NAYNA

NAYNA MENYEDIAKAN PRINT FOTO, LAMINATING, FOTO COPY SERTA MENJUAL ATK KANTOR

27/09/2019

seruuuuu

17/07/2019

REZEKI ITU PUNYA ALAMAT..

Kalau rizqi itu diukur dari kerja keras...
maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya.

Jika rizqi itu ditentukan dr waktu kerja...
maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya..
bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD

Jika rizki itu milik orang pintar...
maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...

Jika rizqi itu karena jabatan...
maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia..

Rizqi itu karena kasih sayang Allah.

" Mengejar rizqi, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya."
( Ali bin Abi Thalib )

MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU

“Kalaulah anak Adam lari dari rizqinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rizqinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", dalam terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur, Alhamdulillah, kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga, sebab berharap
jatuh miskin!

Masya Allah, hebat.

Coba kalau kita ? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun, Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik...

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Subhanalloh
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

"Wahai manusia, di langit ada rizqi bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi, yang banyak memberi rizqi itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rizqi

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN KEPADA ALLAH dibanding urusan dunia yang sementara ini...

*آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ*

14/01/2018

Bitcoin merupakan bagian dari perkembangan teknologi digital yang ingin membuat alat tukar transaksi, bahkan membuat investasi di luar kontrol bank sentral dan pemerintah. Banyak orang yang tergila-gila dengan Bitcoin karena nilainya yang begitu besar ketika ditukar dalam bentuk rupiah.

Hehehe
02/12/2017

Hehehe

Sebagai renungan menjelang magrib
01/12/2017

Sebagai renungan menjelang magrib

Perbuatan zina merupakan dosa besar yang amat sangat dibenci oleh Allah Ta’ala. Hal ini telah jelas tertera dalam Alquran yang suci. Walaupun ancamannya sudah pasti masuk neraka, namun masih banyak orang yang melakukan perbuatan keji ini. Tetapi tahukah bahwa ada suatu perbuatan yang lebih keji da...

LAKSAMANA MALAHAYATI
02/11/2017

LAKSAMANA MALAHAYATI

*Batu Indah Yang Bercahaya

Ah, Kawan, tak kau lihat itu, seorang wanita berdiri gagah di atas kapal, matanya menatap tajam, gurat wajahnya tegas, dia melihat garis lautan, memperhatikan musuh bergerak maju, dia terus menunggu, menanti waktu terbaiknya, jemarinya erat menggenggam rencong di pinggang. Ribuan pasukannya menahan nafas, atmosfer peperangan pengap di udara. Burung camar bahkan gemetar terbang dekat-dekat. Wanita itu tetap terlihat tenang, hela nafasnya terkendali, karena dialah admiral, bukan sembarang admiral. Dialah kapten, bukan sembarang kapten. Dialah nahkoda, bukan sembarang nahkoda.

Dialah: Laksamana Keumalahayati (Malahayati).

Hari itu, dia memimpin ribuan (tak kurang dari 2.000) inong balee (janda-janda negeri Aceh yang suaminya mati syahid). Hari itu, dia memimpin puluhan kapal. Dialah Laksamana Malahayati, seorang komandan armada laut tak terbilang gagah berani, memimpin inong balee dalam pertempuran hidup mati melawan penjajah. Hari itu, Laksamana Malahayati menikam Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di atas kapal. Sstt, ini bukan film aksi macam Pirates of Carribean, ini kisah nyata.

Dialah Laksamana Malahayati, Female Admiral, dari Acehnese Navy. Tak terbayangkan bagaimana dia memimpin pasukannya menyerang kapal2 penjajah. Lihatlah pakaiannya yang ringkas, penutup kepala ringkas, kakinya gesit meniti papan-papan kapal, tangannya lincah menebaskan rencong. Jika sejarah tidak keliru mencatat, dia adalah admiral perempuan pertama dalam pelayaran modern.

Dia lahir tahun 1585, ayahnya seorang Laksamana, kakeknya juga seorang Laksamana. Darah pelaut mengalir deras. Selepas tamat di pesantren, dia belajar di Akademi Militer Kesultanan Aceh, dipersiapkan menjadi laksamana berikutnya. Menyusul jatuhnya Malaka di tangan Portugal, tambahkan nafsu serakah Belanda dan Inggris yang juga ingin menguasai rempah2 tanah jajahan, Kesultanan Aceh memutuskan membangun armada laut yang tangguh untuk melindungi negeri mereka, dan Malahayati menemukan medan pengabdiannya. Tak terhitung berapa kali pertarungan di atas laut yang dijalani Laksamana Malahayati. Hingga akhirnya maut menjemput. Pelaut adalah pelaut, lautan adalah tempatnya hidup dan mati. Laksamana Malahayati gugur dalam pertempuran dengan penjajah Portugal di Teuluk Krueng Raya.

Terus terang, saya menulis banyak novel dengan setting kapal, dengan kisah peperangan di atas lautan. Mulai dari novel “Rindu”, juga “Harga Sebuah Percaya”, dan “Yang Telah Lama Pergi”, tapi saya tetap kesulitan membayangkan kehidupan seorang Laksamana Malahayati, bagaimana psikis-nya, bagaimana kesehariannya, bagaimana dia mengendalikan ribuan pasukannya, bagaimana dia "menggerakkan" kapal-kapalnya. Karena ini bukan kisah fiksi. Ini kisah nyata. Hari ini, menjadi nahkoda kapal modern saja susah, apalagi 400 tahun lalu.

Dalam daftar Pahlawan Nasional yang akan diumumkan 10 November 2017 nanti, nama Laksamana Malahayati ada di antaranya, bersama Mahmud Marzuki dan Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Sungguh, kita memerlukan kisah2 kepahlawanan ini. Sungguh kita harus mengenang mereka. Bahkan bila perlu ratusan lagi nama-nama yang mungkin telah dilupakan generasi sekarang. Negeri ini sungguh punya banyak sekali pejuang gagah berani yang melawan ketidakadilan. Negeri ini memiliki banyak sekali pejuang yang berani melawan penindasan, diskriminasi, kezaliman. Salah-satunya Laksamana Malahayati. Komandan “Inong Balee”. Kata siapa janda itu aib dan penuh cibiran? Kelar hidup lu jika sudah berurusan dengan Laksamana Malahayati dan pasukan janda-nya.

Lihatlah! Kapal-kapal kesultanan Aceh membuat sesak teluk--bahkan untuk berenang di celah-celahnya susah. Lihatlah pasukannya berdiri gagah di atas kapal-kapal, bendera Kesultanan Aceh berkibar gagah. Lihatlah, Laksamana Malahayati di sana, memimpin armadanya.

Sungguh itulah arti namanya: batu indah yang bercahaya.

*Tere Liye

**foto diambil dari website wikipedia

***silahkan share, tidak perlu ijin lagi. seharusnya kalian lebih semangat share yg beginian daripada quote2 galau dan baper di page ini. share kemana2. silahkan!

Address

Jln. Teubeng/Tijue No. 5
Sigli
24151

Opening Hours

Monday 07:00 - 18:00
Tuesday 07:00 - 18:00
Wednesday 07:00 - 18:00
Thursday 07:00 - 18:00
Friday 07:00 - 18:00
Saturday 07:00 - 18:00
Sunday 07:00 - 18:00

Telephone

085260027985

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NAYNA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to NAYNA:

Share