Fawaid Manhaj Salaf

Fawaid Manhaj Salaf Spreading beneficial knowledges from the Trustworthy sources. ie The Scholars of Sunnah and The Callers on the way of salaf and the people who are w/ them

RENUNGAN BAGI PARA PEMBURU DUNIA! _____________________________________________________________________Surat Buat Kawan ...
27/06/2021

RENUNGAN BAGI PARA PEMBURU DUNIA!
_____________________________________________________________________

Surat Buat Kawan di Jepang

Beberapa waktu setelah belasan tahun tak bertemu, seorang kawan berkirim pesan untuk saya. Rupanya saat ini kawan itu berada di Jepang untuk sebuah tugas. Namun, bukan itu yang ingin saya ceritakan.

Perihal pertanyaan kawan itu yang hendak saya tulis. Kawan saya bertanya, “Apakah memang benar bahwa dengan besarnya penghasilan , ujian di kehidupan menjadi lebih berat”

Kawan, baarakallahu fiik.

Ada satu kisah menarik tentang Umar bin Abdul Aziz, khalifah ke-8 dalam kekuasaan Bani Umayyah. Pemimpin muda yang meninggal dunia di usia 37 tahun. Hanya memerintah selama kurang lebih dua setengah tahun, sebelum wafat karena sempat diracun, masyarakat yang dipimpinnya makmur dan sejahtera.

Kepada Fatimah, istrinya, Umar bin Abdul Aziz menanyakan apakah ada uang tersisa untuk membeli anggur. Umar sedang ingin makan anggur. Tapi, Umar hanya mau menggunakan uang pribadinya. Bukan uang lainnya. Namun, saat itu tidak uang tersisa sama sekali.

“Anda adalah Amirul Mukminin. Anda tidak punya satu dirham pun atau satu nimyah (pecahan dirham) untuk membeli anggur?”, tanya istrinya keheranan.

Umar bin Abdul Aziz menjawab, “ Hal ini tentu lebih ringan dibandingkan belenggu-belenggu besi kelak dalam neraka Jahannam” (Al Hilyah 2/199)

Kawan, Umar bin Abdul Aziz adalah teladan dan satu contoh buat kita. Sebagai khalifah, kurang apa beliau? Kekuasaan di tangannya, singgasana di dudukinya, harta benda berlimpah, kekuatan militer tidak tertandingi, keluarga besarnya tak terbendung, dan apa lagi yang hendak diceritakan tentangnya?

Namun, dunia tak membuatnya silau. Kekayaan tak mengubah sifatnya yang sederhana. Jabatan tidak berpengaruh karena beliau tetap yang dulu ; pribadi yang rendah hati. Istri dan anak-anaknya tetap saleh dan salehah. Beliau dicintai oleh siapa saja. Tak hanya umat Islam yang menangis saat wafatnya, bahkan musuh sekalipun merasa kehilangan.

Ibnu Asakir (Tarikh Damaskus no. 7013) menyebutkan cerita kaisar Romawi yang menangis ketika khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat. Padahal mereka berdua berhadap-hadapan sebagai musuh.

Cerita Ibnu Asakir berlanjut dengan keterangan kaisar Romawi kenapa menangis, “ Saya tidak begitu kagum dengan seorang pendeta yang mengunci pintu, menolak godaan dunia, lalu bersembahyang menjadi pendeta”.

“ Saya justru terkagum-kagum (dengan Umar bin Abdul Aziz) , seseorang yang dunia berada di bawah telapak kakinya, malah ia tolak dan memilih untuk beribadah”

Kawan, hafizakallah.

Problemnya bukan pada dunia itu sendiri.

Ibnu Rajab (Jamiul Ulum 392-393) menjelaskan panjang lebar tentang hal ini. Ayat al Quran dan hadits Rasulullah yang menerangkan tercelanya dunia bukan terletak pada waktu, tempat dan benda. Bukan siang malamnya. Bukan bumi dan isinya. Bukan gunung, laut, sungai, hasil tambang, pohon, dan hewan ternaknya. Sebab, semua hal itu adalah karunia dari Allah.

Titik masalahnya adalah tingkah polah dan perilaku manusianya.

Mereka yang salah jalan dalam mengelolanya. Mereka yang tanpa aturan dalam mencarinya. Tak peduli halal dan haram. Mereka yang awur-awuran untuk menghabiskannya. Tak berpikir manfaat atau madaratnya.

Titik masalahnya adalah manusia yang menjadikan dunia sebagai tolak ukur dan patokan kebahagiaan. Dikejarnya sampai melupakan tugas seharusnya untuk beribadah kepada Allah. Ambisinya membuat ia lupa bahwa harta benda dan materi yang ada padanya seharusnya menjadi sarana untuk mencari ridha dari Allah.

Kawan, banyak orang saleh yang kaya raya. Banyak kaum salaf yang kaya raya. Banyak sahabat Nabi yang kaya raya. Namun, hal itu tidak menjadikan kehidupan mereka susah dan menderita. Tak ada sedih yang mengganggu karena memikirkan harta. Justru, harta dan kekayaan mereka dimanfaatkan untuk beribadah hingga senanglah dan bahagialah hati mereka.

Asalkan, besarnya penghasilan itu hanya ada di tanganmu, bukan di hatimu, maka berbahagialah dirimu! Ketika di tanganmu tergenggam, semangat ibadahmu tak terganggu. Ketika lepas dari tanganmu, hatimu tak merasa galau.

Asalkan engkau ingat pesan sahabat Abu Dzar berikut ini, maka beruntunglah dirimu. Beliau mengingatkan, “ Orang yang punya dua dirham, proses hisabnya akan lebih berat dibandingkan yang hanya punya satu dirham” (Az Zuhud Imam Ahmad hal.275)

Selagi engkau ingat kata-kata al Hasan al Basri berikut ini, sungguh senanglah dirimu. Beliau mengatakan,”Tidaklah seseorang itu mengagung-agungkan harta, melainkan Allah akan hinakan dia” (Az Zuhud Imam Ahmad hal.444)

Jadi, harta adalah sarana. Sarana menggapai ridha Allah. Sarana untuk mendekatkan diri kepada- Nya. Jika dengan harta, engkau merasa jauh dari Allah, maka coba evaluasi diri. Lakukan koreksi!

Jadi, semakin banyak penghasilan, mestinya engkau semakin tenang dan bertambah senang dalam ibadah. Jika sebaliknya, penghasilan bertambah namun engkau malah tambah merasa susah dan semakin gelisah, maka pada dirimu ada yang salah.

Baarakallahu fiik.

Lendah. Jumat pagi. 18 Juni 2021

Ditulis oleh al-Ustadz Abu Nasim Muchtar Hafidzahullah
dari channel

Keutamaan Meninggal dalam Keadaan Beriman
25/09/2020

Keutamaan Meninggal dalam Keadaan Beriman

02/12/2019
💐🌸🌹🌷 MEMBERI MAAF LEBIH UTAMA DALAM PERMASALAHAN PRIBADISyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah memberikan j...
02/12/2019

💐🌸🌹🌷 MEMBERI MAAF LEBIH UTAMA DALAM PERMASALAHAN PRIBADI

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah memberikan jawaban ketika ditanya tentang sikap yang lebih utama ketika menghadapi pihak yang menzalimi kita.

Beliau berfatwa,

إذا كانوا قد ظلموك وأحببت العفو عنهم فأنت مأجور ولك خير عظيم وفضل كبير؛ لأن الله جل وعلا يقول: وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى [البقرة:237]، ويقول النبي ﷺ: ما زاد الله عبداً بعفو إلا عزاً، ويقول جل وعلا: فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ [الشورى:40]، فأنت على خير عظيم فإذا ظلموك في غيبة أو مال أو سب أو نحو ذلك وعفوت عنهم فأنت مأجور جزاك الله خيراً

"Apabila sekelompok orang menzalimi Anda, sementara Anda berkeinginan memaafkan mereka, Anda akan memperoleh pahala. Anda juga meraih kebaikan yang agung dan keutamaan yang besar.

Sebab, Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى [البقرة:237]،

"Adapun sikap kalian memberi maaf itu lebih menerapkan ketakwaan."
(Al-Baqarah: 237)

Demikian p**a Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ما زاد الله عبداً بعفو إلا عزا

"Allah tidak akan mengaruniai seorang hamba yang memberi maaf selain tambahan kemuliaan."

Begitu p**a firman Allah Jalla wa 'Ala,

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ [الشورى:40]

"Barang siapa memberi maaf dan berbuat baik, pahalanya Allah yang menanggungnya."
(Asy-Syura: 40)

Jadi, Anda memperoleh kebaikan yang besar.

Oleh karena itu, apabila mereka menzalimi Anda dalam bentuk gunjingan, harta, cercaan, atau semisalnya, kemudian Anda (justru) memaafkan mereka, sungguh Anda akan memperoleh pahala dan balasan kebaikan dari Allah."

📚 Sumber || https://binbaz.org.sa/fatwas/12681/فضاىل-العفو-وطريقته

🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/memberi-maaf-lebih-utama-dalam-permasalahan-pribadi/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

الجواب: إذا كانوا قد ظلموك وأحببت العفو عنهم فأنت مأجور ولك خير عظيم وفضل كبير؛ لأن الله جل

25/01/2018

✋🏻⚠🚫🔇 HUKUM BERDUSTA DALAM CANDA

✍🏻 Al-‘Allaamah Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah

📬 Pertanyaan:

عند المزح مع الأصدقاء والضحك يدخل في ذلك كذب ليس إلا للضحك والمزح، فما هو توجيهكم؟ جزاكم الله خيراً

Ketika bercanda dan tertawa bersama teman-teman, masuk padanya kedustaan. Tidak ada tujuan kecuali hanya untuk mancing tertawa dan bercanda, maka apa nasihat anda? semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

🔓 Jawaban:

لا يجوز للمسلم ولا للمسلمة الكذب ولو في المزح

Tidak boleh bagi seorang muslim atau muslimah untuk berdusta walaupun dalam bercanda.

◎ Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ويلٌ للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم ويلٌ له ثم ويل له

”Celaka bagi seseorang yang berbicara lalu berdusta agar tertawa denganya suatu kaum, celaka dia kemudian celaka dia.”

هذا وعيد ، الويل لشدة العذاب

Ini adalah ancaman. Lafazh al-Wail (dalam hadits-pent) karena kerasnya adzab.

◎ Di sini Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan:

ويلٌ للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم ويلٌ له ثم ويل له

” Wail (celaka) bagi seseorang yang berbicara lalu berdusta agar tertawa denganya suatu kaum, celaka dia kemudian celaka dia.”

فالواجب عليك يا أخي الحذر من ذلك وعلى كل مسلم وعلى كل مسلمة الحذر من ذلك ، فالكذب شر ، فالواجب الحذر منه في الجد والمزح جميعاً. جزاكم الله خيراً

Maka wajib bagimu wahai saudaraku untuk menjauhi hal itu, dan wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk menjauhi hal itu. Maka dusta itu adalah kejelekkan, maka wajib menjauhinya apakah ketika serius ataupun bercanda semuanya. Semoga Allah membalas kalian dengan kabaikan.

📚 Sumber || http://www.binbaz.org.sa/mat/9657

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

11/01/2018

::
🚇 REALITA PAHIT

Cukuplah kenyataan pahit yang ada, di era yang serba modern ini, keberadaan para remaja ISLAM (bukan kafir, bukan p**a ateis) yang tidak tahu kemana mereka harus melangkah?

Dari kecil mereka tidak pernah diajari bagaimana Islam yang benar, apa itu al-Quran, siapa Rabb dan nabinya, bagaimana cara membaca al-Quran, apa itu surga dan neraka, ada apa setelah kematian, dan seterusnya dari perkara yang harus diketahui oleh setiap muslim.

Dari kecil yang ditekankan oleh orang tua adalah belajar yang pintar, agar kalau sudah besar menjadi orang besar dan sukses di dunia.

Di rumah, orang tua tidak perhatian, sibuk dengan pekerjaan, tidak tahu apa yang dilakukan anaknya, media apa yang dibaca, acara apa yang ditonton, siapa teman bermainnya, dan seterusnya.
Innalillah wa inna ilaihi raj’iun.

POTRET SURAM REMAJA ZAMAN

Cukuplah potret suram kehidupan remaja di masa kini, manakala mereka lepas kendali dan kontrol, terombang-ambing dalam pergaulan bebas, mengikuti hawa nafsu, menjadi korban rayuan iblis dan bala tentaranya, berbuat zalim, menyakiti saudaranya, berbuat keji, merusak kehormatan wanita, dll.

Penampilan mereka jauh dari penampilan islami. Tidak tercium dari mereka aroma harum islam dan ibadah. Wajahnya jarang tersentuh air wudhu. Anggota sujudnya sangat jauh dari tempat sujud.

Rambutnya acak-acakan dan dimodel meniru pujaan hatinya. Waktunya habis siang dan malam untuk mencari kepuasan. Yah, kepuasan semu yang tak kunjung datang.Semakin dicari, justru semakin menjauh.Tak jarang dari mereka yang hatinya begitu rapuh. Walaupun mereka memiliki fisik yang kuat, tapi hatinya lemah.

FAKTA REMAJA

Cukuplah kenyataan yang menyayat hati, ketika remaja islam tertimpa masalah berat, mereka menjadi stres berat. Akhirnya apa yang dilakukan? Tidak lain kecuali bunuh diri.

Entah dengan gantung diri, minum racun, menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi, atau menghadang laju kereta api.

Seolah-olah dengan bunuh diri, masalah langsung selesai. Mengapa mereka tidak tahu, bahwa dengan kematian yang disebabkan karena bunuh diri akan membuat kehidupannya lebih susah. Kehidupan dimana?

Yah, kehidupan di alam kubur dan akhirat kelak.Kehidupan yang lebih mengerikan daripada kehidupan yang ada di dunia ini. Kehidupan yang tidak ada yang bisa menolong kecuali amal saleh yang dia lakukan di dunia.

Kalau seandainya orang tua tahu, azab apa yang sedang menimpa anaknya, niscaya mereka akan pingsan dan tidak bisa tidur.

SADARLAH!

Duhai orang tua, sadarlah, kasihanilah anakmu!

Selamatkanlah mereka dari azab yang mengerikan!

Selamatkan mereka dari bencana maksiat dan dosa.

Wahai remaja, kembalilah ke jalan Rabbmu, bertobatlah segera dari dosa-dosamu, sebelum malaikat maut menjemputmu, dan sebelum malaikat munkar dan nakir menyapamu.

Wahai remaja, tinggalkanlah jalan setan, yang menghiasi maksiat dengan keindahan. Ketahuilah olehmu, ini adalah kehidupan dunia yang terbentang tapi fana.

Kehidupan yang hakiki, hanyalah kehidupan di akhirat yang kekal dan abadi.

Semoga Allah menyelamatkan dirimu dan kita semua dari malapetaka di dunia dan akhirat

🌎 http://forumsalafy.net/remang-remang-remaja-dalam-sorotan/

___________
✍ BUNUH DIRI HUKUMNYA HARAM

Asy-Syaikh Dr. Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan:

حرم الله على الإنسان أن يقتل نفسه حتى لو مسه ما مسه من الهم والضيق، يصبر.

“Allah mengharamkan seseorang membunuh dirinya sendiri, walaupun dia ditimpa kesedihan dan kesempitan. Hendaknya dia bersabar.”

(Khatharul Intihar hlm. 18)
Sumber || https://goo.gl/u89Fhj

19/12/2017

::
🚇Hukum Makmum Membaca Al-Fatihah sedang Imam Membaca Surat

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –rahimahullah-

Pertanyaan:

Apabila imam membaca Al-Fatihah dan telah selesai dari membacanya, termasuk kebiasaan bahwa ia berhenti sesaat, lalu apakah makmum membaca Al-Fatihah walaupun imam LANGSUNG membaca surat berikutnya(setelah Al-Fatihah, pent.)?

Jawaban:

Seorang imam jika ia telah membaca Al-Fatihah maka ia diam sesaat. Namun diantara ulama ada yang berpendapat bahwa imam diam sampai makmum menyempurnakan Al-Fatihah.

Ada p**a yang berpendapat: diam beberapa saat lalu melanjutkan bacaan. Dan pendapat kedua ini yang shahih. Yaitu: imam tidak diam dalam waktu lama namun hanya sesaat saja.

Dan apabila makmum telah masuk membaca Al-Fatihah maka ia melanjutkan dan menyempurnakannya walaupun imam sedang membaca (surat setelah Al-Fatihah, pent.) karena Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada shalat bagi yang belum membaca pembuka Al-Kitab (yaitu Al-Fatihah).”

Dan beliau, pada suatu hari, berpaling setelah selesai dari shalat fajar lalu bersabda kepada para Shahabatnya:

“Sepertinya kalian membaca (surat selain al-Fatihah) di belakang imam kalian?”

Mereka para Shahabat menjawab,”Benar.”

Beliau pun bersabda:

”Jangan kalian kerjakan kecuali Ummul Qur’an(Al-Fatihah) sebab tidak ada (tidak sah) shalat bagi yang belum membacanya.”

Liqaa’atul Baabil Maftuuh, 1/ 473 – 474.

📨 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net

07/12/2017

🚇NILAI PALING BERHARGA DAN PALING MAHAL

❱ Al-‘Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

■ “Wahai saudara-saudaraku, dunia dengan segala istana dan emasnya itu semua tak bernilai di sisi Allah apabila kita tidak memiliki aqidah yang benar dan manhaj yang benar.

✘ Dunia tidak ada nilainya sama sekali.
✓ Nilai yang hakiki —demi Allah— ada pada manhaj ini.
▸ Nikmat ini yang manusia banyak melalaikannya,
▸ sekaligus banyak orang tidak mengerti tentangnya.
[▴] Padahal itu merupakan salah satu nikmat terbesar.

✘ Amerika memiliki segala perangkat tempur udara dan lautan dan kekuatan, demi Allah itu tidak ada nilainya di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala.

※ Sungguh demi Allah nikmat terbesar bagi kita adalah:
▸ Nikmat iman,
▸ nikmat tauhid,
▸ nikmat manhaj yang benar dan jelas,
[▴] yang tegak di atas Kitabullah dan manhaj Salafush Shalih.”

📚[Al-I’tisham bi al-Kitab wa as-Sunnah, 5]

❱ قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله ورعاه:

الدنيا يا إخواتاه، بقصورها وذهبها، لاقيمة لها عند الله، إذا لم يكن لنا عقيدة صحيحة ومنهج صحيح، لا قيمة لها أبداً، القيمة الحقيقية هي والله لهذا المنهج، بهذه النعمة التي يتغافل عنها كثيرٌ من الناس، والتي يجهلُها كثيرٌ من الناس، إنها لمن أكبر النعم، هذه أمريكا اللي عندها الأساطيل الجوية والبحرية وقوات والله لاقيمة لها عند الله تبارك وتعالى، ووالله النعمة العظمى عندنا نحن، نعمة الإيمان، نعمة التوحيد نعمة المنهج الصحيح الواضح القائم على كتاب الله وعلى منهج السلف الصالح.

📚[الإعتصام بالكتاب والسنة ٥]

Url: http://www.alfawaaid.net/2017/12/nilai-paling-berharga-dan-paling-mahal.html

📮••••|Edisi| / www.alfawaaid.net

// Sumber:


Address

Sukoharjo

Telephone

+6289515072416

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fawaid Manhaj Salaf posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share