09/06/2026
Gue yakin lo pernah scroll dan nemu konten yang bikin lo mikir, "kok nama produknya gini sih, goblok banget." Tapi yang viral malah itu.
Naming itu senjata virality yang paling diremehkan kreator, terutama yang jualan affiliate. Lo pikir cuma masalah estetika atau kreatif? Bukan. Itu masalah psikologi audiens yang lagi scroll.
Lo kasih contoh: "Baju Tidur Nyaman" vs "Baju Kayak Dipeluk Pacar". Yang mana yang bikin orang berhenti? Yang kedua, karena nyentuh rasa sakit mereka: kesepian. Atau "Tas Sekolah" vs "Tas Buat Ngebawa Masalah Hidup". Yang kedua bikin senyum dan relatable.
Masalahnya, affiliator kebanyakan ngejar kata kunci SEO doang. Mereka copas nama produk dari Shopee, "Women's Casual Long Sleeve Blouse". Ya audiens lo di Facebook atau Threads baca itu, otaknya auto skip. Itu bahasa katalog, bukan bahasa manusia yang lagi bosan.
Lo harus mikir naming sebagai hook pertama. Sebelum orang baca caption, sebelum mereka liat gambar, mereka liat nama yang lo kasih. Kalau namanya biasa aja, pertempuran udah kalah di detik pertama.
Action step sederhana: besok lo bikin konten, jangan langsung salin nama produk. Tanya, "Kalau gue jelasin ini ke temen gue yang lagi minum kopi, gue bakal bilang apa?" Hasilnya akan jauh lebih nyantol di kepala orang.
Naming yang bikin penasaran atau ngena di perasaan adalah pintu masuk. Baru setelah itu lo bangun cerita dan arahin ke link. Tanpa pintu yang menarik, isi rumah sehebat apapun gak akan ada yang mau masuk.
Gue bahas lebih dalem soal cara berpikir begini di ebook "Layak Viral" dari Dagelan. Buku ini ngebongkar logika di balik sesuatu yang nempel di memori orang, termasuk lewat naming. Cocok buat lo yang capek cuma ngejar trend tanpa paham dasarnya.
Kalau pengen bahas lebih lengkap, cek link di bio.
Yuk ramaikan: follow, like, share & comment biar makin banyak yang dapet manfaatnya.