06/08/2026
SPANDUK 'LONDO IRENG NDASMU' DI BUNDARAN UGM
Tulisan “Jurnalis Bukan Musuh Negara” hingga “Londo Ireng Ndasmu” terpasang di Bundaran UGM, pada hari Minggu (26/7/2026). Spanduk tersebut dipasang bersamaan dengan aksi protes dan kecaman dari Koalisi Persma se-DIY dan Aliansi Jurnalis Independen DIY atas pidato Presiden Prabowo di JCC Jakarta pada 23 Juli 2026.
Disela orasi, Koalisi Persma se-DIY menyuguhkan aksi teatrikal. Seorang peserta aksi mengenakan kemeja putih serta peci hitam memakai topeng wajah Presiden Prabowo, membungkam mulut peserta aksi lain yang mengenakan rompi bertulis “PERS” dengan lakban hitam.
Sosok “Prabowo” menuduh “pers” tidak berpihak kepada negara. Sosok itu pun menyeret dan mendorong serta terus menyebut “jurnalis” sebagai “londo ireng”.
Namun, akhirnya “pers” mengeluarkan sebuah cermin dan mengarahkan ke “Prabowo”.
Perwakilan Koalisi Persma se-DIY, Jogi Hutauruk menjelaskan ungkapan Presiden Prabowo yang menyebut jurnalis adalah londo ireng merupakan bentuk pembungkaman. Itulah sebabnya aksi teatrikal dilakukan dengan membungkam mulut “pers” dengan lakban.
Senada, Divisi Advokasi AJI Yogyakarta, Afkar Aristoteles Mukhaer menjelaskan pernyataan londo ireng justru menunjukkan sikap antikritik dan kediktatoran Presiden Prabowo Subianto. Aksi yang saat ini dilakukan merupakan pengingat bagi presiden bahwa jurnalis, LSM, maupun akademisi bukan musuh negara.
“Kami mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengasosiasikan jurnalis, pengamat, organisasi masyarakat sipil dengan istilah peyoratif tersebut, karena berpotensi mendelegitimasi profesi jurnalistik dan mengancam kebebasan pers,” jelasnya. (maw/mon)