07/07/2020
Bagaimana Mulai Menghasilkan Profit di Minggu Keempat Jualan di WhatsApp? (2)
Penjualan dengan media apa pun tidak akan terjadi secara tiba-tiba, tak terkecuali di WhatsApp. Di sini, Anda harus melakukan persiapan-persiapan, memasang target dan strategi, menjalankan promosi, dan mengakhirinya dengan evaluasi. Ini yang saya lakukan saat memulai berjualan menggunakan WhatsApp.
1. Siapkan Nomor Khusus
Ibaratnya mau bertanam, kita siapkan dulu lahan yang akan ditanami. Bagaimana dengan WhatsApp? Lahan jualan di WA adalah nomor khusus.
Jangan mencampuradukkan urusan jualan dengan pribadi dalam satu akun WA. Pasalnya, orang yang menyimpan nomor WhatsApp pribadi kita, umumnya karena mempunyai tujuan-tujuan pribadi seperti ingin lebih dekat, mencari teman curhat, atau sekadar naksir. Hehe..
Kalau orang-orang seperti ini disodori dagangan lewat broadcast dan story WA terus-terusan, kira-kira bagaimana? Pasti bakal kabur satu per satu karena mereka tidak mendapatkan apa yang mereka perlukan. Nangkep ya?
Selain itu, mempunyai nomor khusus penting ketika nanti suatu saat bisnis Anda mengharuskan memiliki admin untuk urusan balas chat dan rekap pemesanan yang masuk ke WhatsApp. Jika masih gabung dengan nomor pribadi kan repot, tidak enak juga ketika ada chat pribadi masuk ketika admin sedang menggunakannya untuk bekerja.
2. Buat Akun WA Bisnis
Gunakanlah akun WA bisnis. Mengapa? Sebab WhatsApp bisnis mempunyai banyak keunggulan ketimbang versi biasa. Di dalamnya terdapat fitur-fitur yang menarik dan sangat bermanfaat yaitu:
a. Profil Bisnis
Fitur ini memungkinkan Anda menampilkan informasi penting seperti alamat bisnis, deskripsi, jam kerja, alamat email, dan situs resmi.
b. Perangkat Perpesanan
WhatsApp bisnis mempunyai tiga fitur pesan unggulan yaitu:
• Quick Reply. Fitur ini digunakan untuk menghemat waktu jika Anda kerap membalas pesan konsumen atau klien dengan kalimat yang sama. WhatsApp memungkinkan Anda menyimpan hingga 50 template pesan.
• Away Message. Dengan mengaktifkan fitur ini, setiap pesan yang masuk akan mendapatkan balasan otomatis. Terdapat tiga jenis pengaturan yaitu Always Send, Custom Schedule, dan Outside Business Hours. Ketiganya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.
• Greeting Message. Menyambut pelanggan baru, Anda bisa menggunakan fitur ini. Seperti fitur lainnya, Anda bisa mengaturnya sendiri.
c. Label
Penting sekali untuk melakukan segmentasi kontak. WhatsApp bisnis sangat memahaminya, sehingga disediakan fitur label seperti New Customer, New Order, Paid, dan Pending Payment. Anda juga bisa membuat tambahan label sendiri sesuai kebutuhan. Dengan label, Anda bisa mencari database mana yang berada di kategori prospek, pembeli, dan pelanggan.
d. Tautan Pendek
Tautan WhatsApp bisa ditampilkan pada akun sosial media, website, dan email. Ketika tautan tersebut diklik, akan langsung sampai ke WhatsApp Anda.
e. Verifikasi Akun
Akun bisnis resmi dapat diverifikasi untuk menunjukkan bahwa bisnismu memiliki kredibilitas.
f. Pesan Siaran
Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan ke banyak kontak sekaligus. Penerima pesan juga bisa dikelompokkan dalam beberapa list berbeda, tergantung tujuanmu mengirimkan pesan siaran atau broadcast.
g. Statistik
Statistik menampilkan jumlah pesan terkirim, pesan yang sampai, pesan yang diterima, dan pesan yang telah dibaca.
h. Katalog
Untuk bisnis kecil, Anda bisa memanfaatkan katalog untuk memajang produk. Terdapat fitur harga, deskripsi, dan kode produksi bagi sebagian jenis produk.
Menggunakan WA bisnis juga membuat Anda terlihat lebih profesional di mata calon konsumen.
3. Tambah Kontak WA Tertarget
Waktunya menaburi lahan dengan benih yaitu dengan mengisi kontak di WA dengan target pasar. Untuk satu ini, pahami dulu siapa target pasarnya, di mana mereka berada, dan bagaimana agar mereka mau menyimpan nomor WA kita dengan tujuan berurusan dengan bisnis kita. Artinya, hanya target pasar saja yang perlu masuk ke dalam kontak, dan didapatkan dengan cara baik-baik.
Maksudnya cara baik-baik gimana? Memangnya ada cara tidak baik?
Ada, yaitu scrapping, menyimpan nomor orang-orang yang tak dikenal kemudian serta merta mengirim pesan promosi kepada mereka. Cara ini selain tidak menguntungkan juga membuat nomor WhatsApp berpotensi diblokir apabila terdapat laporan dari sejumlah pengguna lain.
Lalu, bagaimana mendapatkan nomor WA target pasar secara baik-baik? Pancing mereka menggunakan umpan yang bagi mereka menarik. Akan tetapi, sebelumnya ketahui di lubuk mana mereka biasa berkumpul, agar memancingnya tidak salah sasaran.
Kemudian berikan umpan yang membuat mereka mau menyimpan nomor WA. Saya menggunakan umpan berupa e-book, video, dan program belajar gratis untuk menarik target.
Jika target pasar s**a berkumpul di Facebook, carilah di grup-grup tempat mereka s**a berkumpul. Lempar umpan ke sana. Berikan link menuju ke WhatsApp. Apabila postingan pancingan Anda direspons, tanggapi dan arahkan ke WA.
4. Interaksi dengan Database
Setelah target menyimpan nomor dan Anda pun sebaliknya, hal yang tak boleh dilupakan ialah memelihara agar mereka tidak menghapus nomormu kembali. Caranya adalah dengan interaksi dengan mereka melalui story, broadcast, dan pesan pribadi.
Yang perlu diingat, tidak ada orang yang mau menyimpan nomor hanya untuk dijual-juali. Maka, hati-hati ketika mengirim pesan promosi, sebaiknya diatur ritme-nya. Jangan terlalu sering, tetapi jangan tidak jualan p**a, karena memang tujuan kita menggunakan WA di sini adalah untuk mencari profit.
Sesekali komentari status target yang menarik. Buatlah status yang memancing komentar agar tercipta obrolan menarik. Tetapi kalau bisa, jangan memulai chat dulu ya. Biarkan mereka yang mulai. Setelah interaksi dengan target pasar di WhatsApp terbangun, saatnya jualan.
5. Rencanakan Konten
Di WhatsApp, setidaknya ada dua konten yang perlu Anda perhatikan yaitu status dan broadcast. Agar tidak bingung mau kirim pesan apa, mau nyetatus apa, pastikan Anda buat perencanaan konten.
Luangkan waktu untuk membuat strategi konten pemasaran. Buatlah tujuan, target, perlengkapan yang diperlukan, dan atur dalam kalender konten.
Rancang pesan dan desain konten jauh-jauh hari sebelum menjalankan kampanye jualan. Rencanakan broadcast dengan beberapa aspek seperti materi, bentuk pesan, apakah itu teks, gambar, ataupun video.
Tentukan juga, kapan akan mengirimkannya. Anda bisa membuat atau mengunduh kalender konten agar bisa merangkai jadwal pengiriman pesan sesuai strategi.
a. Status
Maksimalkan status WA untuk jualan. Jangan selalu memposting dagangan setiap saat sampai story bentuknya mirip jahitan. Hehe.. Status WA terbukti mampu meningkatkan ikatan dengan konsumen secara lebih efektif.
Status bisa tampil dalam waktu 24 jam dalam bentuk gambar, kata-kata, atau video. Ada beberapa tipe konten yang bisa Anda suguhkan seperti kutipan motivasi, gambar-gambar promosi, video promosi, akses eksklusif ke fasilitas tertentu, atau tips dan trik.
Sebelum melancarkan promosi via status WA, ada satu hal yang Anda harus tahu yaitu target konsumen. Ketahui siapa targetmu, siapa konsumen ideal, apakah goal mereka, apa masalah mereka, nilai apa yang mereka harapkan dari produk atau jasamu, dan siapa pembuat keputusan membeli. Tuliskan semuanya dan wujudkan dalam status WA harianmu.
Mengakalinya, buatlah status yang menarik dan bermanfaat bagi target. Misalnya quotes, nasihat, cerita, dan gambar yang menghibur. Anda juga harus belajar membuat status WA yang menjual.
Cara beriklan di WhatsApp salah satunya dengan status story telling. Awali dengan kisah seperti studi kasus, statistik, testimonial, masalah, dan kesalahan, kemudian masukkan solusimu, cara mendapatkannya, dan call to action seperti arahan membalas status atau klik tautan.
Contohnya seperti ini, Anda akan menawarkan jasa penulisan artikel. Mulailah dengan studi kasus. Ceritakan tentang kesalahan yang dibuat oleh klien dalam menulis artikel di website mereka.
Kemudian jelaskan akibat dari kesalahan tersebut, dan terangkan bagaimana Anda menyelesaikan masalah mereka. Jangan lupa beritahukan hasil dari solusimu. Terakhir, tawarkan jasa penulisan artikelmu sebagai solusi.
Anda dapat menggunakan status seperti ini untuk bisnis jasa lain seperti real estate dan jasa desain web.
Buatlah status yang terlihat profesional. Sekecil apapun bisnismu, apakah hanya salon kecil atau toko roti di gang sempit pun harus terlihat profesional. Buatlah status WA dengan tampilan yang menarik seperti perusahaan-perusahaan besar mempekerjakan desainer profesional. Buat status yang terlihat rapi dan bersih. Terlalu banyak teks dan emoticon justru membuat tulisan tampak berantakan.
Bangun rasa penasaran yang tinggi dari target terhadap bisnis Anda dengan cara membuat bocoran berupa video atau flashmob, atau pesan yang mengundang penasaran tentang promo terdekat.
Selain isi status, perhatikan waktu yang tepat untuk promosi di WhatsApp. Perkirakan kapan waktu target penonton status aktif di WA. Memperhatikan waktu penting agar memastikan mereka melihat statusmu dan membuka pesanmu.
b. Broadcast
Siapkan broadcast atau pesan siaran untuk dibagikan secara berkala. Setidaknya berikan pesan siaran yang bermanfaat 1-2 kali saja seminggu. Materi yang bisa diberikan antara lain edukasi yang terkait dengan produk, cerita tentang pelanggan yang pernah menggunakan produk tersebut, dan cerita motivasi terkait dengan produk. Jangan lupa, broadcast promosi juga. Hehe ...
Berikut ini contoh broadcast WhatsApp menarik yang bisa Anda tiru:
Sudah tidur?
Jika belum, baca pesan ini pelan-pelan ya …
Bismillah …
Salah satu guru saya pernah berkata, "Bermanfaatlah meski harus berkorban, bersedialah berkorban agar terus dapat bermanfaat."
Dalam berjualan, memang benar kita sedang berusaha mendapatkan penghasilan halal. Namun, lebih daripada itu, hendaknya dalam berjualan kita harus punya niat memberi manfaat kepada orang lain.
Saat menawarkan produk, niatkan untuk memberikan solusi bagi masalah prospek.
Ketika menjelaskan tentang produk, niatkan untuk membantu mereka keluar dari keadaan yang tidak mereka inginkan.
Jualan makanan, niatkan membantu mengatasi rasa lapar dan memberikan nutrisi.
Jualan suplemen kesehatan, niatkan untuk membantu menjaga mereka dari terjangkit penyakit dengan cara menjaga sistem imum.
Jualan apa pun, niatkan untuk membantu, untuk bermanfaat.
Dan kadang Anda memang harus berkorban untuk itu.
Contohnya, korban perasaan ketika prospek menganggap Anda sedang memanfaatkan mereka, korban waktu meladeni pertanyaan dan komplain mereka, korban tenaga dan pikiran untuk meluruskan kekeliruan mereka menggunakan produk kita.
Anda juga harus berkorban dari segi finansial untuk membekali diri dengan ilmu agar maksimal menebar manfaat bagi siapa saja yang berurusan dengan bisnis Anda.
Nah, ada ilmu sangat berharga tentang teknik komunikasi tertulis dalam bisnis yang terangkum dalam sebuah kursus online.
Kursus online ini berbentuk membership website, artinya Anda bisa mengakses materi belajarnya kapan saja hanya dengan sekali bayar.
Jika ingin tahu informasi lengkapnya, tunggu pesan dari saya besok pagi ya?
Selamat beristirahat ya …
Salam Hangat,
Tyas Maulita
6. Pra Promosi
Setelah menyediakan nomor dan akun WhatsApp khusus bisnis, mengumpulkan database atau kontak tertarget, dan menjalin interaksi, Anda bisa mulai pemanasan jualan.
Yang harus Anda lakukan adalah buat status pancingan di media sosial, website, dan status WhatsApp untuk memancing rasa penasaran netijen. Hari berikutnya buatlah pengumuman bahwa Anda akan menggelar promosi sesuatu.
Mulai dengan mengirim broadcast ke setiap database, lalu sundul dengan status. Tujuannya mengingatkan database, mungkin saja ada di antara mereka yang tidak membuka broadcast yang dikirimkan.
7. Promosi
Hari berikutnya, kirimkan penawaran kepada database via broadcast. Siapkan formulir pemesanan produk, pesan yang mengarahkan mereka untuk segera transfer, dan pesan konfirmasi pembelian, informasi pengiriman barang, dan hal-hal yang harus dilakukan jika timbul masalah setelah pembelian.
Beri label kepada kontak yang telah memesan, sudah transfer, dan melakukan pre order untuk jualan berikutnya agar mudah melakukan follow up kepada mereka.
8. Layanan Setelah Penjualan
Masukkan pembeli produk ke dalam satu grup tersendiri. Dua atau tiga hari setelah pembelian, tanyakan apakah produk sudah didapatkan, bisakah menggunakannya, dan apakah ada kendala.
Jika terdapat masalah, selesaikan segera dan jangan biarkan masalah ini berkembang keluar dan membuat citramu sebagai pebisnis dan produk yang dijual menjadi buruk.
9. Evaluasi
Evaluasi sangat penting untuk membantu mendeteksi kelebihan dan kekurangan kampanye jualan yang baru saja dijalankan. Bagian yang perlu dievaluasi antara lain konten, cara menanggapi berbagai respons prospek atau database, cara mengumpulkan nomor kontak baru, cara promosi, dan cara closing.
Untuk evaluasi dari sisi konten, Anda bisa memantau statistik. WA bisnis memungkinkan pengguna memantau statistik berapa banyak pesan dikirim, berapa banyak yang sampai, berapa yang diterima, dan berapa yang dibaca. Jika menginginkan ikatan dengan konsumen, statistik ini dapat membantu mengukur efektivitas konten dan mengubah strategi untuk meningkatkannya.
Sementara dari sisi pengump**an kontak baru, lihatlah apakah target jumlah kontak baru yang Anda inginkan sudah tercapai atau belum.
Kesimp**an
Saya yakin, saat ini hampir semua orang yang mengajak berkenalan pasti meminta nomor WhatsApp. Baik itu untuk urusan pribadi maupun bisnis. Hal itu membuktikan bahwa penggunaan aplikasi ini sangat luas, mayoritas pengguna smartphone pasti memilikinya.
Secara keseluruhan, WA merupakan media yang paling sesuai untuk menjalankan dan menumbuhkan bisnis berskala kecil hingga menengah.
Saatnya Anda manfaatkan WhatsApp untuk bisnis dengan cara terus menambah kontak tertarget, menyuguhkan konten bermanfaat kepada database, dan menggunakan jurus-jurus jitu ketika melakukan promosi.
Masih bingung gimana mulainya? Dapatkan bimbingan profesional di sini https://bit.ly/reg-memberWMC.