18/09/2015
TIPU-TIPU biro UMROH, bagaimana MODUSnya?
Menyedihkan. Begitu jika kita denger ada calon jamaah umroh kena tipu. Tapi apakah memang sudah begitu rusaknya mental sebagian orang sehingga tega menipu orang yang mau ibadah? Ya memang, tapi ada p**a penyelenggara umroh yang baik sebenarnya, tidak berniat menipu, tapi karena bekerja tidak profesional, akhirnya jamaah pun jadi korban. Bagaimana bisa?
Berikut adalah beberapa modus yang menyebabkan jamaah tertipu, dari yang tertipu habis hingga yang tertipu sebagiannya saja:
1. Ada orang yang memang hatinya busuk, berniat menipu. Ia buat biro umroh abal-abal, menyewa kantor, memasarkan bironya. Setelah banyak yang daftar dan uang terkumpul signifikan, uang dibawa lari begitu saja dan kantor pun ditinggalkan.
2. Ada lagi orang jahat, mendatangi tokoh atau kyai kesohor di kampung. Dengan penampilan meyakinkan ia bercerita kalau datang sebagai wakil dari sebuah biro umroh terkenal di Jakarta. Ia bawa surat tugas, brosur-brosur, bahkan SK Kemenag (palsu tentu saja). Ia merayu sang tokoh, jika bisa mengumpulkan jamaah umroh maka beliau akan mendapatkan fee yang besar. Karena tampilan dan rayuan yang meyakinkan, sang tokoh agama yang baik hati namun kurang pengalaman, pun tergiur. Beliau tawarkan kepada masyarakat lalu mereka pun berbondong-bondong mendaftar dan menyerahkan ongkosnya. Sang penipu datang untuk mengambil uang itu lalu meminta izin kepada kiyai untuk kembali ke Jakarta dalam rangka mengurusnya. Setelah itu? Wassalam. Bahkan karena modus ini, salah seorang kiyai di Kendal harus membayar uang calon Jamaah hingga Rp. 1,7 Milyar.
3. Sama dengan modus kedua, namun calon jamaah sampai diuruskan paspornya, dan diberangkatkan sampai Jakarta. Di Jakarta, mereka diinapkan di sebuah hotel untuk menunggu jadwal keberangkatan. Ditunggu sehari, dua hari, tiga hari, tidak ada kabar beritanya dan nomor telpon pun gak bisa lagi dihubungi. Lagi-lagi sang tokoh di kampung yang kena getahnya dan harus mengembalikan uang calon jamaah umroh. Di Semarang, bahkan seorang kyai yang memiliki pesantren, akhirnya tidak kuat dan wafat karena harus menanggung uang jamaah yang sangat besar. Kini ponpesnya sudah hilang tak berbekas bersamaan dengan kepergiannya.
4. Ada biro umroh yang baik. Tapi demi mendapatkan jamaah dia menawarkan harga rendah, serendah rendahnya, yang bahkan sebenarnya tidak cukup untuk biaya umroh. Calon jamaah pun berbondong-bondong mendaftar. Bagaimana dia bisa memberangkatkan? Caranya, sebagian calon jamaah ditunda keberangkatannya, uangnya dipakai untuk menutup kekurangan sebagian lain yang berangkat, di sisi lain promosi terus digalakkan. Rombongan yang tertunda itu dibiayai dengan ongkos yang sudah dibayarkan oleh kelompok berikutnya, dan begitu seterusnya. Ternyata marketing biro tidak bisa mengumpulkan calon jamaah yang cukup, akhirnya sekelompok jamaah terakhir yang sudah membayar pun dikorbankan.
5. Ada lagi biro umroh yang baik, tapi demi mendapatkan jamaah yang banyak ia memasang ongkos murah, namun tidak bisa menjanjikan jadwal keberangkatan yang pasti. Mengapa? Karena biro tidak membelanjakan ticket pesawat di awal. Ia mencari ticket promosi yang jauh lebih murah dengan resiko sulit dijadwalkan dan dengan jumlah yang tidak menentu. Ada unsur bisnis dan bernuansa gambling. Memang menjanjikan keuntungan biro lebih besar tetapi jamaah yang jadi korban. Ada yang kebetulan bisa berangkat lancar tanpa kendala, tapi tak sedikit yang harus tertunda-tunda, waktu umroh dikurangi, transit terlalu lama di bandara luar negeri, atau ketika tiba di jakarta, jamaah harus p**ang ke kampung halamannya dengan ongkos sendiri, tidak sesuai dengan janjinya.
6. Ada lagi biro yang baik, menawarkan harga murah. Calon jamaah umroh bisa berangkat, namun begitu masuk ke hotel di Makkah atau Madinah, pihak hotel tidak mau memberi kunci kamar. Apa pasal? Karena jamaah ini dianggap belum bayar, baru booking saja. Jamaah pun tidak punya pilihan, harus membayar demi kelancaran ibadah umroh. Akhirnya, jamaah pun membayar harga yang lebih besar dari yang seharusnya.
Dari berbagai modus penipuan jamaah umroh itu, umumnya para jamaah tidak terbuka bercerita kepada keluarga, tetangga atau bahkan ke kantor polisi, karena hal ini merupakan aib dan hal yang memalukan. Maka, kepedihan hatinya itu ditelan sendiri, mungkin diadukan malam harinya kepada Allah swt..
Jika demikian, apakah kita harus selalu mencurigai Biro Umroh yang menawarkan harga murah? Tentu tidak selalu, selama murahnya masih dalam batas wajar, bukan murah yang tidak masuk akal. Misalnya, hari ini ada yang menawarkan harga umroh USD 1300,- Sementara kita bisa melihat bahwa harga ticket pesawat termurah Jakarta-Jeddah masih lebih dari USD 1000,- Tentu tidak mungkin biaya akomodasi, penginapan, dan transportasi Makkah-Madinah senilai USD 300,- atau kurang dari itu.
Salah satu ciri biro umroh yang patut dipertanyakan adalah jika dalam paket umroh yang dipromosikan ia tidak menyertakan jadwal dengan jelas, atau jelas tapi prakteknya menunda-nunda tanpa alasan, lalu tidak berterus terang menyebutkan nama hotel, dan maskapai pesawat yang dipergunakan.
Biro Umroh MABRUR (https://goo.gl/OJfNqL) memberi tawaran paket umroh yang sejujurnya.. Harga ekonomis dengan pelayanan maksimal dan bersahabat..
(Wahid Ahmadi – Haritsah)
PIN BB: 572B5D9A, WA 081390162727, 082137356777