22/11/2021
Bau mulut adalah bau tidak sedap yang berasal dari mulut, juga dikenal sebagai halitosis apabila kondisinya kronis. Hampir sebagian orang setidaknya pernah mengalami kasus bau mulut. Senyawa sulfur volatile (VSC) adalah factor utama penyebab bau mulut yang dapat timbul dari sisa makanan, plak gigi, penyakit mulut dan factor lainnya.
Secara umum, bau mulut berasal dari bagian belakang lidah, tenggorokan, amandel, gigi dan gusi. Di sinilah ditemukan bakteri alami yang dapat mengeluarkan senyawa yang mengandung belerang, yang mengakibatkan bau mulut.
Dalam kasus penyakit gusi (periodental), bau mulut sering terjadi karena bakteri berkembang biak di bawah permukaan gusi di mana mereka menyebabkan peradangan dan melepaskan senyawa belerang.
Partikel makanan yang menempel di mulut juga bisa menyebabkan bau tak sedap. Bau mulut sementara biasanya disebabkan oleh bakteri dan senyawa bau yang ditemukan dalam makanan tertentu yang hilang dalam waktu 24 jam setelah makanan dicerna sepenuhnya.
Jika konsumsi makanan tertentu menjadi penyebab utama bau mulut, maka solusi paling mudah adalah dengan menghindari jenis makanan tersebut.
Makanan yang harus dihindari yang dapat memicu bau mulut antara lain:
‐ Bawang merah dan bawang putih — Meskipun keduanya sehat, namun sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
‐ Makanan yang digoreng atau makanan tinggi lemak trans lainnya — Makanan ini membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga menghasilkan halitosis.
‐ Gula – Gula menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi, berkontribusi terhadap halitosis.
‐ Makanan lengket - Hindari karamel atau jenis makanan "lengket" lainnya yang dapat menempel pada gigi dan menyebabkan pembusukan.
‐ Minuman manis — Minuman manis melapisi gigi dengan gula, dan banyak dari kita tidak menyikat gigi setelah mengonsumsinya.
Namun, kasus bau mulut kronis biasanya memiliki penyebab yang berbeda, diantaranya:
‐ Akumulasi bakteri di mulut, seperti karena kebersihan mulut yang buruk
‐ Diet yang buruk
‐ Penyakit gusi/penyakit periodontal
‐ Kerusakan gigi
‐ Mulut kering kronis (stagnasi air liur)
‐ Sisa makanan yang terperangkap di dalam mulut
‐ Usia yang lebih tua
‐ Merokok dan penggunaan tembakau
‐ Peralatan gigi yang tidak pas
‐ Infeksi jamur pada mulut
‐ Karies gigi yang tidak dirawat (gigi berlubang)
‐ Terkadang kondisi medis yang lebih serius, seperti penyakit hati atau diabetes
Jika bau mulut tidak kunjung membaik, cobalah salah satu solusi di bawah ini untuk mendapatkan mulut yang segar.
1. Batasi Gula dan Biji-bijian
Salah satu hal utama yang harus diatasi adalah pertumbuhan berlebih dari ragi dan kandida, yang dapat berkontribusi tidak hanya pada bau mulut, tetapi juga banyak gejala lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti diet rendah gula dan lebih tinggi makanan kaya probiotik. Gula dan biji-bijian meningkatkan aktifitas dan pertumbuhan banyak bakteri. Dengan menghilangkan atau mengurangi asupan gula, produk sarat gula dan biji-bijian dapat membantu menghilangkan bau mulut.
2. Banyak Minum Air Putih
Mulut kering dapat menyebabkan bau mulut karena menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang menghasilkan senyawa bau dan produk sampingan. Minum setidaknya delapan gelas air per hari adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga aktifitas bakteri seminimal mungkin. Seringkali orang yang memiliki pekerjaan yang membutuhkan banyak bicara (seperti wiraniaga, guru, pengacara, dll.) mendapati bahwa mereka memiliki kondisi bau mulut akibat mulut kering.
Ikuti tips di atas untuk membantu menyeimbangkan bakteri di mulut. Juga berhenti merokok, hindari menggunakan produk tembakau, dan lakukan pembersihan gigi secara teratur. Pastikan untuk merawat gigi berlubang, gigi retak, dan perawatan gigi yang buruk dari sebelumnya seperti tambalan gigi yang tidak pas atau mahkota gigi yang dapat menampung bakteri bau.
Salam Sehat dari VSN
Sumber: draxe.com