Anak hits semarang

Anak hits semarang Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Anak hits semarang, Advertising/Marketing, semarang, Semare.

Seorang perempuan berinisial TU (39) mengalami sejumlah luka hingga patah tulang setelah diduga menjadi korban kekerasan...
02/09/2026

Seorang perempuan berinisial TU (39) mengalami sejumlah luka hingga patah tulang setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, SR (39). Peristiwa tersebut diduga terjadi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lebam pada wajah, kedua mata bengkak, luka robek pada pelipis kiri, serta patah tulang tangan kanan dan ibu jari kiri

Kasus diduga KDRT tersebut terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB

"Informasi awal yang kami terima, terjadi pertengkaran antara korban dan suaminya di dalam rumah. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan terhadap korban," kata Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2026)

Baca selengkapnya di : komas.com

Pengendara di perlintasan sebidang Mangkang, Kota Semarang, nyaris tertabrak kereta api setelah palang perlintasan sempa...
31/08/2026

Pengendara di perlintasan sebidang Mangkang, Kota Semarang, nyaris tertabrak kereta api setelah palang perlintasan sempat dibuka sebelum kembali ditutup pada Sabtu (29/8/2026). Merujuk narasi video yang beredar di media sosial, dua kereta api melintas dari arah berlawanan dengan jeda waktu yang berdekatan.

Saat kereta pertama selesai melintas, petugas membuka palang sehingga sejumlah pengguna jalan mulai bergerak melewati perlintasan rel. Namun, tak lama berselang, kereta api lain dari arah berlawanan melintas sehingga palang kembali ditutup ketika masih terdapat banyak orang yang sedang menggunakan jalan dan melintasi rel.

Kondisi itu membuat pengendara yang berada di sekitar perlintasan berada dalam situasi berbahaya karena kereta kembali melintas setelah palang sebelumnya sempat dibuka.

Menanggapi kejadian di Mangkang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait kejadian di perlintasan Mangkang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan serta masyarakat. KAI Daop 4 Semarang juga telah menindaklanjuti informasi yang diterima sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan pembinaan terhadap petugas yang bersangkutan.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap informasi yang beredar," ujar Luqman dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/8/2026).

Baca selengkapnya di: https: //regional.kompas.com/read/2026/08/31/072541578/pengendara-nyaris-tertabrak-ka-usai-palang-di-semarang-dibuka-lalu-ditutup.


Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumani...
29/08/2026

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah menyisakan duka mendalam.

Satu dari tiga korban dalam insiden tersebut, yakni seorang bayi berusia lima bulan, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

Dia menyebutkan bahwa nyawa sang bayi tidak tertolong akibat menderita luka bakar yang sangat parah menyelimuti separuh tubuhnya.

"Iya, umur lima bulan meninggal usai terbakar," kata Tantri kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Dia mengungkapkan bahwa kedua bayi tersebut sempat mendapatkan perawatan intensif oleh pihak kesehatan. Namun, nyawanya tetap tak tertolong.

"Kondisi tubuh bayi yang terbakar sekitar 50 persen," ungkap Tantri.

Baca selengkapnya di: https://regional.kompas.com/read/2026/08/28/102910378/sempat-dirawat-bayi-korban-kebakaran-di-semarang-akhirnya-meninggal.


Sebuah rumah di Jalan Cendana Timur Nomor 8, RT 09/RW 07, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, ...
28/08/2026

Sebuah rumah di Jalan Cendana Timur Nomor 8, RT 09/RW 07, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, hangus dilalap si jago merah pada Kamis (27/8/2026). Insiden kebakaran ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka.

Ketiga korban tersebut masing-masing adalah seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial N (50) yang mengalami luka bakar sedang, serta A (4) dan N, bayi berusia 6 bulan menderita luka bakar berat. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

Tantri menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika seorang ketua RT setempat mendapati adanya kepulan asap tebal yang disertai bunyi ledakan dari salah satu rumah warga. "Pada hari Kamis sekitar pukul 11.30 Ibu Eli (Ketua RT) melihat adanya asap dari rumah warganya," kata Tantri kepada Kompas.com, Kamis (27/8/2026).

Mengetahui hal tersebut, saksi langsung menghubungi pihak Damkar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Petugas piket komunikasi langsung meneruskan informasi kepada Komandan Peleton (Danton) 2.

Sebanyak 28 personel dengan kekuatan lima armada pemadam dari Pos Banyumanik, Semarang Timur, dan pos induk langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim damkar sempat menghadapi kendala setibanya di lokasi, yakni kondisi akses jalan yang cukup sempit sehingga sulit dilalui oleh armada berbadan besar. Meski begitu, petugas berhasil tiba di lokasi dengan waktu tanggap (response time) sekitar 10 menit. "Berkat kesigapan tim di lapangan, amukan api berhasil dikendalikan dan seluruh proses pemadaman hingga pendinginan dinyatakan rampung pada pukul 12.20 WIB," ujarnya.

Baca selengkapnya di https: //regional.kompas.com/read/2026/08/27/183337478/rumah-di-banyumanik-semarang-hangus-terbakar-art-dan-dua-balita-mengalami.


Ratusan mahasiswa dari 11 universitas yang hendak menggelar aksi di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu ...
27/08/2026

Ratusan mahasiswa dari 11 universitas yang hendak menggelar aksi di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026), sempat dihadang polisi. Setelah terjadi aksi saling dorong, para mahasiswa akhirnya berhasil menggelar aksi dan menyampaikan lima tuntutan di Tugu Muda.

Awalnya, para mahasiswa melakukan long march dari Jalan Pemuda di sekitar Mal Paragon menuju Tugu Muda. Sesampainya di sekitar Gedung Juang 45, para mahasiswa dihadang oleh barisan polisi dan kendaraan taktis.

Mahasiswa yang sejak awal mengajukan pemberitahuan bahwa akan menggelar aksi di Tugu Muda merasa dihalangi polisi. Mereka pun lantas mendesak agar polisi memberikan jalan.

Negosiasi berlangsung alot. Mahasiswa terus mendesak supaya mereka diberi jalan untuk ke kawasan Tugu Muda. Sementara polisi juga bersikukuh melarang. Polisi khawatir, jika demonstrasi dilakukan di Tugu Muda, hal itu akan mengganggu mobilitas masyarakat.

Rangga, perwakilan dari mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), menyebut, aksi tersebut digelar di Tugu Muda karena ada nilai historis di tempat itu. Pada Oktober 1945 di kawasan itu terjadi pertempuran selama lima hari yang dilakukan para pemuda dan masyarakat melawan kesewenang-wenangan penjajah.

”Mengapa kami tidak demo lagi di depan kantor DPRD maupun Kantor Gubernur Jateng? Karena sampai hari ini poin tuntutan yang kami sampaikan dalam aksi di tempat itu pada Juni lalu tidak didengar maupun digubris oleh pemerintah. Oleh karena itu, kami melakukan gebrakan dengan aksi di Tugu Muda,” kata Rangga.

Baca selengkapnya di https: //www.kompas.id/artikel/sempat-dihadang-polisi-mahasiswa-semarang-gelar-unjuk-rasa-sampaikan-lima-tuntutan


Penemuan bayi perempuan di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, mengegerkan warga setempat pada Senin ...
26/08/2026

Penemuan bayi perempuan di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, mengegerkan warga setempat pada Senin malam, 24 Agustus 2026. Bayi malang yang berada di dalam bungkusan plastik putih tersebut diletakkan begitu saja di bawah pohon mahoni, tepat di depan kawasan tempat pemakaman umum.

Kejadian berawal saat Slamet (73) menyusuri Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang untuk mengumpulkan botol bekas dan kayu bakar. Langkah kaki lansia tersebut terhenti saat melintas di depan pemakaman umum Desa Pakopen.

Di bawah pohon mahoni yang rindang, penglihatannya tertuju pada bungkusan plastik putih mencurigakan. Saat dihampiri, Slamet terkejut melihat sesosok bayi hidup yang bernapas dan bergerak aktif di dalamnya.

Slamet langsung berniat melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Pakopen. Di perjalanan, ia berpapasan dengan warga yang sedang bergotong royong di lapangan desa, lalu menyampaikan temuan tersebut hingga membuat warga berbondong-bondong mendatangi TKP.

Melihat kondisi bayi yang membutuhkan tindakan darurat, warga segera mengevakuasinya ke tempat praktik bidan desa terdekat, Nur Endang Sulastri. Bayi malang tersebut langsung mendapatkan tindakan medis untuk memastikan keselamatannya.

Bidan Nur Endang Sulastri mengonfirmasi bahwa bayi berjenis kelamin perempuan tersebut berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan intensif.

Baca selengkapnya di https: //radartegal.disway.id/read/727511/kronologi-penemuan-bayi-di-makam-desa-pakopen-bandungan-semarang-masih-hidup-terbungkus-plastik


26/08/2026
Anak di Kota Semarang, Jawa Tengah diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya. Ibu korban menyebut ana...
25/08/2026

Anak di Kota Semarang, Jawa Tengah diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya. Ibu korban menyebut anaknya kini mengalami trauma. Saat ini, kasus yang dilaporkan ke polisi pada 2025 lalu itu telah masuk ke tahap penyidikan.

Polda Jawa Tengah masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor). D (28), ibu korban mengatakan, dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh mantan suaminya itu mulai terkuak pada 2025, setelah anak sulungnya yang saat itu berusia sekitar 9 tahun mengeluhkan rasa sakit dan bau tidak wajar saat buang air kecil.

“Waktu itu anak saya mengeluh kalau saat buang air kecil terasa tidak nyaman dan ada bau tidak biasa," ungkap D, Senin (24/8/2026). Curiga dengan permasalahan tersebut, Ia kemudian membawa anaknya ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.

D mengaku terkejut usai mendengarkan keterangan dari Dokter yang menyampaikan adanya kondisi tidak lazim pada korban. “Dokter menyampaikan ada indikasi yang harus ditindaklanjuti. Saya langsung syok dan tidak menyangka sama sekali,” katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, D teringat pada cerita anaknya beberapa tahun sebelumnya. Saat berusia sekitar 4 tahun, sang anak sempat menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan dugaan peristiwa tersebut. Namun, ketika itu D mengaku tidak mempercayainya karena menganggap anaknya masih terlalu kecil.

Baca selengkapnya di https: //regional.kompas.com/read/2026/08/24/221030178/anak-di-semarang-diduga-jadi-korban-kekerasan-seksual-ayah-kandung-polisi.


Sebuah mobil Mitsubishi Pajero menabrak pohon di Jalan Imam Bonjol depan Stasiun Poncol Semarang. Akibat insiden ini, pe...
24/08/2026

Sebuah mobil Mitsubishi Pajero menabrak pohon di Jalan Imam Bonjol depan Stasiun Poncol Semarang. Akibat insiden ini, pengemudi mobil tewas seketika di lokasi.

Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita, mengatakan insiden itu terjadi pada Minggu (23/8) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Kecelakaan tadi pagi di ruas jalan kota pukul 04.00 WIB, di depan Stasiun Poncol," ujar Novita, Minggu (23/8).

Ia menjelaskan, mobil Pajero yang dikemudikan warga Semarang Utara bernama Rifki (35) itu melaju dari dari utara ke selatan.

"Semula mobil Pajero putih melaju dari utara ke selatan, lalu oleng ke kanan menabrak median tengah, kemudian oleng ke kiri menabrak pohon," jelas dia.

Akibat insiden ini, tersebut, korban pun mengalami luka di kepala dan meninggal di lokasi kejadian. Belum diketahui penyebab kecelakaan itu.

"Korban meninggal dunia di TKP, dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi," kata Novita.


RSUP Dr. Kariadi Semarang berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jepara. Bayi bernama Shayna Yumna A...
22/08/2026

RSUP Dr. Kariadi Semarang berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jepara. Bayi bernama Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely mengalami kembar siam dempet di bagian tulang panggul bawah atau Ischiopagus Tetrapus.

Ketua tim operasi pemisahan, dr Agoes Wibisono mengatakan, sebelum dilakukan operasi, Shayna dan Shazia yang lahir pada 12 Januari 2025, sudah menjalani serangkaian perawatan serta persiapan secara bertahap.

"Operasi pemisahan dilaksanakan pada 28 Juli 2026. Operasinya sekitar 12 jam," ujar Agoes, Jumat (21/8).

Ada 20 dokter yang terlibat dalam operasi pemisahan ini. Mulai dari dokter spesialis anak, bedah anak, kandungan, urologi, ortopedi, anestesi, bedah plastik dan sejumlah dokter spesialis lainnya.

"Kita sepakat untuk melakukan pemisahan dan alhamdulillah berjalan lancar. Kami pisahkan pada usia 1 tahun 6 bulan karena menunggu kandung kemihnya besar agar bisa dipisahkan," jelas dia.

Ia menjelaskan, kondisi Shayna dan Shazia yang mengalami kembar siam dempet di bagian tulang panggul bawah membuat a**s, va**na, dan kandung kemih mereka menyatu

"Jadi dua usus bayi itu bergabung menjadi satu sehingga kita buat lubang BAB dulu agar mereka bisa makan, bisa minum dengan baik," jelas dia.

Operasi pemisahan kembar siam ini merupakan operasi yang keempat bagi RSUP dr Kariadi. Biaya operasi Shayna dan Shazia bahkan dibantu oleh para dokter dan karyawan RSUP dr Kariadi.

"Biaya yang sudah dikeluarkan sampai hari ini masing-masing berkisar Rp 200 juta," sebut Agoes.

Baca selengkapnya di https: //kumparan.com/kumparannews/bayi-kembar-siam-asal-jepara-berhasil-dipisah-di-rsup-dr-kariadi-semarang-281yuAcalDK


Address

Semarang
Semare
67122

Telephone

+6281249839090

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anak hits semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Anak hits semarang:

Shortcuts

Share