11/08/2026
Kawasan Gunung Bromo memang menghadapi kritik terkait hilangnya keaslian alam akibat lonjakan kunjungan (overtourism), pembangunan fasilitas wisata, warung, dan jalur transportasi jip yang semakin masif di sekitar kaldera dan lautan pasir.
Gunung Bromo hari ini bukan lagi sekadar tempat estetik menikmati matahari terbit. Ia adalah cermin bagaimana rasa kagum kita berubah menjadi ancaman. Ribuan orang datang mencari keindahan, tapi tanpa sadar meninggalkan jejak yang merusaknya dari sampah, polusi, hingga erosi yang menggerus lautan pasirnya.
Popularitas yang dulu menjadi berkah kini menjelma beban, membuat Bromo berdiri di persimpangan: tetap menjadi surga, atau pelan-pelan kehilangan ruhnya. Mari kita menatap Bromo bukan sebagai latar foto, tapi sebagai kehidupan yang perlu kita dijaga, sebelum keindahan yang kita cari hanya tinggal cerita.