Pawon Mba' Dina Tondano - Jual Jamu & Makanan Khas Jawa Tengah

Pawon Mba' Dina Tondano - Jual Jamu & Makanan Khas Jawa Tengah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pawon Mba' Dina Tondano - Jual Jamu & Makanan Khas Jawa Tengah, Marketing Agency, Jalan Lingkungan 1, Kel. Kampung Jawa, Tondano Utara, Minahasa, Tondano.

Bismillahirrahmanirrahim السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُHallo Pelanggan Setia Pawon Mba' Dina 🌿🫚🍯🥥🌶...
27/08/2026

Bismillahirrahmanirrahim
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hallo Pelanggan Setia Pawon Mba' Dina 🌿🫚🍯🥥🌶️🥒🫛

PEMESANAN UNTUK BESOK HARI

- Sayur Botok (isian: ikan teri, tempe, daun ganemo)
💰: 7k/bowl
- Sayur Urap (isian: daun singkong, daun pepaya, daun mingkir, tauge, kacang panjang, tahu)
💰: 7k/bowl

• Empon-Empon Jamu:
🍵 Beras Kencur
🍵 Kunyit Asem
🍵 Sambiloto dan Brotowali
🍵 Wedang Jahe Gula
🍵 Temulawak
🍵 Kunyit Putih
🍵 Jamu Gepyokan (PO)
🍵 Jamu Sirih Singset
💰: 8k/100mL
💰: 17k/250mL
💰: 42k/600mL
💰: 68k/1L

Yg minat silahkan list, komen, ato chatt langsung 😊
🛵 : Pengantaran manual/indrive/GrabFOOD
🕖 : InshaAllah pagi jam 07.00 WITA s/d selesai
((( Jaton ongkir 2k, luar Jaton ongkir menyesuaikan ongkir mulai dari 5k "untuk area Kampus Unima berlaku minimal order 2 orderan" )))
Sorotan semua orang
📍Jln. Ling.1 (Kompleks SD N 7 jalan gang setapak paving blok "Sempot Ambreng") Kel. Kampung Jawa, Tondano
©Pawon Mba' Dina - 2018
©Empon Bude Djum - 1981
''Generasi ke-2''
Soal rasa dijamin bikin ketagihan🤤
Soal khasiat InshaAllah dijamin bermutu🆗
HALLALAN TOYYIBAN 💯%
(Di buat & jual dihari yg sama✓)
"Makanan sehat, kaya serat, tanpa pengawet"
"Minuman tradisional berkhasiat"

HALAL INDONESIA No ID71110007781470723✅
NIB 2610220021426✅
Gercep yaa, terbatas stok tidak banyak 🤤 🤤

Bismillahirrahmanirrahimالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُHallo, Sahabat Rimpang Pawon Mba' Dina🌿🫚🍯🌾 S...
26/08/2026

Bismillahirrahmanirrahim
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hallo, Sahabat Rimpang Pawon Mba' Dina🌿🫚🍯🌾 Siap menemani aktivitasmu disetiap cuaca & iklim🤩💪🏼

Varian Empon-Empon Jamu:
🫚 Beras Kencur
🫚 Kunyit Asem
🫚 Sambiloto dan Brotowali
🫚 Wedang Jahe Gula
🫚 Temulawak
🫚 Kunyit Putih
🫚 Rapet Wangi Sirih Singset
🫚 Gepyokan (PO)
💰: 8k/100mL
💰: 17k/250mL
💰: 42k/600mL
💰: 68k/1L

Yg minat silahkan list, komen, ato chatt langsung 😊
🛵 : Pengantaran indrive/Grabfood
🕖 : InshaAllah pagi jam 07.00 WITA s/d selesai.

📍Jln. Ling.1 (Kompleks SD N 7 jalan gang setapak paving blok "Sempot Ambreng") Kel. Kampung Jawa, Tondano
©Pawon Mba' Dina - 2018
©Empon Bude Djum - 1981
''Generasi ke-2''
Soal khasiat InshaAllah dijamin bermutu🆗
HALLALAN TOYYIBAN 💯%
(Di buat & jual dihari yg sama✓)
"Minuman tradisional berkhasiat"

HALAL INDONESIA No ID71110007781470723✅
NIB 2610220021426✅
Stok terbatas, siapa cepat dia dapat 🤩

25/08/2026

Di Tengah Gempuran Minuman Kekinian, Dina Munawaroh Memilih Merawat Warisan Leluhur Lewat Empon-Empon

TONDANO — Di tengah menjamurnya minuman kekinian dengan berbagai varian rasa, kemasan menarik dan strategi pemasaran digital yang agresif, ada satu hal yang perlahan mulai terpinggirkan: minuman tradisional warisan leluhur.

Di tengah perubahan selera generasi muda yang semakin dekat dengan minuman modern, minuman boba, soda, minuman rasa buah dan berbagai produk kekinian lainnya, tidak banyak anak muda yang memilih untuk kembali melihat kekayaan yang sebenarnya sudah lama ada di lingkungan mereka sendiri.

Salah satunya adalah Dina Munawaroh, perempuan muda kelahiran 1998 asal Tondano yang memilih jalan berbeda.

Melalui usaha Pawon Mba’ Dina, Dina tidak hanya membangun bisnis kuliner. Ia juga mencoba membawa kembali minuman tradisional ke tengah masyarakat melalui berbagai produk Empon-Empon Jamu.

Pilihan tersebut mungkin terlihat sederhana.

Namun di tengah perubahan zaman, mempertahankan minuman tradisional justru membutuhkan keberanian.

Sebab tantangannya bukan hanya bagaimana membuat produk yang enak, tetapi bagaimana membuat generasi masa kini mau kembali mengenal, mengonsumsi dan menghargai minuman yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Dari dapur Mama hingga menjadi usaha

Perjalanan Dina bersama Pawon Mba’ Dina sebenarnya bermula jauh sebelum dirinya serius mengembangkan produk minuman tradisional.

Pada 2018, ketika masih duduk di semester lima Universitas Negeri Manado (Unima), Dina secara iseng mengunggah foto sayur botok daun ganemo buatan sang mama tercinta ke Facebook.

Respons positif dari warganet kemudian membuatnya mencoba berjualan melalui media sosial.

Saat itu, usaha tersebut dijalankan sambil kuliah. Tujuannya pun sangat sederhana: membantu memenuhi kebutuhan ongkos ke kampus sehari-hari.

Dina harus membagi waktu antara kuliah dan berdagang.

Namun perjalanan usaha tersebut sempat terhenti sekitar satu setengah tahun karena Dina memilih fokus menyelesaikan penelitian dan pendidikan S-1. Masa tersebut juga bertepatan dengan pandemi Covid-19.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si) bidang Jurusan Biologi dari Universitas Negeri Manado, semangat membangun usaha kembali muncul.

Pada November 2022, Pawon Mba’ Dina kembali dikembangkan dengan visi yang lebih besar.

Bukan lagi sekadar usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi mulai diarahkan menjadi usaha yang memiliki identitas dan produk yang bisa terus dikembangkan.

Ketika anak muda memilih empon-empon

Salah satu hal menarik dari perjalanan Dina adalah pilihannya mengembangkan Empon-Empon Jamu.

Di tengah tren minuman kekinian yang sangat kuat, Dina justru memilih bahan-bahan tradisional.

Saat ini, Pawon Mba’ Dina memiliki sejumlah varian, antara lain:

Beras Kencur, Wedang Jahe Gula Aren, Kunyit Asem, Kunyit Putih, Gepyokan, Sambiloto Brotowali dan Temulawak.

Nama-nama tersebut mungkin terdengar sangat akrab bagi generasi yang lebih tua.

Namun bagi sebagian generasi muda, minuman tersebut tidak selalu menjadi pilihan pertama.

Di sinilah tantangan sekaligus misi Dina menjadi menarik.

Ia tidak ingin minuman tradisional hanya menjadi sesuatu yang dikenang oleh orang tua atau hanya muncul pada acara-acara tertentu.

Dina ingin membuktikan bahwa minuman tradisional juga bisa memiliki tempat di pasar modern.

Bahan tradisional tidak harus identik dengan kemasan lama.

Resep warisan tidak harus berhenti di dapur rumah.

Dan jamu tidak harus selalu dipandang sebagai minuman kuno.

Dengan pengemasan, branding dan pemasaran yang lebih modern, produk tradisional dapat diperkenalkan kembali kepada konsumen dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

Menjaga warisan dengan cara anak muda

Di sinilah Pawon Mba’ Dina memiliki cerita yang berbeda.

Dina bukan generasi yang tumbuh jauh dari teknologi.

Sebaliknya, media sosial justru menjadi salah satu pintu pertama yang membantunya memulai usaha.

Facebook pernah menjadi lapak pertamanya.

Kini konten, posting, copywriting dan pemasaran digital menjadi bagian dari aktivitas bisnisnya.

Ironisnya, teknologi yang sering dianggap membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi justru digunakan Dina untuk membawa tradisi kembali ke ruang publik.

Empon-empon yang dahulu dibuat dan diminum di rumah kini dikemas sebagai produk usaha.

Resep tradisional dipertemukan dengan branding modern.

Dan minuman warisan leluhur diperkenalkan melalui media digital.

Dengan cara itu, Dina seolah ingin mengatakan bahwa melestarikan tradisi tidak berarti harus menolak perkembangan zaman.

Tradisi justru bisa bertahan jika mampu beradaptasi dengan zaman.

Belajar menjadi pengusaha

Perjalanan tersebut juga tidak hanya dibangun berdasarkan keberanian.

Dina sebelumnya mengikuti Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Kominfo sebanyak dua kali pada 2021.

Ia juga menjadi alumni WUBI 2023, program pembinaan wirausaha yang merupakan bagian dari pengembangan UMKM Bank Indonesia (Certified Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) di Sulawesi Utara, yang kemudian berkembang dengan nomenklatur program WANUA (Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara).

Pengalaman tersebut memperluas wawasan Dina mengenai bagaimana sebuah usaha harus dikembangkan, bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga dari sisi digitalisasi, pemasaran, kapasitas usaha dan daya saing.

Dalam menjalankan Pawon Mba’ Dina, Dina bahkan harus mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus.

Ia bisa menjadi pemilik usaha, mengurus dapur, menjadi chef, admin, kasir, membuat konten, melakukan copywriting hingga menjadi kurir.

Semua dilakukan dari bawah.

Pesaing tidak membuatnya berhenti

Semakin berkembangnya usaha tentu menghadirkan tantangan baru.

Salah satunya ketika muncul pelaku usaha lain yang menawarkan menu serupa, termasuk sayur urap yang menjadi salah satu menu andalan Pawon Mba’ Dina.

Namun Dina memilih tidak melihat kompetitor sebagai ancaman yang harus dihadapi dengan konflik.

Ia justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Baginya, semakin banyak orang yang masuk ke pasar yang sama berarti dirinya harus semakin kreatif.

Kualitas harus diperbaiki. Produk harus dikembangkan. Pelayanan harus ditingkatkan.

Dan identitas Pawon Mba’ Dina harus semakin kuat.

Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa Dina tidak ingin sekadar menjadi penjual makanan dan minuman.

Ia ingin membangun sebuah usaha yang memiliki karakter.

Dan salah satu karakter yang ingin dibangun adalah membawa cita rasa dan kekayaan minuman tradisional ke generasi baru.

Jangan sampai warisan hanya tinggal nama

Kekhawatiran terbesar bukanlah munculnya pesaing.

Bukan p**a semakin banyaknya pelaku usaha yang menjual produk serupa.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika suatu hari generasi muda mengenal berbagai minuman modern, tetapi tidak lagi mengenal beras kencur, kunyit asem, temulawak, wedang jahe gula aren, gepyokan, kunyit putih atau racikan sambiloto dan brotowali.

Padahal, minuman-minuman tersebut merupakan bagian dari pengetahuan kuliner tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, apa yang dilakukan Dina memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjual produk.

Ketika seorang anak muda memilih mengembangkan empon-empon, ia sebenarnya sedang mengambil bagian dalam menjaga agar pengetahuan tradisional tersebut tetap hidup.

Bukan hanya disimpan dalam cerita orang tua.

Bukan hanya dikenang sebagai minuman zaman dahulu.

Tetapi dibuat, dikemas, dipasarkan dan dikonsumsi kembali.

Dari Mama, untuk generasi berikutnya

Menariknya, perjalanan Dina bermula dari masakan sang mama.

Sebuah foto sayur botok ganemo pada 2018 menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai pengusaha.

Kini, bertahun-tahun kemudian, Dina kembali membawa sesuatu yang berasal dari dapur tradisional ke dalam dunia bisnis modern.

Ada benang merah yang kuat dalam perjalanan tersebut: keluarga, tradisi, makanan dan keberanian seorang anak muda untuk meneruskannya.

Pawon Mba’ Dina akhirnya bukan sekadar tentang bagaimana menjual makanan atau minuman.

Ia menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas.

Antara resep lama dan kemasan baru.

Antara warisan keluarga dan kreativitas anak muda.

Dan antara budaya masa lalu dengan selera generasi masa kini.

Di tengah derasnya arus minuman kekinian, Dina memilih untuk tidak ikut hanyut sepenuhnya.

Ia justru mengambil sesuatu yang sudah lama ada di sekitarnya, kemudian mencoba mengemasnya kembali agar tetap memiliki tempat di zaman sekarang.

Sebab melestarikan tradisi tidak selalu berarti mempertahankannya dalam bentuk lama. Kadang, tradisi justru bisa diselamatkan dengan cara membuatnya kembali relevan bagi generasi baru.

Dari Tondano, Dina Munawaroh sedang mencoba melakukan hal sederhana itu.

Menjual empon-empon.

Memperkenalkan kembali minuman tradisional.

Dan pada saat yang sama, ikut menjaga agar warisan rasa dari generasi sebelumnya tidak berhenti hanya sebagai cerita.

Karena ketika anak muda mulai meninggalkan tradisi, maka dibutuhkan anak muda p**a yang berani membawanya kembali...SB.

🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia!Mari terus kobarkan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air. Bersama, kit...
17/08/2026

🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia!
Mari terus kobarkan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air. Bersama, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju dan hebat.

Merdeka! ❤️🤍

Closing event Tomohon International Flower Festival Expo 2026🎉🌺
12/08/2026

Closing event Tomohon International Flower Festival Expo 2026🎉🌺

Jum'at - Rabu, 7-12 Agustus 2026🌺Tomohon International Flower Festival | Expo 2026 🥰Hadir dengan produk varian unggulan ...
08/08/2026

Jum'at - Rabu, 7-12 Agustus 2026
🌺Tomohon International Flower Festival | Expo 2026 🥰
Hadir dengan produk varian unggulan dibooth Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Sulawesi Utara.

📍 GOR Babe Palar

Lomba antar Kecamatan se-Kabupaten Minahasa "Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga" (UP2K)🙏🏻😍Terima kasih banyak atas ke...
06/08/2026

Lomba antar Kecamatan se-Kabupaten Minahasa "Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga" (UP2K)🙏🏻😍

Terima kasih banyak atas kepercayaannya dan terpilihnya produk `Empon-Empon Jamu` kami. Maju, jaya, juara Kecamatan Tondano Utara ku❤️‍🔥

Bismillahirrahmanirrahim السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُHallo Pelanggan Setia Pawon Mba' Dina 🌿🫚🍯🥥🌶...
29/07/2026

Bismillahirrahmanirrahim
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hallo Pelanggan Setia Pawon Mba' Dina 🌿🫚🍯🥥🌶️🥒🫛

MENU HARI INI

- Sayur Botok (isian: ikan teri, tempe, daun ganemo)
💰: 7k/bungkus
- Sayur Urap (isian: daun singkong, daun pepaya, daun mingkir, tauge, kacang panjang, tahu)
💰: 7k/bowl

• Empon-Empon Jamu:
🍵 Beras Kencur
🍵 Kunyit Asem
🍵 Sambiloto dan Brotowali
🍵 Wedang Jahe Gula
🍵 Temulawak
🍵 Kunyit Putih
🍵 Jamu Gepyokan (PO)
🍵 Jamu Sirih Singset
💰: 7k/100mL
💰: 15k/250mL
💰: 40k/600mL
💰: 68k/1L

Yg minat silahkan list, komen, ato chatt langsung 😊
🛵 : Pengantaran manual/indrive/GrabFOOD
🕖 : InshaAllah pagi jam 07.00 WITA s/d selesai
((( Jaton ongkir 2k, luar Jaton ongkir menyesuaikan ongkir mulai dari 5k "untuk area Kampus Unima berlaku minimal order 2 orderan" )))
Sorotan semua orang
📍Jln. Ling.1 (Kompleks SD N 7 jalan gang setapak paving blok "Sempot Ambreng") Kel. Kampung Jawa, Tondano
©Pawon Mba' Dina - 2018
©Empon Bude Djum - 1981
''Generasi ke-2''
Soal rasa dijamin bikin ketagihan🤤
Soal khasiat InshaAllah dijamin bermutu🆗
HALLALAN TOYYIBAN 💯%
(Di buat & jual dihari yg sama✓)
"Makanan sehat, kaya serat, tanpa pengawet"
"Minuman tradisional berkhasiat"

HALAL INDONESIA No ID71110007781470723✅
NIB 2610220021426✅
Gercep yaa, terbatas stok tidak banyak 🤤 🤤

Alhamdulilah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala Terima kasih pemerintah daerah, Kantor Dinas Koperasi Provinsi S...
23/07/2026

Alhamdulilah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Terima kasih pemerintah daerah, Kantor Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Utara atas kesempatan, pengalaman dan pengetahuan yg sangat dibutuhkan untuk upgrade skill sektor strategi di bidang usaha dan bisnis🌾🌾

Senin 20-22 Juli 2026
📍Balatkop UKM, MANADO
Giat Pelatihan "Peningkatan Kapasitas UMKM Adaptif, Digital dan Berdaya Saing" (Angkatan II Kelas B)

INGATAN ADALAH WARISAN BERHARGA | ©2018

Address

Jalan Lingkungan 1, Kel. Kampung Jawa, Tondano Utara, Minahasa
Tondano

Telephone

+6281242140433

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pawon Mba' Dina Tondano - Jual Jamu & Makanan Khas Jawa Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share