17/03/2016
Like this page if you support Go Green Life
Like halaman ini kalau kamu dukung Go Green. Ayo peduli lingkungan hidup
www.facebook.com/jadijayaplasindo
Kampanye kebersihan di Indonesia terus ditingkatkan tidak hanya tentang membuang sampah pada tempatnya, namun juga mulai menghindari penggunaan sampah plastik karena dianggap mencemari lingkungan.
Sehingga mendorong anak-anak bangsa
melalui komunitas yang peduli melakukan deklarasi Indonesia bebas sampah 2020 yang dilakukan serentak pada 21 Februari yang lalu.
Tidak hanya komunitas yang peduli terhadap isu sampah tersebut, peneliti pun juga melakukan hal yang sama dengan menemukan plastik yang ramah lingkungan.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) siaran persnya mengungkapkan bahwa telah ditemukan bahan pelentur plastik yang lebih ramah lingkungan dan juga bioplastik. Selain berusaha mengubah bahan plastik, LIPI juga berusaha membangun sistem pengolahan sampah yang efisien dan praktis.
Bahan pelentur plastik yang dimaksud adalah plastik yang dibuat dengan bahan turunan minyak sawit, atau plasticizer. Senyawa campuran plastik jenis ini dianggap ramah lingkungan dan tidak mengancam kesehatan manusia.
Plastcizer adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam formulasi plastik untuk menambah sifat kelenturan plastik, terutama jenis plastk polivinil klorida (PVC).
Beberapa jenis plasticizer yang umum digunakan saat ini adalah turunan phthalate yang bisa menyebabkan gangguan reproduksi dan hormonal pada kesehatan manusia.
Penggunaannya sudah dilarang di banyak negara, terutama Uni Eropa.
Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono mengatakan plastik terbuat dari minyak bumi melalui proses polimerisasi dimana ikatan kimia pada polimer terebut sangat kuat dan sulit diputuskan.
Proses penguraian sampah plastik membutuhkan
waktu puluhan hingga ratusan tahun.
Penguraian itu semakin sulit karena penambahan bahan-bahan kimia, seperti pelentur (plasticizer), antioksidan, stabilizer, dan kandungan aditif lainnya.
Inovasi LIPI lainnya adalah bioplastik berbahan tapioka, selulosa dan poliasam laktat.
Bioplastik ini bisa menjadi alternatif pengganti plastik konvensional sebab sifatnya mudah terurai secara sempurna oleh mikroba dalam
tanah atau air.