Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB

  • Home
  • Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB

Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB, Media Agency, Akar Rumput revolusior Marxisme Papua, .
(1)

“Siapapun yang mengaku diri sebagai aktivis tapi tidak konsisten dalam organisasi maka tandanya berselingkuh dengan dia ...
19/03/2026

“Siapapun yang mengaku diri sebagai aktivis tapi tidak konsisten dalam organisasi maka tandanya berselingkuh dengan dia punya istri pertama”- Nade Lokbere.

Seruan diatas sangatlah penting untuk mempelajari apa itu aktivitas yang tidak konsisten dan tandanya berselingkuh dalam gerakan pemikiran dualisme dan tidak konsisten ayo baca selengkapnya di bawah:

Pernyataan tersebut tampaknya merupakan sebuah analogi atau kiasan (metafora) yang sering digunakan dalam konteks pergerakan atau organisasi untuk menyindir ketidakkonsistenan seseorang.

Dalam budaya organisasi/aktivis, ungkapan itu sering diartikan sebagai berikut:

"Aktivis tapi tidak konsisten"
Merujuk pada orang yang mengaku memperjuangkan sebuah ideologi atau nilai-nilai tertentu, namun tidak disiplin, sering menghilang, atau tidak berkomitmen penuh pada tujuan organisasi.

"Berselingkuh dengan dia punya istri pertama"
Ini adalah bentuk metafora yang bermakna orang tersebut kembali ke zona nyaman, mengutamakan urusan pribadi, kepentingan pragmatis, atau kembali ke "kehidupan lama" (apatis/non-aktivis) dibandingkan berjuang di organisasi.

Secara harfiah, kalimat ini tidak merujuk pada perselingkuhan rumah tangga, melainkan lebih pada ketidaksetiaan terhadap komitmen pergerakan.

Orang tersebut dianggap tidak tuntas atau "gagal" dalam menjiwai peran sebagai aktivis karena membagi fokus (berselingkuh) dengan kepentingan pribadinya (istri pertama analoginya, pemikiran dualisme, tidak tepat konsisten berjuang dalam organisasi.


“Siapapun yang mengaku diri sebagai aktivis tapi tidak konsisten maka dia tandanya berselingkuh dengan dia punya istri p...
18/03/2026

“Siapapun yang mengaku diri sebagai aktivis tapi tidak konsisten maka dia tandanya berselingkuh dengan dia punya istri pertama.“_ Nade Lokbere.

07/03/2026

Dengan serius saya katakan bahwa: saya tidak mencari pagung pujian melainkan saya berusaha menjadi teladan bagi kaum pelajar dan mahasiswa Papua Barat yang butuh dan bisu terhadap persoalan Papua Barat.

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang peristiwa yang nyata dan dapat dibuktikan (muh Yamin). Sementara kuntowijoyo berpendapat bahwa, sejarah itu bukan mitos karena sejarah mempelajari peristiwa yang sungguh terjadi dan nyata.

Sejarah itu bukan mitos melainkan fakta yang sudah terjadi masa lampau dan dapat dibuktikan, oleh karena itu haruslah disampaikan karena itu bagian dari kebenaran dan keadilan yang terus menerus ditegakkan walaupun pihak lain berusaha untuk menguburkan sejarah itu sendiri.

Pepatah Rusia mengatakan bahwa "Orang yang berkubang dalam masa lalunya akan kehilangan sebelah mata. tapi orang yang melupakan masa lalunya akan kehilangan kedua sebelah matanya" maka dari janganlah menjadi manusia yang buta terhadap persoalan bangsamu sendiri kawan.

Saya adalah salah satu pelajar yang tau separuh sejarah Papua dari 1950 hingga kini. Sebab apa yang saya tau, apa yang saya dengar, apa yang saya melihat serta alami itulah yang saya kasih tau karena kebenaran itu harus dan terus disampaikan. Walaupun suara kebenaran itu mereka terasa terganggu, bila saya diamkan kebenaran itu adalah pelanggaran keadilan dan munafik atas jeritan derita rakyat Papua Barat dari tahun ke tahun.

Pembahasan materi adalah tentang intgrasi sosial namun dalam konteks Papua bukan integrasi tetapi aneksasi karena Papua bukan bergabung tapi digabungkan tanpa ada tahapan integrasi yaitu, akomodasi, kerjasama, koordinasi, dan asimilasi. Melainkan digabungkan dengan cara kekerasan denotatif yakni diskriminasi, marginalisasi, rasisme, fasisme, agresi dan kekerasan dehumanisasi dibawahnya cengkeraman ABRI kini (TNI) demi ekspansionisme teritorial Papua Barat.

Kesimpulan:
_Eko Prasetyo pernah berkata bahwa, kampus atau kelas bukanlah tempat orang berdoa yang harus diam mendengar dan pulang melainkan kampus atau ruang kelas adalah tempat pertarungan gagasan dan ide-ide".

Maret, 06 /03/2026
By: NoWene u.

07/03/2026

Yang agak berat mengorganisir rakyat indonesia itu, orangnya yang apatis dan menganggap Indo baik baik saja dan kawan2 yang tidak s**a beroganisasi.

"Mas kira kira keadaan Indonesia sekarang gimana"? Tanya Sa. saat nongkrong di warkop. "Tidak tahu mass muno", Jawab Riski, singkat dengan nada suara yang agak pelan takut orang dengar pembicaraan kita.

"Mas Sampean pernah ikut organisasi mana saja? , jawab; Aku Ngak s**a ikut kayak gitu gituan.
Aku sering di rumah, main dengan temen, Main PS, pulang ke rumah. Gitu gitu aja mas."

"Mas apakah menurut sampean presiden probowo baik atau tidak?, jawabnya baik karena ia sekarang menghukum yang korupsi korupsi?"

"Mas sampean sempat nonton video ojol di lindas Oleh Aparat di Jakarta itu, apa ngak?, kamu rasa gimana?", "biasa aja mass, cuman agak marah juga sii."

"Mass kemaren sampean, ikut aksi Agustus terkait ojol kemarin?" Tanya Riski.

"Yaaa, ikutlah. Masa, Aparat tabrak masyarakat dengan seenaknya.
Lalu kami biarkan begitu aja". jawab Sa. dengan nada agak sedih campur emosi sedikit,
karena emosionalnya antara sa dengan Riski sudah mulai terbangun, jadi Sa berani bicara tegas seperti itu.

dan sisi lain, memikat Riski untuk terlibat ikut aksi, karena secara ilmu fisikologi, orang yang kita bantu keluarganya atau temannya dengan hati mereka juga merasa punya tangung jawab untuk melakukan hal hal serupa.

Dan tantangan lain itu, berbeda fisikologi dan emosi yang belum baku dapat, itu memang agak sulit. Jadi setelah emosional dan fisikologi sudah terbaik, harus mulai untuk membangkitkan minatnya lagi,
Karena dalam ilmu hukum setiap hal tidak dapat di lakukan jika dalam diri seseorang tidak ada "niat".
Jadi penting untuk membangkitkan niatnya dulu.

Mungkin kalau kawan2 Indonesia yang lahir besar papua dengan kawan papua itu masih bisa, karena mereka lahir di papua dan punya emosional dan fisikologinya hampir sama jadi yaa, agak bisa nyambung dikit dikit lah.

Kalau di jawa- bali, agak beda, kecuali kawan yang sudah tergabung di organisasi, yaa itu mudah.

Jadi kalau memang kitong di lingkungan yang orangnya apatis dan tujuanya kita organisir dan menyakinkan mereka tentang ketidak adilan di papua.

Kitong musti punya taktik taktik lain untuk menyatuhkan dan menyamakan fiisikologi dan emosionalnya itu lebih dulu agar nyambung dan mereka nyama saat bicara.

Dan agar mereka mudah Terima dan mudah serap dan nyaman saat ngomong, sisi lain mendorong mereka untuk harus tergabung di organisasi atau LSM untuk terlibat dalam kerja kerja kemanusiaan.

Jadi Tugas Kita bukan hanya Menyampaikan tetapi Meyakinkan Rakyat Indonesia bahwa Rakyat papua sedang di Jajah.

Tugas Rakyat papua dan indonesia untuk terus bersolidaritas tumbangkan rezim yang ada, agar tidak ada lagi kelas yang mendominasi.

Mahasiswa dalam Birokrasi kampus vc Organisasi "Latar belakangOrganisasi mahasiswa dulu menjadi ruang paling progresif d...
07/03/2026

Mahasiswa dalam Birokrasi kampus vc Organisasi "

Latar belakang

Organisasi mahasiswa dulu menjadi ruang paling progresif di kampus, yang cepat merespon isu, lincah membaca zaman, dan menjadi motor gagasan serta penggerak perubahan.

Namun hari ini, banyak organisasi justru tertinggal oleh mahasiswa yang mereka wakili. Mahasiswa sudah berpikir digital, cepat, efisien. Sementara organisasinya masih terjebak pada pola lama, birokratis, dan kaku. Bukan karena tidak ada potensi. Tapi karena ada yang tidak beres dalam cara kit mengelola organisasi.

Realita
Gejala nyatanya seperti berikut:

✓Minat bergabung menurun.
✓Program terasa monoton dan tidak kontekstual..
✓Pengurus kelelahan, tapi dampak tidak terasa luas.
✓Organisasi kalah cepat dari komunitas informal yang lebih fleksibel.
✓Ironisnya, banyak pengurus justru menyalahkan mahasiswa yang dianggap "tidak peduli". Padahal bisa jadi, mahasiswa tidak tertarik karena organisasinya tidak relevan.

Pembahasan
Tradisi memang penting. Tapi ketika tradisi dijaga tanpa evaluasi, ia berubah menjadi beban. Banyak organisasi terlalu sibuk menjaga pola lama seperti alur kaderisasi yang kaku, forum yang formalitas, dan budaya senioritas terselubung. Zaman berubah, tapi sistem internal tidak ikut berevolusi.

Organisasi mahasiswa sering meniru birokrasi besar, rapat berlapis, keputusan lama, koordinasi panjang. Di era serba cepat, mahasiswa ingin ruang gerak yang dinamis. Ketika organisasi terlalu lambat merespon isu atau peluang, ia kehilangan daya tarik.

Banyak pengurus lebih takut gagal daripada berani mencoba hal baru. Akhirnya program yang dibuat hanya mengulang pola tahun lalu, tidak ada perbedaan, tidak ada gebrakan. Organisasi akhirnya hanya menjalankan rutinitas, bukan menciptakan dampak.

Sebagian pemimpin organisasi fokus pada menyelesaikan periode, bukan membangun arah jangka panjang. Orientasinya administratif, bukan transformasional. Padahal zaman menuntut pemimpin yang bisa membaca tren, memahami digitalisasi, dan menggerakkan perubahan budaya organisasi...

Mahasiswa sekarang lebih sadar waktu, mental health, dan efisiensi. Jika organisasi tidak menawarkan nilai yang jelas entah itu pengembangan skill, jejaring, atau ruang aktualisasi mereka akan memilih tempat lain yang lebih relevan. Organisasi bukan lagi satu-satunya ruang berkembang dan jika tidak adaptif ia akan ditinggalkan.

Refleksi
a.) Mungkin masalahnya bukan generasi yang berubah."
b.) Mungkin kita yang terlalu nyaman dengan cara lama.
c.) Mungkin bukan mahasiswa yang apatis, tapi organisasi yang gagal menawarkan makna baru.
d.) Kalau organisasi tidak mampu menjawab kebutuhan zaman, apakah kita siap melihatnya perlahan kehilangan fungsi?

Kesimpulan
a. Jika organisasi mah Kolaboratif" mahasiswa beradaptasi, ia akan menjadi simbol formalitas semata ada struktur, tapi tidak ada pengaruh. Ke depan, organisasi harus berani:
b. mengevaluasi sistem kaderisasi dan budaya internal.
c. menyederhanakan struktur agar lebih lincah
d. memanfaatkan teknologi dan media digital secara strategis
e. melatih pemimpin yang visioner dan adaptif
f. menjadikan inovasi sebagai budaya, bukan pengecualian
g. Organisasi tidak boleh hanya menjadi warisan masa lalu. la harus menjadi laboratorium masa depan.

Penutup

Zaman tidak pernah menunggu. la bergerak, dengan atau tanpa kesiapan kita. Jika organisasi mahasiswa ingin tetap relevan, ia harus berani berubah bukan karena terpaksa, tapi karena sadar bahwa stagnasi adalah awal dari kemunduran.

Karena organisasi yang tidak mampu membaca zaman, cepat atau lambat... akan ditinggalkan oleh generasi yang lebih cepat darinya.

07/03/2026

Orang papua harus menolong Orang papua itu sendiri dan mahasiswa papua memberi padegogi rasional kepada generasi papua sebulam Indonesia dahulu meng-Indonesia-kan karena semakin kesini ikut arus sangat rawan bagi kaum muda, maka kewajiban mahasiswa papua memberikan pendidikan kesadaran yaitu, kesadaran magis, kesadaran naif, dan kesadaran krisis kepada kaum muda papua.

Kubu wene, 06 Maret 2026
By: nowene

TikTok boleh nonton serius tapi untuk membaca buku sangat minim itulah mengapa Indonesia memberikan mitos terhadap orang...
07/03/2026

TikTok boleh nonton serius tapi untuk membaca buku sangat minim itulah mengapa Indonesia memberikan mitos terhadap orang Papua itu primitif, tapi orang Papua kadang tidak sadar hal itu namun menunjukkan gaya seperti negara merdeka di bawa sistem kolonialisme.

Wene Karunggu

Belajar Merdeka untuk Masa Depan BangsaPendidikan gratis dan kesehatan gratis merupakan investasi strategis bagi kemajua...
07/03/2026

Belajar Merdeka untuk Masa Depan Bangsa

Pendidikan gratis dan kesehatan gratis merupakan investasi strategis bagi kemajuan suatu bangsa. Kedua sektor ini bukan sekadar layanan sosial, tetapi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Pendidikan gratis membuka akses yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. Bagi keluarga miskin, pendidikan sering kali menjadi satu-satunya jalan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Melalui pendidikan, masyarakat memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, serta kemampuan berpikir kritis dalam memahami realitas sosial di sekitarnya. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menciptakan tenaga kerja yang produktif, tetapi juga melahirkan warga yang sadar, kritis, dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.

Di sisi lain, kesehatan gratis merupakan syarat dasar agar manusia dapat hidup dan bekerja secara optimal. Masyarakat yang sehat memiliki daya tahan tubuh yang baik, kemampuan belajar yang maksimal, serta produktivitas yang lebih tinggi. Tanpa jaminan kesehatan, keluarga miskin sering terjebak dalam beban biaya pengobatan yang mahal, yang pada akhirnya memperdalam ketimpangan sosial.

Ketika pendidikan dan kesehatan dapat diakses secara luas oleh seluruh rakyat, negara sebenarnya sedang membangun fondasi masa depan yang kokoh. Investasi pada manusia akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memperkuat stabilitas sosial, memperluas kesempatan ekonomi, dan mendorong kemajuan bangsa secara berkelanjutan.

Belajar merdeka bukan hanya tentang kebebasan memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang keberanian untuk berpikir, berdiskusi, dan mencari solusi atas persoalan masyarakat. Oleh karena itu, ruang-ruang belajar kolektif seperti lapak baca, diskusi komunitas, dan gerakan literasi rakyat menjadi sangat penting. Dari ruang-ruang sederhana inilah kesadaran sosial tumbuh dan perubahan mulai digerakkan.

Sebagaimana dikatakan oleh Karl Marx, pengetahuan yang tidak dimiliki tidak akan mampu menolong siapa pun. Artinya, masyarakat yang tidak belajar akan sulit membebaskan dirinya dari ketertinggalan.

Karena itu, belajar bersama dan bergerak bersama adalah langkah awal untuk membangun masyarakat yang sadar, merdeka dalam berpikir, dan mampu menentukan masa depannya sendiri.

Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire
“Belajar Bersama dan Bergerak Bersama”

Tanah Air West Papua Barat
6 Februari 2026

Eko-Vinsent

Ruang dan waktu merupakan pagung kehidupan manusia. Sebab manusia hidup dalam ruang dan waktu, maka waktu adalah manusia...
07/03/2026

Ruang dan waktu merupakan pagung kehidupan manusia. Sebab manusia hidup dalam ruang dan waktu, maka waktu adalah manusia itu sendiri, dan ruang adalah manusia itu sendiri.

Maka di dalam ruang dan waktumu jadilah manusia anarkisme serta mengakomodasi otodidak dan padegogi dalam taktikal periodidasi input-proses-output hikmah yang mana ditemukan di dalam ruang/duniamu.

Anda harus tau bahwa, anda belajar di kampus dan sekolah hanyalah 25℅, sedangkan 75℅ anda otodidak sendiri karena itu ada dalam ruang dan waktumu sendiri.

Maret 06-03-2026
By: Nowene

Address

Akar Rumput Revolusior Marxisme Papua

1971

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB:

  • Want your business to be the top-listed Advertising & Marketing Company?

Share