31/03/2017
[Menulis Membuatmu (merasa) Bodoh]
Kata siapa menulis membuat kita pintar? Justru sebaliknya!
Semakin kita menulis semakin kita butuh banyak baca. Dan semakin banyak baca, kita akan merasa bahwa ilmu yang kita tulis ternyata belum apa apa. Ternyata di luar sana banyak yang memiliki ilmu yang lebih hebat. Dan proses itulah yang membuat kita lebih mengenal diri sendiri.
Setelah menulis sebuah karya, saya berani jamin setiap penulis akan melihat dunia ini dengan sudut pandang yang berbeda. Melihat setiap kejadian menjadi pembelajaran. Mungkin itu kenapa citra seorang penulis sekarang itu terlihat unik.
Setelah terus berkarya dan produktif, lantas apa?
Dunia akan menarikmu ke sisi yang berbeda. Banyak orang yang tadinya tidak mengenalmu, sekarang menantikanmu. Banyak orang yang tadinya mudah sekali melupakanmu, sekarang memprioritaskanmu.
Ini saya rasakan sendiri. Saat sayaemperkenalkan diri di hadapan ratusan pengusaha HIPMI, yang notabene pengusaha papan atas di bidang properti, logistik, FB, Tambang, dll saya mengeluarkan warna berbeda. Saya penulis yang berbisnis. Dan itu membuat saya lebih diingat dibanding yang lain.
Pun ketika saya dulu cuma bisa melihat Bang Sandiaga Uno, Mas Opick Tombo Ati, Ust. Yusuf Mansyur dari jauh, sekarang menjadi berbeda.
Ngobrol malah sudah seperti kawan lama. Menjadi kawan kolaborasi yang tanpa sekat.
Mungkin inilah yang disebut mas Indrawan Nugroho sebagai
Rise Above The Crowds!
Lihat sekelilingmu, berapa banyak orang dengan profesi sama sepertimu yang menulis buku? Bisa dihitung dengan jari bukan?
Jika kamu muncul sebagai penulis, maka kamu akan menjadi berbeda. Kamu bukan lagi ada dikerumunan. Kamu menjadi dikejar rezeki.
Mau menulis buku tapi nunggu nanti nanti? Kita ga pernah tau kapan kita mati.
Buku ini akan menjadi jawabanmu menjadi penulis dengan 3 langkah praktis. Purnama, Ritual, Mantra.
Sms/WA : KPA(spasi)Jumlah Buku (spasi) Nama Lengkap (spasi) alamat lengkap pengiriman ke 08561184417 (Rifki)