejujuran kalah populer dibandingkan jalan pintas untuk memperoleh kekayaan, maka yang dikhawatirkan bukan hanya kerugian negara akibat korupsi.

Tetapi juga lahirnya budaya baru yang menganggap korupsi sebagai jalan mudah untuk menjadi kaya.

Dan dari sinilah kritik Dokter Tirta terhadap istilah “hat-trick korupsi” menjadi lebih luas.

Bukan sekadar tentang berapa kali seseorang berurusan dengan KPK.

Tetapi tentang pertanyaan yang lebih mendasar:

Kalau orang-orang yang menjadi panutan justru terbiasa mengambil keuntungan dari jabatan dan proyek, nilai seperti apa yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya? (Admin Mumet)

“Mafia Tanah Tidak Akan Pernah Hilang, Sampai Kiamat Kurang Dua Hari.”Pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala B...
16/09/2026

“Mafia Tanah Tidak Akan Pernah Hilang, Sampai Kiamat Kurang Dua Hari.”

Pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid itu mungkin terdengar seperti kalimat biasa ketika disampaikan pada akhir 2025. Namun, setelah KPK melakukan OTT di lingkungan ATR/BPN dan menyita uang sekitar Rp106,3 miliar, kalimat tersebut kini terasa kembali muncul ke permukaan.

Publik tentu bertanya-tanya: apakah ucapan Nusron kala itu sedang menggambarkan kenyataan yang memang terjadi di dalam institusinya?

Nusron sebelumnya menjelaskan bahwa mafia tanah tidak akan pernah benar-benar hilang selama masih ada manusia yang mencari celah untuk berbuat curang. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya soal orang luar yang mencoba bermain, tetapi juga menyangkut integritas orang dalam BPN.

Dan di sinilah persoalannya menjadi menarik.

Dalam OTT KPK terkait dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor, lembaga antirasuah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Di antaranya terdapat Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN Lampri serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung.

Yang membuat sorotan publik semakin tajam, KPK menyebut empat dari delapan tersangka diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.

Belum berhenti di situ.

KPK menyita uang dan barang bukti dengan nilai sekitar Rp106,3 miliar, terdiri atas rupiah dan sejumlah mata uang asing. Sebagian uang tersebut, menurut KPK, ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang disebut sebagai salah satu orang kepercayaan Nusron.

Maka wajar jika kemudian muncul pertanyaan di tengah masyarakat:

Kalau mafia tanah memang akan selalu ada sampai “kiamat kurang dua hari”, lalu bagaimana dengan orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan pertanahan itu sendiri?

Apakah Nusron akan ikut terseret?

Untuk saat ini, jawabannya belum bisa disimpulkan demikian.

Nama Nusron memang muncul dalam konteks hubungan dengan sejumlah tersangka yang disebut KPK sebagai orang kepercayaannya. Namun, keterkaitan tersebut tidak otomatis berarti Nusron terlibat dalam tindak pidana. Sampai perkembangan terakhir yang diberitakan, KPK belum menetapkan Nusron sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Justru di titik inilah publik sedang menunggu.

Apakah kasus ini berhenti pada sejumlah pejabat dan perantara yang sudah ditetapkan sebagai tersangka?

Ataukah penyidikan KPK akan membuka lapisan yang lebih jauh?

Sebab KPK sendiri telah menyatakan bahwa mereka menduga terdapat tindak pidana korupsi lain di lingkungan ATR/BPN selain perkara pengurusan HGB Summarecon Bogor.

Bahkan dalam perkara HGB tersebut, KPK mengungkap adanya komunikasi antara pihak swasta dengan Erwin, yang disebut sebagai pihak swasta dan diduga orang kepercayaan Nusron, dalam upaya membuka blokir dan memecah HGB. KPK juga mengungkap dugaan permintaan uang Rp2 miliar yang kemudian dinegosiasikan menjadi Rp1,5 miliar.

Di sinilah pernyataan Nusron tentang integritas internal BPN kembali menjadi relevan.

Dulu ia mengatakan bahwa mafia tanah tidak akan bisa bergerak tanpa adanya orang dalam yang membuka jalan.

Sekarang, publik tinggal menunggu apakah prinsip yang pernah ia sampaikan itu akan benar-benar dibuktikan melalui proses hukum.

Sebab persoalannya bukan lagi sekadar apakah mafia tanah bisa hilang atau tidak.

Pertanyaan yang lebih besar adalah:

Seberapa jauh negara mampu membersihkan orang-orang di dalam sistem yang justru diduga menjadi pintu masuk bagi permainan mafia tanah?

Dan untuk Nusron Wahid, pertanyaan publik saat ini bukan semata-mata “Apakah Menteri ikut terseret?”

Tetapi:

“Seberapa jauh KPK akan membawa perkara ini, dan apakah penyidik nantinya menemukan keterlibatan pihak yang lebih tinggi?”

Jawabannya tentu harus menunggu proses penyidikan dan bukti hukum.

Karena dalam perkara sebesar ini, dugaan tetaplah dugaan, kedekatan bukan otomatis keterlibatan, dan pertanggungjawaban pidana harus dibuktikan dengan alat bukti.

Namun satu hal sudah jelas: ucapan “mafia tanah sampai kiamat kurang dua hari” kini kembali menjadi bahan perbincangan publik—justru ketika lembaga yang dipimpin Nusron sedang menghadapi salah satu kasus korupsi pertanahan paling mencolok dalam beberapa waktu terakhir. (Admin Tampan)

Pohon Dibakar hingga Roboh Melintang di Jalur Ponorogo–Madiun, Sempat Picu KemacetanPONOROGO — Sebuah pohon peneduh di j...
16/09/2026

Pohon Dibakar hingga Roboh Melintang di Jalur Ponorogo–Madiun, Sempat Picu Kemacetan

PONOROGO — Sebuah pohon peneduh di jalur utama Ponorogo–Madiun, tepatnya di kawasan utara Terminal Seloaji, roboh melintang ke badan jalan setelah diduga dibakar oleh orang tak bertanggung jawab.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam. Dari kondisi yang terlihat, bagian pohon tampak terbakar dengan bara api masih menyala. Pohon yang berada di tepi jalan itu kemudian roboh hingga menghalangi jalur kendaraan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pohon yang tumbang ke badan jalan sempat menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan selama beberapa saat.

Petugas kemudian bergerak melakukan penanganan. Dinas Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum (DLH-PU) Kabupaten Ponorogo segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi pohon yang melintang di jalan. Setelah dilakukan penanganan, pohon akhirnya berhasil dipinggirkan sehingga arus lalu lintas kembali dapat dilalui.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena pohon tersebut merupakan bagian dari tanaman peneduh di sepanjang jalan yang telah tumbuh dan memberikan manfaat selama bertahun-tahun. Ketika pohon sengaja dibakar, dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Terlebih, api yang membakar bagian bawah pohon dapat melemahkan struktur batang. Jika pohon kemudian roboh secara tiba-tiba, pengendara yang melintas bisa menjadi korban.

Bekas Pembakaran Juga Terlihat di Stadion Batoro Katong

Fenomena serupa juga terlihat di kawasan Stadion Batoro Katong, Ponorogo. Sejumlah pohon di sekitar kawasan tersebut tampak mengalami bekas terbakar pada bagian bawah batang.

Kondisi tersebut diduga akibat pembakaran sampah daun yang dikumpulkan di sekitar pangkal pohon. Kebiasaan membakar sampah di dekat pohon seperti ini tetap berisiko karena panas dan api dapat merusak kulit batang hingga jaringan pohon.

Kawasan stadion dan fasilitas olahraga seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman, sehat, dan bebas dari asap pembakaran sampah.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak membakar sampah apa pun di sekitar Stadion Batoro Katong maupun di kawasan pepohonan, terlebih dengan menumpuk sampah tepat di pangkal pohon.

Sampah mungkin bisa dibersihkan dalam hitungan jam. Namun, pohon yang mati akibat terbakar membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali tumbuh besar. (Admin Idaman)

BAU MENYENGAT DI JEMBATAN SELOPAYUNG, TUMPUKAN SAMPAH MEMENUHI ALIRAN KALIBagi warga yang sering melintas jalur Ngasinan...
16/09/2026

BAU MENYENGAT DI JEMBATAN SELOPAYUNG, TUMPUKAN SAMPAH MEMENUHI ALIRAN KALI

Bagi warga yang sering melintas jalur Ngasinan ke arah selatan, khususnya di sekitar Jembatan Selopayung, mungkin sudah tidak asing dengan bau menyengat yang tercium di kawasan tersebut.

Terlebih pada malam hari, aroma tidak sedap disebut semakin terasa dan cukup mengganggu pengguna jalan yang melintas.

Namun, persoalannya ternyata bukan hanya soal bau.

Dalam sebuah postingan yang dibagikan Ahmad Al Bungkali, terlihat tumpukan sampah memenuhi aliran air tepat di bawah kawasan jembatan.

Berbagai jenis sampah tampak menumpuk di sepanjang aliran, mulai dari kantong plastik hingga sampah rumah tangga lainnya.

Kondisi ini tentu patut menjadi perhatian, terlebih ketika musim hujan tiba. Tumpukan sampah di aliran air berpotensi menghambat aliran apabila debit air meningkat, sementara sampah yang terbawa arus juga dapat menumpuk di titik-titik lain.

"Bihh Jan... ra umum lurr.
Di jarne kok tambah dodro ki piye... 😔", tulisnya.

Lokasi ini berada di sekitar Jembatan Sungai Selopayung, kawasan perbatasan Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, dan Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Monggo, bagi siapa pun yang masih membuang sampah ke kali, semoga bisa lebih sadar.

Kali iku dudu panggonan kanggo mbuwang sampah.
Lingkungan iki duweke awake dhewe, ayo dijogo bareng-bareng.

Komeno lurr, menowo sing gawe ngguak iso maca lan sadar.



Sumber foto/postingan: Ahmad Al Bungkali

Rp106,3 Miliar dalam Koper: Membongkar Dugaan Permainan di Balik Urusan HGB BogorJAKARTA — Operasi Tangkap Tangan (OTT) ...
16/09/2026

Rp106,3 Miliar dalam Koper: Membongkar Dugaan Permainan di Balik Urusan HGB Bogor

JAKARTA — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membuka dugaan serius mengenai bagaimana urusan administrasi pertanahan dapat berubah menjadi ladang transaksi ilegal.

Bukan sekadar perkara suap dalam jumlah kecil. Dalam operasi yang digelar di wilayah Jabodetabek pada Senin, 14 September 2026, KPK mengamankan barang bukti uang tunai dan valuta asing dengan nilai keseluruhan sekitar Rp106,3 miliar.

Uang tersebut ditemukan di sejumlah lokasi, termasuk kediaman mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Dari rumah tersebut, penyidik menemukan uang Rp31,86 miliar, ditambah 2.611.500 dolar AS, 1.974.500 dolar Singapura, 910 riyal Arab Saudi, dan 981 ringgit Malaysia. Uang dikemas dalam koper, kardus, dan boks.

Besarnya uang yang ditemukan menjadi salah satu aspek paling mencolok dalam perkara ini.

Sebab, perkara yang sedang dibongkar KPK bukanlah transaksi bisnis biasa. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan pembukaan blokir serta pemecahan Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Di sinilah persoalannya menjadi jauh lebih serius.

Ketika urusan tanah diduga memiliki "harga"

Menurut konstruksi perkara yang dipaparkan KPK, persoalan bermula dari adanya pemblokiran terhadap sejumlah sertifikat HGB Summarecon setelah muncul gugatan ahli waris.

Dalam perkembangannya, muncul komunikasi antara pihak perusahaan, perantara, dan sejumlah pihak yang memiliki akses terhadap proses pertanahan.

KPK mengungkap dugaan adanya permintaan fee dengan kode tertentu untuk membuka blokir dan memproses penerbitan atau pemecahan sertifikat. Salah satu angka yang disebut dalam konstruksi perkara adalah Rp2 miliar.

Jika konstruksi tersebut terbukti di persidangan, maka persoalannya bukan semata-mata mengenai uang suap.

Yang dipertaruhkan adalah integritas pelayanan pertanahan.

Sebab sertifikat tanah merupakan dokumen hukum yang menentukan hak seseorang maupun badan usaha atas sebidang tanah. Ketika proses administratif tersebut diduga dapat dipengaruhi dengan uang, maka muncul pertanyaan mendasar: apakah keputusan pertanahan benar-benar lahir dari prosedur hukum, atau justru dari siapa yang mampu membayar?

Delapan tersangka dan rantai yang mulai terlihat

KPK kemudian menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Direktur Utama Summarecon Adrianto Pitojo Adi, pihak swasta Rizal Pahlevi, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, serta Erwin dan Muhammad Fakhry.

KPK menyebut Arif, Fahd, Erwin, dan Muhammad Fakhry sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Namun, status tersebut tidak otomatis berarti Menteri Nusron Wahid terlibat dalam tindak pidana. KPK masih melakukan pendalaman untuk menentukan bagaimana hubungan para tersangka tersebut dengan perkara dan ke mana aliran uang sebenarnya bermuara.

Uang siapa?

Pertanyaan paling besar justru berada di balik tumpukan uang tersebut.

Dari mana uang puluhan miliar rupiah dan valuta asing itu berasal?

Untuk kepentingan apa uang tersebut dikumpulkan?

Siapa yang menyerahkan?

Siapa yang menerima?

Dan yang paling penting, siapa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir aliran uang tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu kini menjadi pekerjaan KPK.

Arif Sugiyanto sendiri disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid. Namun, apabila muncul klaim bahwa uang tersebut berkaitan dengan pihak lain, klaim itu tetap harus dibuktikan melalui alat bukti, pemeriksaan saksi, dokumen, komunikasi elektronik, serta penelusuran aliran dana.

Karena dalam perkara korupsi, pengakuan seseorang bukanlah akhir dari penyidikan. Justru dari sanalah pembuktian harus dimulai.

Bukan hanya soal Rp106,3 miliar

Kasus ini akhirnya membawa kita pada persoalan yang jauh lebih besar daripada nominal uang sitaan.

Pertanahan adalah sektor yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat, investasi, pembangunan, dan kepastian hukum.

Karena itu, dugaan permainan dalam proses HGB bukan sekadar cerita mengenai koper berisi uang.

Ini menyangkut dugaan adanya pihak yang mencoba mengubah kewenangan negara menjadi komoditas yang bisa diperjualbelikan.

Jika seluruh dugaan KPK nantinya terbukti di pengadilan, kasus ini akan menunjukkan bagaimana jaringan antara pejabat, orang dekat pejabat, pihak swasta, dan perantara diduga dapat bekerja untuk memengaruhi proses administrasi pertanahan.

Namun apabila ada pihak yang disebut dalam perkara tetapi belum terbukti melakukan tindak pidana, proses hukum tetap harus membedakan secara tegas antara kedekatan, hubungan, dugaan, dan keterlibatan pidana yang telah terbukti.

Untuk saat ini, satu hal sudah terang:

KPK menemukan uang sekitar Rp106,3 miliar dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan dari tumpukan uang yang memenuhi koper serta kardus itu, penyidik kini harus membongkar satu pertanyaan terbesar: siapa yang berada di balik aliran uang tersebut dan untuk kepentingan apa uang itu dikumpulkan?

QORIE TINGGAL 192 KILOMETER LAGI, 3.000 KM RACE AROUND JAVA SEGERA BERAKHIRBayangkan harus mengelilingi Pulau Jawa denga...
16/09/2026

QORIE TINGGAL 192 KILOMETER LAGI, 3.000 KM RACE AROUND JAVA SEGERA BERAKHIR

Bayangkan harus mengelilingi Pulau Jawa dengan sepeda sejauh 3.000 kilometer, menghadapi sekitar 30.000 meter total tanjakan, namun tanpa mobil support dan tanpa kru yang selalu mendampingi.

Itulah yang sedang dijalani Qorie Muhammad Herdiansyah dalam ajang Race Around Java 2026.

Setelah lebih dari 11 hari berada di atas sepeda, perjalanan Qorie kini benar-benar memasuki fase terakhir.

Berdasarkan data pelacakan Follow My Challenge yang terlihat pada pukul 08.29 WIB, Qorie berada di posisi pertama dengan jarak sekitar 2.804,55 kilometer atau sudah menyelesaikan 93,6 persen dari total rute.

Artinya, tinggal sekitar 192,49 kilometer lagi sebelum roda sepeda Qorie mencapai garis finis di Jakarta.

Dan menariknya, sistem pelacakan saat itu memperkirakan waktu yang dibutuhkan menuju finis sekitar 7 jam 30 menit.

Jika posisi tersebut tercatat sekitar pukul 08.29 WIB, maka secara estimasi tracker, Qorie berpotensi tiba di garis finis sekitar pukul 16.00 WIB, selama tidak terjadi kendala berarti di perjalanan.

Namun, perjalanan menuju angka 2.800 kilometer ini tentu bukan perjalanan biasa.

Data tracker mencatat Qorie sudah berada di lintasan selama 11 hari 2 jam 28 menit.

Dari total waktu tersebut, sekitar 5 hari 22 jam 23 menit merupakan waktu bergerak atau moving time, sedangkan 5 hari 4 jam 4 menit digunakan untuk berhenti, beristirahat, tidur, makan, dan kebutuhan lainnya.

Dengan kata lain, sekitar 53 persen waktunya digunakan untuk bergerak, sementara 47 persen digunakan untuk berhenti.

Selama perjalanan, kecepatan rata-rata ketika bergerak tercatat mencapai 19,70 kilometer per jam.

Sementara jika seluruh waktu perjalanan—termasuk berhenti dan istirahat—dihitung, rata-rata kecepatan rutenya berada di angka 10,52 kilometer per jam.

Tracker juga mencatat rata-rata jarak harian Qorie mencapai sekitar 252,59 kilometer per hari.

Angka tersebut menggambarkan betapa panjang dan konsistennya perjalanan yang harus dijalani untuk bisa mempertahankan posisi di barisan terdepan.

JARAK DENGAN PESAING SUDAH LEBIH DARI 148 KILOMETER

Keunggulan Qorie juga terlihat jelas pada papan klasemen.

Dalam pembaruan yang sama, Qorie berada di peringkat pertama dengan catatan 2.803,33 kilometer pada tabel leaderboard.

Di posisi kedua terdapat Heru Febrianta dengan 2.655,24 kilometer.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 148,09 kilometer antara Qorie dan pesaing terdekatnya.

Sementara Ankit Kumar berada di posisi ketiga dengan jarak 2.588,49 kilometer, atau tertinggal sekitar 214,84 kilometer dari Qorie.

Di bawahnya masih terdapat peserta lain yang terus menyelesaikan perjalanan, di antaranya Benyamin Benny Kurniawan dengan 2.577,18 kilometer dan Henki Prasetia Kurniawan dengan 2.372,79 kilometer.

Perbedaan angka 2.803,33 km pada leaderboard dan 2.804,55 km pada detail tracker Qorie kemungkinan terjadi karena data leaderboard dan detail pelacakan diperbarui pada waktu yang sedikit berbeda.

DARI JAKARTA, KEMBALI LAGI KE JAKARTA

Perjalanan ini dimulai dari Jakarta pada 5 September 2026.

Dari ibu kota, Qorie bergerak menyusuri berbagai wilayah di Pulau Jawa, melewati jalur selatan, menuju Jawa Timur, kemudian kembali bergerak ke Jawa Tengah dan akhirnya mengambil jalur menuju Bandung sebelum kembali ke Jakarta.

Setiap kilometer membawa Qorie semakin dekat dengan tujuan terakhir.

Kini tinggal 192 kilometer.

Setelah lebih dari 11 hari berada di lintasan, setelah ribuan kilometer perjalanan dan puluhan ribu meter akumulasi tanjakan, garis finis sudah berada di depan mata.

Dari 3.000 kilometer, 2.804 kilometer sudah dilewati.

Tinggal satu bagian terakhir.

Sekitar 192 kilometer menuju Jakarta.

Dan jika estimasi tracker bertahan, sekitar 7 jam 30 menit lagi perjalanan panjang Qorie Muhammad Herdiansyah di Race Around Java 2026 akan mencapai titik akhirnya.

Jakarta menjadi tempat dimulainya perjalanan.
Dan Jakarta p**a yang kini tinggal menunggu kedatangannya. (Admin Racing)

KEMBARAN DENNY CAKNAN DARI JERUKLEGI? WAJAHNYA BIKIN NETIZEN SALFOKJagat media sosial kembali dibuat heboh oleh kemuncul...
16/09/2026

KEMBARAN DENNY CAKNAN DARI JERUKLEGI? WAJAHNYA BIKIN NETIZEN SALFOK

Jagat media sosial kembali dibuat heboh oleh kemunculan seorang pemuda bernama Rafiq Abdurrahman, asal Jeruklegi, Cilacap.

Bukan karena menjadi penyanyi baru, Rafiq justru mencuri perhatian karena wajahnya dinilai memiliki kemiripan yang cukup kuat dengan penyanyi pop Jawa, Denny Caknan.

Kemiripan itu semakin terlihat ketika Rafiq siaean langsung bernyanyi di media sosialnya. Mengenakan jaket hitam dan memegang mikrofon, ia membawakan lagu “Sampek Tuwek”, salah satu lagu yang juga dikenal luas lewat Denny Caknan.

Menariknya, bukan hanya wajah yang membuat orang salah fokus. Ekspresi, gaya bernyanyi, hingga gesturnya saat menghayati lagu disebut-sebut semakin mengingatkan netizen pada sosok Denny Caknan.

Tak heran, kolom komentar pun dipenuhi berbagai candaan. Ada yang menyebut Rafiq sebagai “Denny Caknan versi hemat”, ada p**a yang menganggapnya seperti Denny Caknan pada masa awal karier.

Entah benar-benar mirip atau hanya kebetulan, yang jelas kemunculan Rafiq berhasil membuat banyak orang berhenti scroll dan memperhatikan videonya.

Menurut kalian, mirip nggak? 👀

SOPIR ROMBONGAN TOMI GWIJANGGE DIDUGA DITAHAN TPNPB, BERUJUNG KABAR PENEMBAKANWAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN — Peristiwa yang ...
16/09/2026

SOPIR ROMBONGAN TOMI GWIJANGGE DIDUGA DITAHAN TPNPB, BERUJUNG KABAR PENEMBAKAN

WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN — Peristiwa yang menimpa seorang sopir lajuran bernama Aris Sanda, warga asal Toraja, menjadi perhatian setelah kendaraan yang dibawanya untuk menjemput sejumlah penumpang dilaporkan dihadang kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena–Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

Informasi yang beredar menyebut Aris akan membawa rombongan masyarakat yang dikaitkan dengan Tomi Gwijangge, dalam perjalanan dari Wamena menuju wilayah Mbua. Kendaraan tersebut kemudian dihentikan di kawasan sekitar Gunung Boy/Pertigaan Danau Habema.

Sejumlah penumpang disebut dipaksa turun dan kemudian dilepaskan. Sementara Aris, yang merupakan warga pendatang asal Toraja, tetap ditahan oleh kelompok bersenjata.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai Aris berada bersama sejumlah orang bersenjata. Dalam video tersebut, pria itu diminta mengangkat bendera dan menyampaikan pernyataan mengenai dukungan terhadap kemerdekaan Papua. Laporan media lokal menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIT. Aparat menyatakan informasi tersebut masih didalami.

MASYARAKAT DIJEMPUT

Di tengah situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh intelektual dan mahasiswa dari Wamena/Ilekma kemudian melakukan upaya penjemputan terhadap rombongan masyarakat yang sebelumnya berada di lokasi.

Menurut notulensi pertemuan yang beredar, masyarakat akhirnya berhasil dijemput dan dalam keadaan selamat.

Namun dalam proses penjemputan tersebut, tim disebut mendapat ancaman dan todongan senjata dari kelompok TPNPB dan diperintahkan untuk kembali.

Pada tahap itu, informasi yang diterima masyarakat menyebut Aris Sanda masih berada dalam penahanan kelompok bersenjata, sehingga dilakukan upaya negosiasi untuk keselamatan dan pembebasannya.

KABAR BERUBAH: SOPIR DIKLAIM TELAH DITEMBAK

Perkembangan berikutnya justru membawa kabar duka.

Sejumlah media Papua melaporkan bahwa Aris Sanda kemudian ditembak hingga meninggal dunia, dan kendaraan lajuran yang digunakannya disebut dibakar. Laporan tersebut menyebut peristiwa terjadi di kawasan Gunung Boy ketika Aris membawa penumpang dari Wamena menuju Mbua.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, juga menyatakan kelompok yang menyebut dirinya TPNPB Kodap III Ndugama Darakma bertanggung jawab atas penembakan seorang sopir di jalur Trans Wamena–Nduga sekitar pukul 09.25 WIT pada 15 September 2026.

Dalam pernyataannya, TPNPB menuduh korban sebagai agen intelijen militer yang menyamar sebagai sopir. Tuduhan tersebut merupakan klaim dari pihak TPNPB dan belum terverifikasi secara independen.

Laporan lain menyebut Aris sebelumnya dipaksa membuat pernyataan dukungan terhadap Papua merdeka sebelum kemudian ditembak. Namun, detail lengkap mengenai urutan kejadian tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.

DARI INFORMASI PENAHANAN MENJADI KABAR DUKA

Dengan demikian, rangkaian informasi yang berkembang pada 15 September menunjukkan situasi yang berubah cukup cepat.

Awalnya, masyarakat dalam rombongan berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat, sementara sopir mereka masih dilaporkan berada dalam penahanan kelompok bersenjata.

Namun beberapa jam kemudian muncul laporan bahwa sopir tersebut telah ditembak.

Aris Sanda, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir lajuran, dilaporkan menjadi korban dalam kekerasan bersenjata di jalur Wamena–Nduga.

Hingga laporan ini disusun, sejumlah detail penting—termasuk verifikasi independen mengenai identitas korban, kronologi lengkap penembakan, kondisi jenazah, serta motif sebenarnya—masih menunggu keterangan resmi dari aparat atau pihak berwenang.

Peristiwa ini kembali menunjukkan risiko yang dihadapi masyarakat sipil yang beraktivitas di wilayah konflik bersenjata Papua Pegunungan.

Satu sopir berangkat membawa penumpang. Rombongan berhasil dip**angkan. Tetapi sopirnya justru dikabarkan tidak kembali.

Semoga keluarga Aris Sanda diberi kekuatan dan seluruh masyarakat sipil yang berada di wilayah konflik mendapatkan perlindungan.

AMPB GERUDUK BANK MANDIRI PATI, LEMPAR TELUR BUSUK DAN TUNTUT TRANSPARANSI REKENINGPATI — Massa Aliansi Masyarakat Pati ...
15/09/2026

AMPB GERUDUK BANK MANDIRI PATI, LEMPAR TELUR BUSUK DAN TUNTUT TRANSPARANSI REKENING

PATI — Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi kantor Bank Mandiri Cabang Pati, Selasa, 15 September 2026.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes massa terkait persoalan rekening milik Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, yang sebelumnya sempat mengalami pemblokiran atau penundaan transaksi.

Rekening tersebut disebut berisi dana pribadi sekaligus donasi masyarakat sekitar Rp80,9 juta yang digunakan untuk mendukung operasional aksi AMPB di Gedung DPR RI.

Dalam aksi di depan kantor Bank Mandiri Pati, massa membawa mobil komando dan sejumlah spanduk. Massa juga melakukan aksi mural.

Situasi memanas ketika sejumlah peserta aksi melempar telur busuk ke arah gedung Bank Mandiri sebagai bentuk kekecewaan terhadap persoalan pemblokiran rekening tersebut.

Meski rekening tersebut disebut telah dibuka kembali sejak akhir Agustus 2026, setelah persoalan itu mendapat perhatian dari DPR, AMPB tetap meminta penjelasan lebih lanjut.

Mereka menuntut transparansi mengenai dasar hukum, regulasi, serta alasan teknis yang menjadi dasar penundaan transaksi atau pemblokiran rekening tersebut.

Sementara itu, Bank Mandiri sebelumnya menjelaskan bahwa penundaan transaksi atau pembekuan rekening dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Dengan demikian, persoalan yang kini dipersoalkan AMPB bukan semata-mata apakah rekening tersebut sudah kembali bisa digunakan, tetapi mengapa rekening tersebut sebelumnya diblokir dan atas dasar hukum serta permintaan siapa tindakan tersebut dilakukan.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang beredar, AMPB menjadwalkan aksi di Bank Mandiri Pati selama empat hari, 15 hingga 18 September 2026, dengan estimasi sekitar 200 peserta.

Rekening sudah dibuka kembali. Namun AMPB masih menuntut satu hal: transparansi mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik pemblokiran rekening tersebut.

MASJID AL IKHLAS SOROITO TERBAKAR USAI SALAT ZUHUR, API DIDUGA BERASAL DARI RUANG SOUND SYSTEMPONOROGO — Suasana di seki...
15/09/2026

MASJID AL IKHLAS SOROITO TERBAKAR USAI SALAT ZUHUR, API DIDUGA BERASAL DARI RUANG SOUND SYSTEM

PONOROGO — Suasana di sekitar Masjid Al Ikhlas Soroito, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, mendadak berubah panik pada Selasa (15/9/2026) siang.

Masjid yang berada di belakang kawasan pertokoan pertigaan Ngepos itu terbakar sekitar pukul 12.15 WIB, tidak lama setelah jemaah selesai melaksanakan salat Zuhur berjamaah.

Kobaran api pertama kali diketahui muncul dari bagian dalam masjid. Lokasinya berada di sebuah ruangan di sebelah utara tempat imam, yang digunakan untuk menyimpan perangkat sound system dan berbagai peralatan pengeras suara.

Mengutip laporan jurnalis Radio Gema Surya 94,2 Fm , Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menyebut api diduga kuat bermula dari ruangan tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik pada perangkat sound system. Percikan api kemudian berkembang menjadi kobaran dan asap menyebar ke bagian serambi serta sisi selatan bangunan.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi. Proses pemadaman dilakukan bersama warga untuk mencegah api menjalar ke bangunan di sekitar masjid, mengingat lokasinya berada di kawasan yang cukup padat dan berdekatan dengan pertokoan.

Kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup parah. Bagian depan masjid, terutama area sekitar tempat imam hingga serambi, mengalami kerusakan berat dan hampir seluruh bagian tersebut terdampak api.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan korsleting pada perangkat sound system menjadi salah satu fokus awal petugas dalam mengungkap penyebab munculnya api.

Besaran kerugian materiil akibat kebakaran tersebut juga masih dalam proses pendataan.

Address

Ponorogo

Telephone

+6285655602627

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ponorogo Komunitas Online posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ponorogo Komunitas Online:

Shortcuts

Share