11/08/2019
FIGHTING BRAND
Teman-teman, pernah mendengar istilah "Fighting Brand"?
Sekitar tahun 2008 atau 2009 Unilever tiba-tiba mengeluarkan produk yang bikin Indofood "marah". Produk mie instan yang menyasar anak muda. Namanya Mie and Mie. Saya ingat, tagline-nya: "Rasanya bikin matiiii keenakan", disusul dg suara sendawa, yg ngelabrak pattern sopan-santun saat makan (ala anak2 rebel).
Varian rasanya ada BBQ, pizza, dll.
Indofood merasa terganggu. Sesaat kemudian, dia langsung ngeluarin produk yg sasaran dan varian rasanya sama dengan Mie and Mie. Namanya Chatz Mie.
Perang campaign dan frekuensi tayang pun terjadi. Gak tau berapa puluh miliar budget iklan dikeluarkan.
Hasilnya, Unilever lewat. Mie and Mie mati, persis tagline-nya, "Bikin matiiii keenakan".ππππ
Trus, Chatz Mie-nya gimana?
Seiring Mie and Mie tewas, Chatz Mie pun menghilang. Chatz Mie memang hadir cuma untuk dijadikan pembunuh brand yang coba-coba pengen ganggu market share raksasa mie instan grup Indofood.
Nah, Chatz Mie, itulah yang dinamakan "Fighting Brand".
Brand yang sengaja diluncurkan untuk bertempur, mengacaukan kalo perlu membunuh brand kompetitor yang coba-coba mengganggu.
Dlm kasus mie instan, Indofood memang sering dibikin gerah. Selain sukses membunuh lawan dg strategi meluncurkan roket "fighting brand"-nya, Indofood juga sempet putus asa dan gagal. Ini terjadi sekitar tahun 2003-an ketika Grup Wings mengeluarkan Mie Sedap. Rasa gurihnya, juga gegap gempita campaignnya, jor-joran banget.
Kalo gak salah, saat itu Mie Sedap langsung nyolong market share mie instan sampe 20%, sehingga koalisi brand Indomie, SuperMie dan Sarimie di barisan Indofood ketar-ketir.
Strategi menciptakan fighting brand pun dilakukan grup Indofood. Awalnya mereka mengeluarkan Mie Sayap. Lewat!
Kemudian Sarimie diberi tugas menghadirkan varian Sarimie Extra untuk bertempur dg Mie Sedap. Tapi gagal dan tepar juga.
Jurus terakhir, grup Indofood mengeluarkan SuperMie SEDAAP, yg font SEDAAP-nya pun mirip dengan tipografi merk Mie Sedap. Sehingga, saya aja kadang keliru dan saru melihatnya.
Nah, strategi ini rupanya berhasil, sehingga sampai saat ini dipertahankan. Walaupun, sampe saat ini juga Mie Sedap masih tetap eksis dan memiliki peminat loyalnya.
Itulah teman-teman, yang disebut "Fighting Brand". Ini strategi taktis yg tujuannya bukan untuk meraup profit, tapi lebih untuk membunuh brand yg coba mengganggu superioritas brand induknya.
Biasanya, fighting brand ini dikeluarkan oleh brand yang...
Baca selengkapnya: https://t.me/bisnisonlinetop/12