25/12/2025
Alhamdulillah, biidznillah....
Di hari yang baik ini, 25 Desember 2025, NU kembali menunjukkan jati dirinya sebagai jam’iyah yang besar bukan karena bebas dari konflik, tetapi karena mampu menyelesaikan konflik dengan adab, tabayun, dan tuntunan para masyayikh sepuh.
Ishlah yang disepakati oleh Rois Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU di Lirboyo bukan sekadar keputusan organisatoris, tetapi penegasan tradisi NU: bahwa persoalan besar harus diselesaikan di hadapan ulama, dengan hati yang ditundukkan, bukan ego yang dikedepankan.
Kesepakatan untuk menggelar muktamar bersama yang legitimate, dengan waktu, tempat, dan teknis yang diputuskan secara musyawarah, adalah isyarat kuat bahwa NU masih berdiri di atas manhaj ahlussunnah wal jama’ah: tasamuh dalam perbedaan, tawazun dalam sikap, dan ta’awun demi maslahat umat.
Di Lirboyo, di hadapan para masyayikh sepuh dan mustasyar kita kembali diingatkan bahwa NU bukan milik individu, bukan milik kelompok, apalagi kepentingan politik, tetapi milik jama’ah, milik umat, dan milik sejarah panjang keikhlasan para kiai.
Semoga ishlah ini menjadi pintu turunnya barokah, mengakhiri kegaduhan, menyejukkan warga nahdliyin, dan mengembalikan energi NU untuk khidmah: pendidikan, dakwah, dan keumatan bukan pertarungan wacana.
Alfatihah untuk para muassis, masyayikh, dan kiai sepuh yang terus menjaga NU dengan doa, adab, dan kebijaksanaan.
Semoga NU selalu dijaga Allah, dilindungi dari fitnah kepentingan, dan tetap menjadi rumah besar yang teduh bagi seluruh umat. 🤲