Sukoharjo hari ini

Sukoharjo hari ini Selamat datang di halaman sukoharjo hari ini
rangkuman kejadian di facebook & instagram yang terupda

Seorang pendaki asal Colomadu bernama Yasid Ahmad Firdaus (26) dilaporkan hilang di jalur pendakian Bukit Mongkrang, Gun...
19/01/2026

Seorang pendaki asal Colomadu bernama Yasid Ahmad Firdaus (26) dilaporkan hilang di jalur pendakian Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, Karanganyar, sejak Minggu (18/1/2026). Yasid mendaki bersama tiga rekannya—Salman, Cahya, dan Riyan—dengan memulai pendakian sekitar pukul 06.30 WIB dan tiba di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat perjalanan turun, keempatnya terpisah di atas Pos 3. Salman dan Cahya berada di depan, disusul Yasid, sementara Riyan berada paling belakang. Salman dan Cahya tiba lebih dulu di basecamp, disusul Riyan. Namun, Yasid tidak kunjung turun.

Karena Yasid belum terlihat hingga sekitar pukul 11.30 WIB, rekannya kemudian melapor ke petugas basecamp pada pukul 13.50 WIB. Petugas melakukan koordinasi pencarian mulai pukul 15.00 WIB, dilanjutkan penyisiran jalur pendakian hingga puncak dan jalur lain di sekitar kawasan tersebut sejak pukul 15.30 WIB.

Pencarian dilakukan hingga malam hari, termasuk dengan pemantauan thermal, namun belum membuahkan hasil. Tim ditarik kembali ke basecamp pada dini hari dan pencarian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan Basarnas dan unsur gabungan, sementara jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup sementara untuk mendukung proses pencarian.

14/01/2022

SUKOHARJO KOTA JAWAH LUR

Hati-hati yang melintas jalanraya solo wonogiri (selatan terminal sukoharjo) jalan rusak
20/11/2021

Hati-hati yang melintas jalanraya solo wonogiri (selatan terminal sukoharjo) jalan rusak

Hati-hati yang melintas keselatan arah wonogiri terminal bus sukoharjo ada perbaikan gorong" jalan rusak hari hati
20/11/2021

Hati-hati yang melintas keselatan arah wonogiri terminal bus sukoharjo ada perbaikan gorong" jalan rusak hari hati

Situasi Covid-19 Sukoharjo Melandai, Hampir Sepekan Tak Ada KematianSituasi pandemi Covid-19 Kabupaten Sukoharjo terus m...
15/10/2021

Situasi Covid-19 Sukoharjo Melandai, Hampir Sepekan Tak Ada Kematian
Situasi pandemi Covid-19 Kabupaten Sukoharjo terus menunjukkan tren melandai, tidak ada kasus kematian pasien corona hampir sepekan ini.

Solopos.com, SUKOHARJO — Situasi pandemi Covid-19 Sukoharjo menunjukkan tren terus melandai. Selama hampir sepekan terakhir tak ada penambahan kasus positif dan kasus kematian juga nol.

Hampir dalam kurun waktu sepekan terakhir, tak ada temuan kasus kematian akibat Covid-19 di Sukoharjo saat ini. Berdasarkan pantauan Solopos.com di laman tidak adanya kasus kematian akibat Covid-19 terlihat sejak Senin (11/10/2021).

Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 aktif yang menjalani isolasi mandiri masih ada 25 orang. Tren tersebut terus bertahan hingga Kamis (14/10/2021) dengan jumlah kasus pasien aktif berkurang menjadi 21 orang.

Kasus kematian pasien Covid-19 terakhir yakni pada Minggu (10/10/2021) sebanyak satu orang. Hingga Kamis, jumlah pasien aktif yang dinyatakan sembuh terus meningkat sebanyak 13 orang dalam sehari dengan temuan kasus baru hanya delapan orang.

Artinya, situasi pandemi dan positivity rate kasus Covid-19 di Sukoharjo sudah mengalami tren membaik dibandingkan sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah pasien sembuh lebih banyak dibandingkan jumlah temuan kasus baru.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan tren membaiknya situasi Covid-19 di Kabupaten Makmur tersebut tidak lantas membuat Satgas melemahkan pengawasan.

Menambah Motivasi
Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 Sukoharjo yang melandai tersebut justru semakin menambah memotivasi untuk membuat situasi menjadi lebih baik.

“Walaupun sudah mengalami tren membaik, tetap saja kami waspada. Tetap menyampaikan pentingnya protokol kesehatan dan masyarakat jangan sampai abai dan lengah dengan kondisi saat ini,” ucapnya ketika dihubungi Solopos.com, Jumat (15/10/2021).

Yunia mengatakan kondisi saat ini disebabkan beberapa faktor salah satunya kesadaran masyarakat untuk tertib prokes. Selain itu, ia juga meyakini kemungkinan besar landainya persebaran Covid-19 di Sukoharjo disebabkan capaian vaksinasi yang sudah lebih dari 70 persen dari target yang sudah ditentukan.

“Kemungkinan bisa jadi karena capaian vaksinasi yang tinggi juga yang mempengaruhi kondisi saat ini,” imbuhnya.

Yunia mengimbau masyarakat yang sudah divaksin maupun belum divaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, ia juga menegaskan percepatan vaksinasi tetap digencarkan oleh Pemkab Sukoharjo.

“Untuk masyarakat yang belum divaksin, segera ikut vaksinasi. Disiplin protokol kesehatan juga tetap dilaksanakan,” bebernya.

https://www.solopos.com/situasi-covid-19-sukoharjo-melandai-hampir-sepekan-tak-ada-kematian-1174623?utm_source=terkini_desktop

Situasi pandemi Covid-19 Kabupaten Sukoharjo terus menunjukkan tren melandai, tidak ada kasus kematian pasien corona hampir sepekan ini.

Dishub Akui Sukoharjo Kekurangan 2.000-An Lampu Penerangan Jalan Umum.Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Perhubungan (Dishub...
15/10/2021

Dishub Akui Sukoharjo Kekurangan 2.000-An Lampu Penerangan Jalan Umum.

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo mengakui jumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Makmur saat ini masih jauh dari kata ideal. Hingga saat ini, masih ada 2.000 lokasi jalan kabupaten yang butuh dipasangi lampu PJU.

Kepala Dishub Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, ketika berbincang dengan Solopos.com, Jumat (15/10/2021), mengatakan saat ini secara umum, kebutuhan PJU di sejumlah jalan kabupaten sudah diakomodasi Pemkab Sukoharjo. Namun, menurutnya, jumlah PJU yang ada saat ini masih jauh dari angka ideal.

“Kalau PJU itu kan di Sukoharjo ditangani beberapa instansi. Untuk jalan nasional dari pemerintah pusat, jalan provinsi dari Pemprov dan untuk jalan kabupaten dari kami. Nah untuk jalan kabupaten ini memang rata-rata sudah dipasang semua. Tapi kalau melihat kebutuhan ideal masih belum,” jelasnya.

Toni memaparkan saat ini jumlah lampu penerangan jalan yang sudah dipasang di jalan milik Kabupaten Sukoharjo sudah ada 3.800 titik. Menurutnya, untuk mencapai angka ideal penerangan jalan, PJU di Sukoharjo masih membutuhkan sekitar 2.000 titik lampu.

“Kebutuhan dan ideal itu beda. Kalau kebutuhan saat ini masih bisa mengakomodasi. Tapi kami tetap mengejar idealnya. Kami ingin mencukupi PJU untuk memfasilitasi pengguna jalan. Soalnya di setiap kecamatan itu kan ada jalan kabupaten dan itu banyak sekali,” imbuhnya.

Pada Agustus 2021, Dishub Sukoharjo mendapatkan bantuan 150 unit PJU dari pemerintah pusat yang saat ini sudah dipasang di Mojolaban, Gentan, dan jalur sekitar Kantor Dishub Sukoharjo.

“Kemarin dapat bantuan lagi dan sudah kami pasang pada Agustus. Kami masih berupaya terus intinya untuk menambah sampai ke jumlah ideal. Karena banyak sekali yang perlu ditambah,” bebernya.
Upaya penambahan lampu jalan, menurutnya, dilakukan dengan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat dan mengandalkan alokasi dari dana APBD Sukoharjo.

sumber : https://www.solopos.com/dishub-akui-sukoharjo-kekurangan-2-000-an-lampu-penerangan-jalan-umum-1174705?utm_source=terkini_desktop

  --Tim gabungan Pemkab Sukoharjo bersama TNI dan Polri akan menutup paksa restoran, toko, mal hingga pedagang kaki lima...
09/01/2021

--Tim gabungan Pemkab Sukoharjo bersama TNI dan Polri akan menutup paksa restoran, toko, mal hingga pedagang kaki lima (PKL) hik yang nekat buka melebihi pukul 19.00 WIB.

Pembatasan jam operasional usaha maksimal pukul 19.00 WIB diberlakukan di Sukoharjo pada 11-25 Januari mendatang.

Kawasan kuliner meliputi Solo Baru, Alun-alun Satya Negara, dan sejumlah jalan protokol di Sukoharjo menjadi lokasi pengawasan ketat petugas. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo Sutarmo kepada Solopos.com, Jumat (8/1/2021).

Sutarmo mengatakan surat edaran (SE) pembatasan jam operasional tersebut mulai disosialisasikan kepada pelaku usaha se- Kabupaten Sukoharjo.

"Aturan ini berlaku sampai ke pelosok desa. Semua aktivitas usaha tutup pukul 19.00 WIB," kata dia.

Sutarmo meminta seluruh pelaku usaha untuk mematuhi aturan pembatasan jam operasional sebagai implementasi kebijakan PSBB Jawa-Bali dari pemerintah pusat pada 11-25 Januari 2021 nanti.

Termasuk bagi para PKL kuliner seperti hik yang buka hingga tengah malam diminta ikut mematuhi tutup pukul 19.00 WIB. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona yang angka kasusnya terus melejit. Pihaknya takkan memberikan toleransi apapun bagi pelaku usaha terkait pembatasan jam operasional tersebut.

"Diempet sek lah (buka usaha dibatasi pukul 19.00) sampai tanggal 25 Januari nanti. Semuanya untuk menekan penyebaran virus Corona," kata Sutarmo.

Sutarmo bersama tim gabungan melibatkan Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan, Linmas, Polisi dan TNI akan melakukan pengawasan terhadap pemberlakuan pembatasan jam operasional usaha.

Sumber Soloposcom

13/12/2020

Semoga banjir cepat surut

13/12/2020

Slowrespon lur lagi masak

13/12/2020

Info situasi terkini & cuaca di daerah sukoharjo lurr
Tulis di kolom komentar/inbox kami

13/12/2020

Kabel listrik di daerah Dusun Sangsang, Bakalan, Polokarto korslet.

Di kawasan Mranggen Polokarto dilaporkan terjadi luapan air akibat hujan deras. Bagi pengguna jalan dihimbau untuk cari ...
13/12/2020

Di kawasan Mranggen Polokarto dilaporkan terjadi luapan air akibat hujan deras. Bagi pengguna jalan dihimbau untuk cari jalur alternatif lain 🚧

Address

Sukoharjo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sukoharjo hari ini posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category