14/10/2020
Mesjid Quba’
Masjid Quba’ memiliki keutamaan-keutamaan yang tidak di miliki oleh masjid-masjid yang lain, sebagaimana di jelaskan dalam Al Qur’an dan Sunnah, di antara keutamaanya adalah :
Masjid Quba’ adalah masjid yg pertama kali di bangun oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam saat berhijrah ke madinah.
Allah mengabadikan penyebutannya didalam Al Quran dengan menyanjungnya, sebagaimana firman Allah :
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
“Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS At-Taubah : 108)
Firman Allah tentang masjid Quba’ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ (“Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama”) dijadikan dalil oleh sebagian ulama (yaitu As-Suhaili rahimahullah) akan kebenaran penanggalan hijriyah yang dimulai dari tahun hijrohnya Nabi shallallahu álaihi wasallam. Hal ini karena tentunya “hari pertama” bukanlah maksudnya hari pertama dari seluruh zaman dan waktu, akan tetapi maksudnya adalah hari pertama kali Nabi tinggal menetap di kota Madinah, yaitu ketika berhijrah ke kota Madinah. Maka dengan demikian apa yang telah disepakati oleh Umar bin al-Khottob dan para sahabat untuk menjadikan tahun hijrah Nabi sebagai tahun pertama Islam adalah sangat tepat. (lihat Ar-Roudh al-Unuf, As-Suhaili 4/155, Fathul Baari 7/268, al-Maghoonim al-Muthoobah hal 326-327)
Pahalanya orang yang sholat di majid Quba’ seperti pahala orang yang melaksanakan umrah. Rasulullah shallallahu álaihi wasallam bersabda :
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ
“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian mendatangi masjid Quba’ lalu sholat di dalamnya dengan suatu sholat maka baginya seperti pahala orang yang melaksanakan umrah” (HR Ibnu Majah no 1412 dan dishahihkan oleh Al-Albani dan Al-Arnaúuth)
Saád bin Abi Waqqosh berkata :
لَأَنْ أُصَلِّيَ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ (رَكْعَتَيْنِ) أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُصَلِّيَ فِي مَسْجِدِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ
“Sungguh aku sholat di masjid Quba’ (2 rakaát) lebih aku sukai dari para sholat di Masjidil Aqsho” (HR Al-Hakim no 4280, al-Baihaqi di as-Sunan al-Kubro no 10296, Ibnu Abi Syaibah di al-Mushonnaf no 7533, Ibnu Syabbah di Taariikh al-Madinah no 7533, dan dishahihkan oleh Ibnu Hajar di Fathul Baari 3/69. Tambahan “dua rakaát” hanya terdapat pada Taariikh al-Madinah) ([4])
Sumber : https://firanda.com/bekalislam/masjid-quba/
--------------------------------
AzamTour.id
Tour & Travel Haji dan Umroh
IG : azamtour.id
Fanpage Facebook : azamtour.id
YouTube : Azam Tour & Travel
Admin : 0814-1483-1483
Kantor Marketing :
Jl. Jatisari Besar no. 83 Pepelegi Waru Sidoarjo
0857-4800-8888 (Nanang Kosim)