Kepemudaan Hamida Tasikmalaya

Kepemudaan Hamida Tasikmalaya Keamanan Sosial Dan Kemasyarakatan

22/12/2025

PHBI ROJAB 1447 H.

03/10/2025
04/01/2024

Kunjungan Capres No urut 1, bapak H. Anies Rasyid Baswedan ke ponpes Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya

Giat Hamida Tasikmalaya di daerah Cianjur
30/11/2022

Giat Hamida Tasikmalaya di daerah Cianjur




Hamida peduli korban gempa bumi cianjur
23/11/2022

Hamida peduli korban gempa bumi cianjur

Serba serbi LDKS RESSANT PANAH 3 TASIKMALAYA
05/10/2022

Serba serbi LDKS RESSANT PANAH 3 TASIKMALAYA

Tips mencari pondok pesantren yang bagus dari sisi alumni :1. Cari pesantren yang alumni alumninya mau berjuang mengajar...
07/09/2022

Tips mencari pondok pesantren yang bagus dari sisi alumni :

1. Cari pesantren yang alumni alumninya mau berjuang mengajar (mulang) menyebarkan agama islam di semua lini, tidak pilih2, tidak gengsi, tidak terlalu jaim, mau mengajar baik mengajar di tingkat terendah, menengah dan tinggi.

2. Cari pesantren yang jaringan alumninya kuat, solid, kompak, tidak terpecah pecah, dan nyengkuyung pesantrennya.

3. Cari pesantren yang alumni2nya humble, ramah dalam pelayanan, pengarahan dan edukatif khususnya untuk wali santri. Terlebih saat ini perlu adanya keterbukaan informasi agar kita tidak salah dalam memasukan anak ke pesantren.

4. Cari pesantren yang alumni2nya menjaga akhlak dengan baik, track outnya baik, dalam berpakaian baik (syar'an wa adatan), dalam bertutur kata baik dan lain lainnya baik.

5. Alumni yang mau terus ngaji dan istifadah dengan ulama sunni yang meskipun berasal dari pondok pesantren selain pesantren tempat dia belajar, tidak hanya mengutamakan satu pesantren saja dan enggan istifadah dengan ulama lainnya.

____________________

Jangan hanya tertarik dengan bangunan fisik yang megah tapi bangunan ilmiyah dan ruhaninya keropos..

Semoga bermanfaat..




REUNI MOMENT MERAIH JEDA UNTUK MAJU 1000 LANGKAHBoleh jadi ada diantara kita mengeluh tentang keadaan, tentang kehidupan...
18/07/2022

REUNI MOMENT MERAIH JEDA UNTUK MAJU 1000 LANGKAH

Boleh jadi ada diantara kita mengeluh tentang keadaan, tentang kehidupan yang tak kunjung membaik pasca pandemi mereda.
Atau boleh jadi sebelum pandemi pun kembang kempis kehidupan kerap kali menyapa.

Menjelang Reuni Hamida, sebagian kawan-kawan alumni boleh jadi merasakan hal yang sama, aneka tagihan baru tetiba menyapa, dari mulai kewajiban geser, patungan koang, wakaf, hingga donasi sayuran untuk konsumsi. Bagi sebagian kawan-kawan alumni, boleh jadi ini sebuah beban. Atau tepatnya, beban tambahan.

Menoleh kembali sejarah boleh jadi hal yang penting untuk kita coba, jejak-jejak kehidupan dan masa saat penuh perjuangan menuntut ilmu adalah momen yang tentu saja layak untuk dikenang.

Jika dulu pernah mengalami momen pahit dan pilu semasa Mondok, boleh jadi saat kita kini mengenangnya, momen itu jadi sebuah kenangan indah yang terkadang jadi bahan tawa, perlahan senyuman tersimpul hingga p**i ditarik ke kanan dan kekiri pertanda rasa bahagia mulai terasa dalam jelaga jiwa. Kita tandai kata ini ya, Bahagia.

Sejenak kita berpindah semesta cerita, kita simak tentang cara meraih bahagia seorang pengusaha yang konon capaian suksesnya epik tak terkira.

Ketika ditanya jumlah angka pencapaian, saldo rupiah dan dolar yang terkumpul saat itu, pengusaha itu menolak memberi jawaban. Ketika ditanya lebih jauh kenapa, dia dengan singkat menjawab:

"Untuk apa?"

Dia lanjut menjelaskan, bahwa selama ini dia tak pernah melihat semua uang yang dia punya di satu tempat sekaligus, semua kini hanya berupa angka di dalam bentuk saldo rekening. Ingat hanya berupa angka. Tak lebih.

Dia lanjut bercerita bahwa hingga kini masih menyantap nasi putih yang sama, tak ada beda ketika jaman berjuang dulu. Saldo dan angka tidak merubah kebiasaan itu.

Saat ditanya apakah menjadi orang sukses membuat dia bahagia, sejenak dia berfikir lalu menjawab pelan.

"Tentu saja, saya bahagia dengan bonus yang saya dapat, walau bukan itu kebahagiaan utama saya."

"Lalu apa yang jadi kebahagiaan utama?"

"Saat mengenang masa-masa berjuang dulu, saat air mata dan keringat berebutan menghampiri saya, seolah Tuhan tak ada, tak membantu kesulitan hidup yang saya hadapi."

"Saat mengenang itu, saya merasa bahagia, masa-masa yang dulu memilukan, kini jadi sumber utama kebahagiaan saya saat mengenangnya."

"Kenapa bisa begitu?"

"Saya sadar sekarang, apa yang saya dapat hanyalah bonus dari Tuhan, banyak yang bekerja sekeras saya, bahkan usahanya jauh lebih hebat dibanding saya, tapi tidak mendapat capaian yang saya alami sekarang, itulah kenapa saya sebut bahwa sukses itu bonus."

Sekilas cerita diatas boleh jadi sebuah pelajaran, tentang arti kehidupan, tentang harapan mencapai kebahagiaan. The anniversarry of happiness.

Semua orang berhak mendapat bahagia, apapun nasib yang dia alami kini, termasuk juga kawan-kawan Hamida yang belum beruntung.

Bertemu dengan teman seperjuangan dulu boleh jadi awal mula bahagia, mengingat kembali masa-masa yang layak untuk dikenang, bermuwajahah diantara balong dan sawah, hingga makan mie instan didalam gayung untuk disantap bersama-sama, kita tetap bergembira walau nampak seperti menderita.

Rasa gembira, boleh jadi sebagai penanda bermula bahagia, dan Reuni Hamida adalah tempat yang tepat bagi kawan-kawan Hamida untuk sejenak mengambil jeda, Arihnafsaka.
Berkumpul bersama Murobbi tercinta dan merasakan kegembiraan yang nyata, merayakan kebahagiaan. The anniversarry of happiness.

Seperti sosok pengusaha tadi, boleh jadi pahit getir kehidupan adalah masa-masa yang layak dikenang menuju kebahagiaan saat kita mengingatnya nanti.

Miftahul Huda menyambut kedatangan para alumni tercinta dengan sukacita seperti saat dulu para santri dan alumni diterima, saat semua bermula.

Sambut senyuman Murobbi dengan debam-debam cinta hingga jelaga jiwa.

Geser dan donasi tak akan lagi jadi penghalang untuk kita bertemu dan berbahagia.

REUNI HAMIDA DAN SOSIALISASI UNDANG UNDANG PESANTREN Bagaimanapun pesantren Hamida menjadi representatif pesantren salaf...
18/07/2022

REUNI HAMIDA DAN SOSIALISASI UNDANG UNDANG PESANTREN

Bagaimanapun pesantren Hamida menjadi representatif pesantren salafiyah lainnya terlebih Dewan pimpinan Miftahul Huda di angkat menjadi majlis masyayikh pusat seindonesia sudah barang tentu seluruh para pimpinan pesantren Hamida harus memahami betul Undang undang Pesantren karena sayang sekali kalau hasil kerja keras ini tidak dimanfaatkan oleh kita, apalagi malah undang undang Pesantren tersebut dimanfaatkan oleh orang lain (bukan aswaja) dan itu nyata, lagi-lagi kita kehilangan legalitas dan mungkin Akan terus berbondong-bondong mencari legalitas lain dengan mendirikan sekolah formal sementara wadah yang telah ada yaitu program muadalah, PDF (Pendidikan Diniyah Formal), dan mahad aly tidak digunakan

Alumni Miftahul huda sebetulnya mempuni untuk mendirikan Ma'had Aly di tiap wilayah karena Ilmunya telah ada tinggal memahami management pendidikan dan itu mudah kalau dikerjakan dengan team bukan sistem 'one man show'

Maka untuk merealisasikan Undang undang Pesantren tersebut kita akan mengadakan Workshop dengan narasumber yang kompeten di bidangnya di Hari H Reuni Hamida

Program ini berkelanjutan dan diharapkan yang hadirpun para pimpinan pesantren paling tidak para penerusnya karena butuh mengaplikasikannya dengan serius, kalau kehadirannya mewakilkan kepada santri maaf kalau tidak bisa mengikuti Workshop tersebut

Ini adalah sebagai refleksi mengaplikasikan 'Pola Dasar Pendidikan Pesantren' yang telah disusun Almarhum Almaghfurlah Uwa Ajengan yang sangat Istimewa padahal belum semuanya diterapkan di Miftahul Huda

Semoga kita semua diberi taufiq pada waktunya

Paniti Pelaksana
REUNI HAMIDA KE 44

Update brosur miftahul Huda manonjaya
25/06/2022

Update brosur miftahul Huda manonjaya

Address

Tasikmalaya
46111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kepemudaan Hamida Tasikmalaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kepemudaan Hamida Tasikmalaya:

Share